Rektor Universitas Riau: Kami Akui Kecolongan... Halaman 1 - Kompas.com

Rektor Universitas Riau: Kami Akui Kecolongan...

Kompas.com - 05/06/2018, 08:00 WIB
Kapolda Riau Irjen Pol Nandang (tengah) didampingi  Rektor Universitas Riau Aras Mulyadi (kiri) menjelaskan kronologis penangkapan terduga jaringan teroris  di Mapolda Riau, Sabtu (2/6/2018) malam. Tim Densus 88 dan Polda Riau berhasil mengamankan tiga orang terduga teroris yang merupakan alumni Universitas Riau  pada Sabtu siang di Gelanggang Mahasiswa UNRI beserta barang bukti yaitu empat bom yang sudah siap ledak, delapan macam serbuk bahan peledak dan dua busur panah. Bom tersebut direncanakan akan diledakan di  DPRD Provinsi Riau dan DPR RI.ANTARA FOTO/RONY MUHARRMAN Kapolda Riau Irjen Pol Nandang (tengah) didampingi Rektor Universitas Riau Aras Mulyadi (kiri) menjelaskan kronologis penangkapan terduga jaringan teroris di Mapolda Riau, Sabtu (2/6/2018) malam. Tim Densus 88 dan Polda Riau berhasil mengamankan tiga orang terduga teroris yang merupakan alumni Universitas Riau pada Sabtu siang di Gelanggang Mahasiswa UNRI beserta barang bukti yaitu empat bom yang sudah siap ledak, delapan macam serbuk bahan peledak dan dua busur panah. Bom tersebut direncanakan akan diledakan di DPRD Provinsi Riau dan DPR RI.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Rektor Universitas Riau Aras Mulyadi masih terkejut dengan penangkapan tiga terduga teroris di kawasan kampus pada Sabtu (2/6/2018).

Apalagi, ketiganya adalah alumni kampus yang disebut sudah sebulan berada di area kampus, tepatnya di homestay di kawasan gelanggang mahasiswa FISIP Universitas Riau. Dia pun mengaku kecolongan dengan keberadaan jaringan terduga teroris di lingkungan kampus.

"Kami akui kecolongan karena tidak ada apa-apa sebelumnya," tutur Aras, Senin (4/6/2018).

Baca juga: Kapolda Riau: Polisi Bukan Gerebek Pencuri Ayam, Ini Kejahatan Extraordinary

Aras mengaku, dia baru mengetahuinya setelah Densus 88 Mabes Polri dan Polda Riau menangkap tiga terduga teroris yang masing-masing berinisial ZM alias Jack, RB dan OS tersebut.

"Kami terkejut dengan kejadian (penangkapan) itu. Selama ini tidak ada yang mencurigakan dari gelanggang mahasiswa FISIP," katanya.

Kendati demikian, dia berharap tidak ada mahasiswa aktif yang terlibat jaringan teroris tersebut.

Belajar seperti biasa

Aras lalu mengatakan, penangkapan terduga teroris pada hari Sabtu itu sempat menghebohkan warga kampus. Namun, setelahnya, aktivitas belajar-mengajar di kawasan kampus berlangsung seperti biasa.

"Situasi kampus biasa-biasa saja. Mahasiswa tidak ada takut. Mereka tetap ada belajar di bawah pohon maupun di taman," ungkap Aras.

Baca juga: Sabtu Mengejutkan di Universitas Riau, 3 Terduga Teroris dan Bom yang Dirakit di Kampus

Dia mengatakan, para mahasiswa sendiri juga mengaku tidak mengetahui adanya aktivitas para terduga teroris.

"Selama ini aman-aman saja. Tidak ada kejadian teror. Jadi mahasiswa biasa saja, tetap belajar. Apalagi sekarang sedang ujian akhir semester," ucapnya.

Meskipun demikian, lanjut dia, pihaknya telah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi tumbuhnya bibit-bibit radikalisme di lingkungan kampus.

"Kami sudah siapkan langkah-langkah antisipasi dan meningkatkan kewaspadaan," ungkap Aras.


Page:
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X