Rektor UGM Panggil 2 Dosen yang Diduga Berafiliasi dengan Organisasi Terlarang

Kompas.com - 08/06/2018, 05:55 WIB
Rektor Universitas Gadjah Mada, Panut Mulyono ketika ditemui di Kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Kamis (12/4/2018).  KOMPAS.com/ MOH NADLIRRektor Universitas Gadjah Mada, Panut Mulyono ketika ditemui di Kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Kamis (12/4/2018).

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Rektor Universitas Gadjah Mada ( UGM) Panut Mulyono bakal memanggil dosen yang diduga berafiliasi dengan organisasi yang resmi dilarang di Indonesia. Sementara, baru dua dosen yang rencananya bakal dipanggil.

"Dulu kami tidak bisa cut karena organisasinya belum dilarang. Kalau sekarang sudah resmi terlarang. Kami mendapat data dari BIN (Badan Intelijen Negara)," ujar Panut saat ditemui usai menghadiri Pencanangan Bulan Pancasila di Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (06/06/2018)

Panut Mulyono menuturkan selain data dari BIN pihaknya juga mendapat masukan dari para dosen-dosen di UGM. Data-data yang masuk tersebut lantas dipelajari dan dilakukan pengecekan.

"Mengarah ke satu nama dan sudah saya panggil. Besok saya akan panggil kembali. Ada dua orang dosen, sementara," urainya.

Baca juga: Dosen ITS: Saya Bukan HTI, Saya Tidak Punya Kepentingan dengan HTI

Menurut Panut, UGM akan terus berupaya untuk menyadarkan dosen maupun mahasiswa yang berafiliasi dengan organisasi terlarang. Sebagai institusi pendidikan, UGM akan menggunakan metode pendekatan diskusi dan adu argumen.

Namun demikian, tidak menutup kemungkinan akan diberikan sanksi jika memang ada kode etik dosen atau kode etik mahasiswa yang dilanggar.

"Secara faktual saya sudah melakukan dialog, diskusi dan adu pemikiran ketika memanggil dosen yang terindikasi. Memang ada yang sudah menjadi keyakinannya ya tidak bisa berubah itu ada, yang masih bisa diluruskan juga ada," ujarnya.

Menurutnya dari diskusi bersama dosen yang terindikasi berafiliasi dengan organisasi terlarang, pada dasarnya tidak memahami dan mengetahui tentang sejarah lahirnya Pancasila.

Padahal, sejarah lahirnya Negara Indonesia dan Pancasila sebagai dasar negara ini tidak terlepas dari peran para kyai.

Baca juga: Perpres TKA Dikeluarkan, Rektor UGM Berharap Ada Banyak Dosen Asing

"Ketidaktahuan tentang akar sejarah ini membuat mudah dimasuki oleh paham-paham lain," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penahanan 9 Polisi Tersangka Kasus Tewasnya Zaenal Abidin Diperpanjang

Penahanan 9 Polisi Tersangka Kasus Tewasnya Zaenal Abidin Diperpanjang

Regional
Nyinyir di Facebook soal Penusukan Wiranto, Pegawai Undip Dipolisikan

Nyinyir di Facebook soal Penusukan Wiranto, Pegawai Undip Dipolisikan

Regional
Penghuni Rumah Tidak Tahu Barang yang Dititip R Adalah Bahan Pembuat Bom

Penghuni Rumah Tidak Tahu Barang yang Dititip R Adalah Bahan Pembuat Bom

Regional
Kisah Sebuah Sumur Kecil di Ladang yang jadi Asa Ratusan KK

Kisah Sebuah Sumur Kecil di Ladang yang jadi Asa Ratusan KK

Regional
Rabu Pagi, Kualitas Udara Sumbar Masuk Level Tidak Sehat

Rabu Pagi, Kualitas Udara Sumbar Masuk Level Tidak Sehat

Regional
Kronologi Pembunuhan 'Debt Collector' yang Tubuhnya Terpisah dari Kepala

Kronologi Pembunuhan "Debt Collector" yang Tubuhnya Terpisah dari Kepala

Regional
183 Warganya Keracunan Makanan, Bupati TTS Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa

183 Warganya Keracunan Makanan, Bupati TTS Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa

Regional
Siswi SMP yang Dicabuli Guru Les Vokal Sembunyikan Kehamilan hingga 8 Bulan

Siswi SMP yang Dicabuli Guru Les Vokal Sembunyikan Kehamilan hingga 8 Bulan

Regional
Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Regional
Kasus Pembunuhan 'Debt Collector': Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Kasus Pembunuhan "Debt Collector": Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Regional
4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

Regional
Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Regional
Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Regional
Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Regional
Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X