ASN Penyebar Meme Presiden Meminta Maaf dan Mengaku Bodoh

Kompas.com - 08/06/2018, 19:57 WIB
Penyebar meme Presiden Joko Widodo jadi pengemis Ali Hanafi (tengah) diamankan polisi. KOMPAS.com/FIRMANSYAHPenyebar meme Presiden Joko Widodo jadi pengemis Ali Hanafi (tengah) diamankan polisi.

BENGKULU, KOMPAS.com - Aparatur Sipil Negara ( ASN), Pemda Bengkulu Utara, Ali Hanafi, penyebar meme presiden seolah menjadi pengemis di media sosial, meminta maaf pada Presiden Joko Widodo dan seluruh rakyat Indonesia.

"Saya akui bodoh telah menyebar meme presiden di media sosial. Saya akui ini perbuatan bodoh. Pada presiden saya mohon maaf, juga pada seluruh rakyat Indonesia," kata Ali di Mapolres Bengkulu Utara, Jumat (8/6/2018).

Ia mengisahkan, meme presiden seolah menjadi pengemis bertuliskan "Om Sedekahnya Dong Om!!...Buat Bayar Utang Negara" Itu, didapatnya dari grup Whatsapp. 

Selanjutnya, meme itu ia unggah di facebook dan menjadi lelucon.

Baca juga: Sebar Meme Presiden Jadi Pengemis, ASN di Bengkulu Diamankan Polisi

"Tidak ada maksud saya menghina presiden," ujar Ali.

Sejauh ini, ia mengaku belum mengetahui sanksi yang akan diberikan pimpinan, dalam hal ini bupati pada dirinya.

"Saya belum tahu sanksi apa diberikan pemimpin karena saya telah beberapa hari dimintai keterangan di Polres Bengkulu Utara," sambungnya.

Kasat Reskrim Polres Bengkulu Utara, AKP Jufri menyebut, status pelaku saat ini masih sebagai saksi dan masih dimintai keterangan intensif.

"Tindakan pelaku mengundang reaksi netizen ada yang menganggap penghinaan, ada yang anggap itu hanya lelucon. Lalu pelaku kami amankan pada Kamis (7/6/2018)," tutur Jufri.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X