Terinspirasi Film Porno, Seorang Ayah Hamili Anak Kandungnya - Kompas.com

Terinspirasi Film Porno, Seorang Ayah Hamili Anak Kandungnya

Kompas.com - 05/06/2018, 16:58 WIB
IlustrasiKOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO Ilustrasi

BENGKULU, KOMPAS.com - RE (40) warga Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, diringkus Polres Lebong. Ia ditangkap karena menghamili anak kandungnya.

Hasil pemeriksaan Polres Lebong, pelaku berbuat bejat terhadap anaknya yang berusia 16 tahun karena sering menonton film porno.

Pejabat Sementara Kasat Reskrim Iptu Teguh Ari Aji membenarkan kejadian tersebut.

Bahkan saat ini, pelaku menjalani pemeriksaan intensif Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lebong.

"Saat ini pelaku diperiksa intensif," kata Teguh, Selasa (5/6/2018).

Baca juga: Terjadi Aksi Pengejaran Petugas KPK terhadap Seorang Pejabat di Purbalingga

Tindakan RE terungkap saat istrinya mencurigai tubuh anak kandungnya. Tubuh sang anak memperlihatkan ciri-ciri fisik orang hamil.

Ibu korban kemudian memeriksakan anaknya ke puskesmas terdekat. Hasilnya, sang anak positif hamil 8 bulan.

Dari pengakuan korban didapati bahwa yang menghamilinya adalah ayah kandungya sendiri. Ibu korban langsung melaporkan kejadian ini ke Mapolres Lebong.

Dari pengakuan pelaku kepada polisi, pencabulan dilakukan sebanyak 8 kali. Umumnya dilakukan saat rumah sepi yakni kamar mandi dan kamar tidur korban.

Bengkulu Darurat Inses

Menurut data yang dirilis Women Crisis Centre (WCC) Cahaya Perempuan Bengkulu, kekerasan seksual yang dialami perempuan dan anak sejak 2011 hingga 2013 tercatat 238 kasus.

Jumlah tertinggi kekerasan seksual terjadi saat pacaran, inses, pemerkosaan, dan perdagangan manusia (human trafficking) tujuan seksual.

"Jumlah tersebut untuk yang melaporkan ke WCC Cahaya Perempuan saja," kata Direktur WCC Cahaya Perempuan Bengkulu Tety Sumeri di Bengkulu.

"Artinya, data ini belum dari instansi penegak hukum lain. Bisa jadi lebih banyak. Ini fenomena gunung es (tampak ujungnya saja), sesungguhnya yang terjadi lebih banyak," imbuhnya.

Baca juga: Vonis 9 Tahun Penjara untuk Aa Gatot dalam Kasus Pencabulan Anak

Ia menjelaskan, sepanjang 2011-2013 terdapat 238 kasus. Peringkat pertama diisi kekerasan seksual saat pacaran yang mencapai 42 persen.

Lalu inses 31 persen, pemerkosaan 20 persen, dan terakhir human trafficking tujuan seksual sebesar 7 persen.

"Bengkulu masuk dalam zona merah atau banyak ditemukan, khusus untuk kasus inses," tambah dia.

Faktor penyebab tingginya angka inses antara lain kemiskinan, pendidikan, lingkungan, dan faktor psikologis.

"Oleh karena itu, Bengkulu harus dinyatakan darurat inses, dan pemerintah harus mengambil sikap," tambah Tety.

Kompas TV Setahun berprofesi sebagai dukun cabul pada Jumat 20 April sejumlah anggota ormas mencokok A-R dari dalam rumah.



Terkini Lainnya

Pemerintah Negosiasi Ulang Pengembangan Jet Tempur KFX/IFX dengan Korsel

Pemerintah Negosiasi Ulang Pengembangan Jet Tempur KFX/IFX dengan Korsel

Nasional
Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi CPNS Kemensetneg Ditunda

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi CPNS Kemensetneg Ditunda

Nasional
Anggaran untuk Bangun Rusunami DP 0 Rupiah di Cilangkap Rp 350 Miliar

Anggaran untuk Bangun Rusunami DP 0 Rupiah di Cilangkap Rp 350 Miliar

Megapolitan
Berfoto dengan Kontestan Israel, Gelar Miss Earth Lebanon Dicopot

Berfoto dengan Kontestan Israel, Gelar Miss Earth Lebanon Dicopot

Internasional
Kisah Pasukan Oranye Jual Stiker demi Membantu Korban Gempa Sulawesi Tengah...

Kisah Pasukan Oranye Jual Stiker demi Membantu Korban Gempa Sulawesi Tengah...

Megapolitan
Saksikan Rekonstruksi, Ketua DPR Pastikan Tembakan Peluru karena Ketidaksengajaan

Saksikan Rekonstruksi, Ketua DPR Pastikan Tembakan Peluru karena Ketidaksengajaan

Nasional
Transjakarta Buka Rute Baru dari Stasiun Tanah Abang ke Stasiun Gondangdia

Transjakarta Buka Rute Baru dari Stasiun Tanah Abang ke Stasiun Gondangdia

Megapolitan
Kepala Lapas Pamekasan: Saat Pembalut Dibuka, Ternyata Isinya Handphone...

Kepala Lapas Pamekasan: Saat Pembalut Dibuka, Ternyata Isinya Handphone...

Regional
Rusunami DP 0 Rupiah di Cilangkap Dibangun April 2019, Totalnya 900 Unit

Rusunami DP 0 Rupiah di Cilangkap Dibangun April 2019, Totalnya 900 Unit

Megapolitan
Eddy Soeparno: PAN Harus Kuat di Legislatif agar Pemerintahan Prabowo Efektif

Eddy Soeparno: PAN Harus Kuat di Legislatif agar Pemerintahan Prabowo Efektif

Nasional
Bupati Asmat Kirim Kontingen ke Pesparani Katolik Nasional Pertama di Ambon

Bupati Asmat Kirim Kontingen ke Pesparani Katolik Nasional Pertama di Ambon

Regional
Palang Merah Italia Gelar Konser Amal, Bantu Korban Bencana di Sulteng

Palang Merah Italia Gelar Konser Amal, Bantu Korban Bencana di Sulteng

Internasional
Beredar Pesan soal Situs Cek Status Pemilih pada Pemilu 2019, Ini Kata KPU

Beredar Pesan soal Situs Cek Status Pemilih pada Pemilu 2019, Ini Kata KPU

Nasional
14 Tahun Terakhir, Sebanyak 79 Kepala Daerah Ditangkap KPK

14 Tahun Terakhir, Sebanyak 79 Kepala Daerah Ditangkap KPK

Regional
Polisi: Kerangka Pria Bertapa Beralas Sajadah, Diduga Meninggal Saat Jalankan Ritual

Polisi: Kerangka Pria Bertapa Beralas Sajadah, Diduga Meninggal Saat Jalankan Ritual

Regional
Close Ads X