Kisah TKW Bebas dari Hukuman Mati: Dikurung 21 Hari, Sumiati Dituduh Santet Anak Majikan

Kompas.com - 08/06/2018, 12:36 WIB
Sumiati, TKW yang bebas dari hukuman mati di Riyadh, Arab Saudi. KOMPAS.com/FITRI R Sumiati, TKW yang bebas dari hukuman mati di Riyadh, Arab Saudi.

MATARAM, KOMPAS.com - Satu persatu kisah pahit bermunculan dari Sumiati dan Masani, dua tenaga kerja wanita ( TKW) asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terbebas dari hukuman mati di Riyadh, Arab Saudi.

Rasa khawatir dan takut selalu menyelimuti Sumiati dan Masani, hingga bertahun-tahun lamanya sepanjang masa kerjanya.

Sumiati bahkan mengaku pernah disekap atau dikurung 21 hari oleh majikannya.

"Saya bersukur karena bebas dari hukuman mati. Awalnya saya takut sekali, apalagi saat pertama kali masuk penjara," kata Sumiati mengawali ceritanya. 

"Hukum di Arab Saudi sangat berat jika kita menghadapi kasus, tetapi kita harus tetap pada pendirian. Jika memang tak bersalah tetap bertahan mengatakan diri kita tak bersalah." 

Baca juga: TKW Disiksa secara Sadis di Malaysia, Polisi Tangkap Dua Calo

Dia kembali menuturkan, bahwa sejak bekerja di Dawatmi, Arab Saudi, setelah dua tahun bekerja Sumiati minta pulang. Dia pernah sempat diantar majikannya ke Bandara untuk kembali ke Indonesia. 

Namun majikannya berubah pikiran. Dia diminta tetap bekerja, dan itu berlangsung sampai 6 tahun lamanya.

"Mereka meminta saya bekerja sampai saya mati, kata majikan saya. Saya kemudian dikurung 21 hari, dengan segala tuduhan yang jahat pada saya," kata Sumiati. 

Selama 6 tahun Sumiati mengurus dengan telaten ibu majikannya. Majikannnya bahkan tidak pernah mengurus ibu kandungnya sendiri. Setelah ibu majikannya meninggal, Sumiati justru dijebloskan ke penjara.

"Saya berpesan pada calon TKW yang mau ke Arab Saudi sebaiknya jangan berangkat. Karena apa, walaupun dijanjikan kerja yang beragam, pasti ujung-ujungnya menjadi pembantu rumah tangga, mendingan tidak usah. Dulu saya berangkat sebelum moratorium, saya berangkat resmi melalui PT Asani Nanda Mandiri," pesan Sumiati.

Baca juga: 34 TKI Asal NTT Meninggal di Malaysia Sepanjang 2018

Dokumen resmi

Kepala balai Pelayanan Penempatan Dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) NTB Joko Purwanto mengaku sangat bersyukur dan lega atas bebasnya dua TKW asal NTB dari hukuman mati. 

Dia juga lega kedua TKW bisa kembali ke kampung halaman di bulan Ramadhan jelang Hari Raya Idul Fitri.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X