Komplotan Pencuri Embat Ternak Milik Anak Yatim Piatu di Gresik

Kompas.com - 04/06/2018, 21:30 WIB
Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro (kiri) memberikan santunan kepada kakak beradik yatim piatu, yang sapi miliknya ikut hilang dicuri. KOMPAS.com/HamzahKapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro (kiri) memberikan santunan kepada kakak beradik yatim piatu, yang sapi miliknya ikut hilang dicuri.

GRESIK, KOMPAS.com – Tiga pencuri hewan ternak di Kabupaten Gresik, khususnya yang berada di wilayah utara Gresik dalam beberapa bulan terakhir, diamankan aparat kepolisian.

Mereka adalah N (41), warga Desa Kedungdadi, Kecamatan Sugio, Lamongan. FA (25) dan HS (26), warga Desa Karangrejo, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik.

Ketiganya mencuri sapi dan kambing milik warga Gresik yang berada di Kecamatan Ujungpangkah, Panceng, serta Bungah.

“Dari laporan yang sudah diterima Polsek Ujungpangkah, Panceng, dan Bungah, ada 12 kasus. Tujuh laporan pencurian di wilayah Polsek Ujungpangkah, tujuh di Polsek Panceng, serta dua di Polsek Bungah,” ujar Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro, Senin (4/6/2018).

Baca juga: Kisah Soesilo Toer, Adik Pramoedya Ananta Toer yang Bergelar Doktor dan Kini Jadi Pemulung (1)

Adapun total hewan ternak yang dilaporkan hilang mencapai 20 ekor sapi dan 13 kambing.

Termasuk di antaranya, sapi milik Muhammad Fajar Assodikin (16) dan Aidatul Fitri Zuhriyah (10).

Sapi milik kakak-beradik yatim piatu itu dititipkan di kandang milik sang paman, Afuan (53) warga Dusun Druju, Desa Pangkahkulon, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik.

“Mereka bertiga mulai beroperasi sejak Oktober 2017. Tidak hanya mencuri sapi dan kambing warga, tapi juga sapi milik dua anak yatim piatu yang dirawat oleh pamannya. Kasihan,” tuturnya.

Aparat polisi, sambung Wahyu, berhasil mengungkap serta mengamankan komplotan pencuri ternak atas bantuan informasi yang diberikan masyarakat.

Baca juga: Melawan Saat Ditangkap, Pencuri dan Pemerkosa di Pasar Minggu Ditembak Polisi

 

Sehingga komplotan tersebut berhasil dibekuk jajaran kepolisian saat sedang menurunkan kambing hasil curian di area waduk di Kecamatan Pucuk, Lamongan.

“Pada saat diamankan, mereka tengah menurunkan sebanyak 13 kambing hasil curian dari mobil Toyota Avanza yang mereka sewa, akhir bulan kemarin (Mei 2018)," ucapnya.

"Selain itu, dari pengakuan para pelaku juga biasa menjual ternak hasil curiannya di Pasar Lamongan, dengan harga lebih murah dari harga yang ada di pasaran,” tambahnya.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 363 ayat 1 ke-1 dan 4 KUHP tentang Pencurian, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Selain mengamankan 13 kambing, polisi juga menahan Toyota Avanza nopol W 1712 CI sebagai barang bukti.

“Kami juga masih mengembangkan kasus ini, karena masih ada satu pelaku lain yang belum tertangkap, berinisial AY,” pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

MLTR Mendapat Sambutan Hangat Saat Konser di Semarang

MLTR Mendapat Sambutan Hangat Saat Konser di Semarang

Regional
Fakta Lengkap Banjir dan Longsor di Agam, Diduga karena Pembalakan Liar hingga Tetapkan Status Tanggap Darurat

Fakta Lengkap Banjir dan Longsor di Agam, Diduga karena Pembalakan Liar hingga Tetapkan Status Tanggap Darurat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Respon Wishnutama soal Bali Tak Layak Dikunjungi | Driver Ojek Online Minta Maaf

[POPULER NUSANTARA] Respon Wishnutama soal Bali Tak Layak Dikunjungi | Driver Ojek Online Minta Maaf

Regional
Fakta Bali Disarankan Tak Dikunjungi Pada 2020, Tanggapan Pemerintah hingga Akan Kumpulkan Pelaku Pariwisata

Fakta Bali Disarankan Tak Dikunjungi Pada 2020, Tanggapan Pemerintah hingga Akan Kumpulkan Pelaku Pariwisata

Regional
Angin Puting Beliung di Enrekang, 6 Rumah Rusak, 1 Nyaris Roboh

Angin Puting Beliung di Enrekang, 6 Rumah Rusak, 1 Nyaris Roboh

Regional
Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Regional
Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Regional
Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Regional
Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Regional
Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Regional
Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Regional
Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Regional
Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Regional
Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Regional
Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X