Kompas.com - 08/06/2018, 20:26 WIB
Para tersangka kasus miras oplosan yang merenggut nyawa 3 korban di Dusun  Kayogan, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.  KOMPAS.com/IKA FITRIANA Para tersangka kasus miras oplosan yang merenggut nyawa 3 korban di Dusun  Kayogan, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Sebanyak tiga orang meninggal dunia setelah menenggak minuman keras (miras) oplosan di Dusun  Kayogan, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Ketiganya adalah Ahmad Baskoro (27) warga Desa Muda Kecamatan Temanggung; Arif Meilana (39), dan Bimo Sakti (28) warga Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Temanggung.

Kepala Polres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo menjelaskan, ketiga korban dan seorang kawan berinisial FAG menggelar pesta miras di rumah korban Arif Meilana, Rabu (6/6/2019), sekitar pukul 20.00 WIB.

Keesokan harinya, Arief Meilana dan Ahmad Baskoro, tiba-tiba mengalami gejala tertentu pada tubuhnya hingga meninggal dunia.

Baca juga: Wanita Ini Ditangkap Polisi karena Olah Kulit Kayu Jadi Miras Oplosan

 

Disusul kemudian korban Bimo Sakti juga mengalami kondisi yang sama dan mengembuskan napas terakhir, Jumat (8/6/2018), pukul 06.30 WIB.

"Sedangkan satu orang lagi, FAG, masih selamat dan sudah dimintai keterangan," jelas Wiyono, Jumat (8/6/2018).

Wiyono menyatakan, penyelidikan langsung dilakukan begitu menerima laporan. 

Berdasarkan keterangan FAG, mereka menenggak empat botol miras oplosan yang dibeli korban Bimo Sakti dari sebuah rumah kos di Desa Kedu, Desa Candimulyo, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung.

"Dari keterangan tersebut kita kembangkan hingga kami menangkap Iman Cahyono (32), warga Kelurahan Giyanti, Kecamatan/Kabupaten Temanggung, sebagai penjaga," paparnya.

Baca juga: 3 Orang Tewas Seusai Tenggak Miras Oplosan di Cilacap

Dari tangan Iman Cahyono, polisi mengamankan puluhan botol miras berbagai merek, miras oplosan (ciu), tuak putih, dan miras tradisional.

Imam mengaku hanya penjaga kos, namun diminta menjualkan minuman-minumam haram itu oleh pasangan suami-istri, Edi Riyanto dan Sri Safariyah.

"Kami sudah amankan pasangan suami istri tersebut, ditambah pembuatnya yang juga pasangan suami istri Wardani (43) dan istrinya Eko Sumarwati (35) warga Dusun Kamal  Timur, Kelurahan Menggoro, Kecamatan Tembarak," bebernya.

Hingga kini, polisi masih mengembangkan kasus miras yang merenggut nyawa tersebut.

Kompas TV Kasus minuman keras atau miras oplosan yang menewaskan 45 orang di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Regional
Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Regional
Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.