Kala Presiden Bandingkan Bandara Baru Ahmad Yani dengan Bandara Kertajati....

Kompas.com - 07/06/2018, 20:29 WIB
Presiden Joko Widodo berfoto di foto booth yang ada di terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Kamis (7/6/2018). Agus Suparto/Fotografer KepresidenanPresiden Joko Widodo berfoto di foto booth yang ada di terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Kamis (7/6/2018).

SEMARANG, KOMPAS.comPresiden RI Joko Widodo ( Jokowi) membandingkan hasil bangunan dari bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang dengan Bandara Kertajati, di Jawa Barat saat meresmikan terminal baru Ahmad Yani, Kamis (7/6/2018) sore tadi.

Presiden pun membandingkan kedua bandara yang baru diresmikan belakangan ini. Di depan para tamu undangan, Jokowi menyebut perbedaannya.

“Saya tadi terbang dari Bandara Kertajati Jabar, saya lihat dibanding dengan yang ini ya sama-sama bagusnya,” kata Presiden.

Tapi lingkungan lebih cantik di sini (Ahmad Yani),” ujar Presiden lagi.

Baca juga: Jokowi Resmikan Terminal Baru di Bandara Ahmad Yani

Perbandingan Presiden nampaknya cukup beralasan. Bandara yang dibangun sejak bulan Mei 2017 lalu dibangun diatas lahan rawa-rawa dan tetap memperhatikan lingkungan sekitarnya.

Dalam operasinya, terminal mengadopsi konsep eco-airport. Bangunan sebagian besar berdiri di atas air dan dikelilingi kolam, mulai dari gedung terminal, gedung parkir, dan wetland park area.

Jokowi pun melihat langsung sejumlah sudut terminal yang dapat menampung hingga 7 juta penumpang pertahun itu.

“Bandara udara lain saya terus ngecek, kalau ini saya tidak ngecek. Tahu-tahu sudah jadi. Arsitektur bandara bagus, lingkungannya cantik, hanya satu yang kurang enak, runway masih kurang panjang,” seloroh mantan gubernur DKI Jakarta ini.

Jauh sebelum terminal jadi, Jokowi bercerita soal kesedihan melihat terminal Ahmad Yani yang lama. Berstatus sebagai bandara internasional, namun terminal terlihat kecil dan kumuh.

Baca juga: Tak Pernah Cek, Jokowi Kaget Terminal Baru di Bandara Ahmad Yani Jadi

“4 tahun lalu saya gunakan terminal lama, sedih saya. Katanya airport internasional tapi kayak gini. Desak-seakan, bangunannya kumuh. Bertahan-tahun gak dibangun, itu ada apa?,” ucap Presiden.

“2 tahun lalu saya perintah menteri BUMN, melalui Angkasa Pura coba dihitung tidak bisa dibangun secepatnya AirPort Ahmad Yani. Apapun, Jateng ini saya berasal,” tambahnya.

Pria yang mengenakan kemeja putih ini juga bilang mengapa lama membangun bandara di Semarang. Itu tak lain karena dia tidak ingin melihat daerah lain iri dengan Jawa Tengah.

“Kalau saya langsung bangun 4 tahun lalu, bandara lain yang belum pasti bilang presiden hanya pentingkan Jateng. Makanya, lainnya dimulai dulu,” tambahnya.

“Saya kaget, targetnya akhir Desember selesai, tapi lihat selesai dan bisa digunakan. Alhamdulillah,” pungkasnya. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prajurit TNI Masuk Gorong-gorong di Sumedang, Angkut 5 Kuintal Sampah, Ini Faktanya

Prajurit TNI Masuk Gorong-gorong di Sumedang, Angkut 5 Kuintal Sampah, Ini Faktanya

Regional
Kisah Perempuan Asal Sorong yang Tidak Bisa Bangun Gara-gara Vertigo

Kisah Perempuan Asal Sorong yang Tidak Bisa Bangun Gara-gara Vertigo

Regional
Kisah Ibu Tunanetra Dampingi Anak Sekolah Daring Saat Pandemi: Ada Perasaan Waswas...

Kisah Ibu Tunanetra Dampingi Anak Sekolah Daring Saat Pandemi: Ada Perasaan Waswas...

Regional
Libur Panjang di Puncak, Kendaraan yang Abai Protokol Kesehatan Diminta Putar Balik

Libur Panjang di Puncak, Kendaraan yang Abai Protokol Kesehatan Diminta Putar Balik

Regional
Dinilai Merugikan, Puluhan Warga di Luwu Hentikan Paksa Aktivitas Galian C

Dinilai Merugikan, Puluhan Warga di Luwu Hentikan Paksa Aktivitas Galian C

Regional
IPB: Dana Riset Dasar Minim hingga Kurang Diminati, Indonesia Terancam Impor Riset Negara Lain

IPB: Dana Riset Dasar Minim hingga Kurang Diminati, Indonesia Terancam Impor Riset Negara Lain

Regional
Detik-detik 2 Santri Terseret Air Bah karena Ingin Tolong Teman, 1 Tewas, 1 Hilang

Detik-detik 2 Santri Terseret Air Bah karena Ingin Tolong Teman, 1 Tewas, 1 Hilang

Regional
Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Terpapar Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Sesuai Prosedur

Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Terpapar Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Sesuai Prosedur

Regional
Tak Lagi Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Berencana Buka Objek Wisata

Tak Lagi Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Berencana Buka Objek Wisata

Regional
3 Hari Keluar Kota, Warga Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab Negatif Covid-19 Saat Kembali ke Surabaya

3 Hari Keluar Kota, Warga Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab Negatif Covid-19 Saat Kembali ke Surabaya

Regional
4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

Regional
'Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan'

"Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

Regional
Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Regional
Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X