Polisi Gerebek 3 Lokasi Pembuatan Senpi Rakitan di Ogan Komering Ilir

Kompas.com - 05/06/2018, 11:08 WIB
Kasat Reskrim Polsek OKI AKP Agus Prihadinika menunjukkan barang bukti pistol rakitan dan amunisi yang disita dari pembuat dan pemilik senpi rakitan setelah dilakukan penggerebekan oleh personel Satreskrim Polres OKI, Selasa (5/6/2018) KOMPAS.com/Amriza NursatriaKasat Reskrim Polsek OKI AKP Agus Prihadinika menunjukkan barang bukti pistol rakitan dan amunisi yang disita dari pembuat dan pemilik senpi rakitan setelah dilakukan penggerebekan oleh personel Satreskrim Polres OKI, Selasa (5/6/2018)

KAYUAGUNG, KOMPAS.com - Tim Satreskrim Polres Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel) menggerebek tiga lokasi pembuatan senjata api (senpi) rakitan di tiga kecamatan.

Hasilnya, polisi mengamankan 2 orang pembuat senpi rakitan dan 3 orang pemiliknya. Polisi juga menyita lima buah pistol rakitan dan peralatan pembuatnya.

Kelima orang itu terancam undang-undang darurat dengan hukuman seumur hidup atau maksimal hukuman mati.

Empat dari kelima orang itu ditunjukkan ke pada wartawan di Mapolres Ogan Komering Ilir beserta barang bukti pistol rakitan, belasan butir amunisi dan peralatan pembuatan senpi pada Selasa (5/6/2018). 

Baca juga: Shalawatan Dikira Karaoke, Bule di Bogor Marah-marah ke Warga

Satu orang terlihat pincang setelah kakinya ditembus timah panas polisi karena berusaha melawan saat hendak ditangkap.

Kasat Reskrim Polres OKI AKP Agus Prihadinika Selasa (5/6/2018) mengatakan, tiga lokasi yang digerebek masing-masing di Kecamatan Pangkalan Lampam, Sungai Menang dan Kecamatan Pampangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Agus yang juga mantan Kasat Reskrim Muara Enim, penggerebekan itu adalah dalam rangka Operasi Senpi Musi 2018 dan untuk menekan angka kejahatan dengan menggunakan senjata api rakitan di Kabupaten OKI.

“Dari kelima orang yang tertangkap, dua orang adalah pembuat senpira dan tiga orang yang menguasai dan memiliki. Penggerebekan ini dalam rangka Operasi Senpi Musi 2018, guna menciptakan rasa aman bagi warga yang menjalankan ibadah puasa dan saat arus mudik nanti,” kata Agus. 

Baca juga: Ada Aksi Kejar-kejaran antara Petugas KPK dengan Seorang Pejabat di Purbalingga

Sementara Dayat, salah seorang tersangka pembuat senpi rakitan mengatakan, ia sudah membuat tujuh buah senpira. Untuk satu senpi rakitan jenis pistol Dayat bisa menyelesaikannya dalam waktu dua minggu.

Dayat yang sehari-hari bekerja di bengkel tersebut mengaku membuat berdasarkan pesanan, dengan harga Rp 1,5 juta-Rp 2,5 juta untuk satu senpi rakitan.

“Saya sehari bekerja di bengkel pak, cara membuat pistol rakitan dulu diajari orang tua saya. Saya membuat pistol nunggu ada pesanan dengan harga Rp 1,5 juta-Rp 2,5 juta untuk pistol yang bagus,” katanya

Atas perbuatannya, Dayat dan keempat orang lainnya terancam undang-undang darurat, dengan ancaman hukuman seumur hidup hingga maksimal hukuman mati. 

Baca juga: Hentikan Pengendara Motor Saat Razia, Kapolsek Kertapati Ditabrak hingga Terpental

Kompas TV Jenazah pelaku dibawa ke rumah sakit RSUD Daerah Gresik untuk dilakukan otopsi.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.