Kaum Muda Semarang Sodorkan Nama Gatot-Zulkifli pada Pilpres 2019

Kompas.com - 09/06/2018, 08:57 WIB
Anies Baswedan dan Gatot Nurmantyo bersama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Kompas.com/Rakhmat Nur HakimAnies Baswedan dan Gatot Nurmantyo bersama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan

SEMARANG, KOMPAS.com - Kalangan muda di Kota Semarang, Jawa Tengah yang tergabung dalam Barusan Muda Bangsa untuk Indonesia menyodorkan nama mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo sebagai calon presiden alternatif pada 2019.

Barisan muda itu menawarkan Gatot yang dianggap sosok yang kredibel, selain sebagai alternatif Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

"Dukungan suara untuk Gatot ini muncul dari bawah. Kami harap pimpinan partai merespons suara bawah, menjadi calon yang diperhitungkan menjadi rekomendasi," kata Koordinator Barisan Muda Mukhtarom, Jumat (8/6/2018). 

Untuk calon wakil presiden, kaum muda yang mayoritas aktivis kampus itu mendorong nama Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan. Gatot-Zulkifli diberi akronim Gaul.

Baca juga: Cium Tangan SBY, Gatot Nurmantyo Merasa seperti Cium Tangan Orangtua Sendiri

Pemilihan Gatot dan Zulkifli, bukan tanpa alasan. Kedua tokoh itu dinilai tidak mempunyai track record yang buruk selama ini.

"Mendukung Gatot-Zulkifli untuk Pilpres 2019," tuturnya.

Ia menegaskan, sosok Gatot perlu dimunculkan karena ingin ada alternatif bagi masyarakat terkait pemimpin Indonesia.

Sosok Gatot-Zulkifli dianggap memenuhi calon alternatif, selain Jokowi dan Prabowo.

"Pak Gatot ini tidak ada kasus pelanggaran apapun, kami tidak ragu untuk memberi dukungan," ucapnya.

Kaum muda Semarang, sambung dia, berkomitmen untuk mengkampanyekan pasangan itu kepada masyarakat luas. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Status PDP Dicabut, Jenazah Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19 Ternyata Positif Corona

Status PDP Dicabut, Jenazah Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19 Ternyata Positif Corona

Regional
Kasus Terbanyak, Sehari 20 Warga Grobogan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Kasus Terbanyak, Sehari 20 Warga Grobogan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Ratusan Kali Merampok, 2 Orang Berseragam TNI Ditangkap di Bandung

Ratusan Kali Merampok, 2 Orang Berseragam TNI Ditangkap di Bandung

Regional
Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Regional
Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem 'Drive Thru'

Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem "Drive Thru"

Regional
3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

Regional
Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Regional
Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Regional
Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Regional
Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Regional
Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Regional
Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Regional
Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Regional
850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

Regional
Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X