Pengelola Parkir yang Naikkan Tarif Parkir Selama Lebaran Akan Ditindak Tegas

Kompas.com - 06/06/2018, 00:03 WIB
Ilustrasi parkir. ThinkstockIlustrasi parkir.

SOLO, KOMPAS.com - Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo akan memberikan sanksi tegas kepada pengelola parkir yang kedapatan menaikkan tarif parkir selama Lebaran.

Bahkan, ia mengancam melarang pengelola parkir mengikuti lelang tempat parkir.

"Ketika menaikkan tarif parkir ada sanksinya. Sanksinya apa ya besok umpamnya tidak boleh ikut lelang. Tidak boleh mendapatkan lahar parkir dan sebagainya," tegas pria yang akrab disapa Rudy di Solo, Jawa Tengah, Selasa (5/6/2018).

Sanksi berupa larangan tidak boleh ikut lelang tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban tehadap para pengelola parkir karena menaikkan tarif parkir yang tidak sesuai ketentuan.

"Jangan sampai (pemudik) datang ke Solo dimintai parkir Rp 10.000. Bagi mereka mungkin kecil, namun ini melampaui tarif yang telah ditentukan," tegasnya.

Baca juga: Untuk THR, Juru Parkir di Solo Dibebaskan dari Uang Setoran Harian Jelang Lebaran

Untuk itu, pihaknya menegaskan, jangan sampai ada petugas parkir yang memanfaatkan momen Lebaran untuk meraup untung dengan manarik parkir melebihi ketentuan.

"Kalau ada petugas parkir yang memungut parkir melebihi tarif yang ada, ya sanksinya kepada pengelola. Jangan dibiarkan terus seperti ini. Pengelola tetap menjalankan tugas, jadi petugas dan pengelola harus sama," terang dia.

"Jangan hanya mencari kesenangan sesaat, tapi kita rugi setahun. Kalau enggak diperbolehkan mengikuti lelang pengelola, enggak dapat pekerjaan. Petugasnya juga sama tidak mendapatkan pekerjaan," tambahnya.

Baca juga: Patok Tarif Rp 20.000 Per Mobil, 16 Juru Parkir di Pasar Grosir Makassar Ditangkap Polisi

Sementara itu, Ketua Asosiasi Parkir Surakarta (Asparta), Ngadiyo mengatakan, pihaknya berusaha agar petugas parkir tidak menaikkan tarif parkir melebihi aturan yang ditentukan selama Lebaran. Selain itu, pihaknya juga mengantisipasi adanya petugas parkir dadakan.

"Contohnya, kita melihat di depan PGS (pusat grosir Solo) sering terjadi pelanggaran, jelas-jelas di sana enggak boleh untuk lokasi parkir, malahan digunakan untuk parkir. Karena digunakan untuk parkir, banyak kendaraan yang digembok," beber Ngadiyo.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Regional
Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, Padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi dan Obesitas

Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, Padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi dan Obesitas

Regional
19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

Regional
Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Regional
Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Regional
Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Regional
Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Regional
Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Regional
Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X