2 Dosen UGM yang Diduga Berafiliasi Organisasi Terlarang Akan Dinonaktifkan

Kompas.com - 08/06/2018, 19:19 WIB
Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di UGM (1/6/2018) Dok. Humas UGMUpacara peringatan Hari Lahir Pancasila di UGM (1/6/2018)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pimpinan Universitas Gadjah Mada ( UGM) telah memanggil dan mengadakan pertemuan dengan dua orang Dosen Fakultas Teknik yang diduga berafiliasi dengan organisasi yang resmi dilarang di Indonesia. Dua dosen ini untuk sementara dinonaktifkan dari jabatan struktural yang mereka emban.

"Iya benar, yang dipanggil dua dosen dari Fakultas Teknik," ujar Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, Iva Aryani, Jumat (08/06/2018)

Pimpinan universitas, Senat Akademik, dan Dewan Guru Besar telah mengadakan pertemuan dengan dua orang dosen yang diduga berafiliasi dengan organisasi yang resmi dilarang di Indonesia.

"Tadi pertemuan dimulai dari jam 14.00 WIB sampai jam 16.00 WIB," tegasnya.

Baca juga: Rektor UGM Panggil 2 Dosen yang Diduga Berafiliasi dengan Organisasi Terlarang

Dalam rilis resmi UGM disampaikan bahwa pimpinan universitas telah berdialog dan mendengarkan penjelasan dari kedua dosen Fakultas Teknik berkaitan dengan pandangan mereka terhadap Pancasila.

Hasil dialog segera diserahkan kepada Dewan Kehormatan Universitas (DKU) untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Demi kelancaran proses di DKU, maka kedua dosen akan segera dinonaktifkan sementara dari jabatan struktural mereka emban saat ini.

"Segera mungkin (dinonaktifkan sementara) begitu surat masuk ke DKU. Satu dosen menjadi kepala departemen dan satu lagi kepala laboratorium," urainya.

Baca juga: Dosen ITS: Saya Bukan HTI, Saya Tidak Punya Kepentingan dengan HTI

Rekomendasi yang diberikan oleh DKU akan menjadi pertimbangan utama bagi pimpinan universitas untuk mengambil langkah selanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) memanggil dua dosen yang diduga berafiliasi dengan organisasi terlarang. Keduanya dipanggil untuk memberikan pandangannya tentang Pancasila. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Regional
Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, Padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi dan Obesitas

Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, Padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi dan Obesitas

Regional
19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

Regional
Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Regional
Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Regional
Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Regional
Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Regional
Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Regional
Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X