BPPTKG: Ada Material Lama Terlontar saat Merapi Meletus Mei 2018

Kompas.com - 07/06/2018, 08:45 WIB
Petugas memantau aktivitas kondisi Gunung Merapi pasca kenaikan status dari normal menjadi waspada dengan radio komunikasi di kawasan Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (22/5). Akibat meningkatnya status Gunung Merapi, BPPTKG mengimbau masyarakat yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana III untuk meningkatkan kewasapadaan. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/ama/18. ANTARA FOTO/Andreas Fitri AtmokoPetugas memantau aktivitas kondisi Gunung Merapi pasca kenaikan status dari normal menjadi waspada dengan radio komunikasi di kawasan Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (22/5). Akibat meningkatnya status Gunung Merapi, BPPTKG mengimbau masyarakat yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana III untuk meningkatkan kewasapadaan. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/ama/18.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG) Yogyakarta memberikan keterangan soal letusan Gunung Merapi pada 1 Mei 2018 yang berbeda dari letusan efusif (meleleh) seperti biasanya. 

BPPTKG memastikan, pada letusan Merapi 1 Mei 2018 pukul 08.20 WIB tersebut, ada material balistik atau material jatuhan yang masih panas yang terlontar keluar saat terjadi letusan. Hal itu terlihat dari pos pengamatan di Jrakah dan Babadan. 

Lontaran tersebut menimbulkan asap putih di area hutan di sektor barat. Lontaran material balistik tersebut memang terpantau membakar vegetasi di sektor Barat Laut puncak Merapi. 

Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida mengatakan, material balistik tersebut dipastikan BPPTKG merupakan material lama.

Baca juga: BPPTKG Tegaskan Status Merapi Masih Waspada

 

"Material yang terlontarkan itu material lama, masih hasil rombakan dari dalam kondoit (saluran) Gunung Merapi," kata Hanik dalam jumpa pers BPPTKG, Rabu (6/6/2018). 

Letusan 11 Mei 2018

Sementara itu Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG Yogyakarta Agus Budi Santoso menuturkan, jarak lontaran material sampai sejauh ini masih di bawah radius aman yang ditetapkan.

"Jarak lontarannya sejauh ini masih dibawah 2 km, sedangkan daerah aman yang kita ditetapkan di luar radius 3 km," ungkapnya.

Agus menyampaikan, pada letusan tanggal 11 Mei 2018 juga terjadi lontaran material ke arah Selatan. Material lontaran yang disebut dengan Balistik ini mengenai boks alat di stasiun monitoring pemantuan.

Baca juga: Viral Foto Pre Wedding Berlatar Merapi Meletus, Bukan Hal Disengaja

"Boks alat yang sebenarnya sudah kuat didesain untuk outdoor itu sampai terbakar, tembus sampai dalam dan akinya meleleh," tandasnya.

Lontaran material atau balistik, imbuhnya, memang sangat panas. Sehingga ketika terlontar dan jatuh bisa membakar.

"Sebagai gambaran, gasnya ketika kita bisa mengukur langsung di lubang solfatar itu mencapai 800 derajat, jadi wajar kalau kemudian di dalamnya lebih panas lagi, ketika terlontar dia bisa membakar," ujarnya. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Temuan 28 Kasus Positif Covid-19, Pemkot Tegal Tak Terapkan PSBB

Temuan 28 Kasus Positif Covid-19, Pemkot Tegal Tak Terapkan PSBB

Regional
Pencarian Warga Amerika yang Hilang di Teluk Ambon Terkendala

Pencarian Warga Amerika yang Hilang di Teluk Ambon Terkendala

Regional
Kisah Nenek Uho, Sakit Sendirian, Ditemukan Pakai Sarung Bercampur Kotoran Hewan

Kisah Nenek Uho, Sakit Sendirian, Ditemukan Pakai Sarung Bercampur Kotoran Hewan

Regional
KA Pandanwangi Beroperasi Lagi, Penumpang Tak Perlu Rapid Test

KA Pandanwangi Beroperasi Lagi, Penumpang Tak Perlu Rapid Test

Regional
Tas Berisi Dana Desa Dicuri di Tempat Penitipan Toko, Uang Rp 161 Juta Raib

Tas Berisi Dana Desa Dicuri di Tempat Penitipan Toko, Uang Rp 161 Juta Raib

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Agustus 2020

Regional
5 Fakta Baru Kasus Fetish Kain Jarik Berkedok Riset, Mengaku Ada 25 Korban dan Dijerat UU ITE

5 Fakta Baru Kasus Fetish Kain Jarik Berkedok Riset, Mengaku Ada 25 Korban dan Dijerat UU ITE

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Agustus 2020

Regional
Jawaban Wakil Wali Kota Tegal soal Pencitraan hingga Sembunyikan Data

Jawaban Wakil Wali Kota Tegal soal Pencitraan hingga Sembunyikan Data

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Agustus 2020

Regional
Saat Gubernur Edy Rahmayadi Mantu di Tengah Pandemi...

Saat Gubernur Edy Rahmayadi Mantu di Tengah Pandemi...

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 8 Agustus 2020

Regional
Dendam dengan Orangtua, Pemuda Ini Bunuh dan Cabuli Anaknya

Dendam dengan Orangtua, Pemuda Ini Bunuh dan Cabuli Anaknya

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 8 Agustus 2020

Regional
2 Poliklinik di RSUD Aceh Tamiang Ditutup, 59 Tenaga Medis Dites Swab

2 Poliklinik di RSUD Aceh Tamiang Ditutup, 59 Tenaga Medis Dites Swab

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X