Kapolda Riau: Polisi Bukan Gerebek Pencuri Ayam, Ini Kejahatan "Extraordinary" - Kompas.com

Kapolda Riau: Polisi Bukan Gerebek Pencuri Ayam, Ini Kejahatan "Extraordinary"

Kompas.com - 04/06/2018, 07:25 WIB
Petugas bersiaga pada saat penggeledahan gelanggang mahasiswa di kampus Universitas Riau terkait dugaan penangkapan teroris, Sabtu (2/6/2018).KOMPAS.com/Idon Tanjung Petugas bersiaga pada saat penggeledahan gelanggang mahasiswa di kampus Universitas Riau terkait dugaan penangkapan teroris, Sabtu (2/6/2018).

PEKANBARU, KOMPAS.com — Kapolda Riau Irjen Nandang menegaskan bahwa polisi menurunkan tim Densus 88 bersenjata dan berpakaian lengkap karena hendak menangkap terduga teroris di kampus Universitas Riau, Sabtu (2/6/2018).

Penegasan ini diberikan Nandang setelah muncul kritik terhadap polisi yang masuk kampus dengan senjata lengkap.

"Berkaitan penggerebekan di kampus menggunakan senjata laras panjang karena yang digerebek bukan pencuri ayam. Tapi, salah satu bentuk kejahatan extraordinary atau kejahatan yang sangat meresahkan bangsa-bangsa di dunia ini," ujar Nandang saat konferensi pers di Mapolda Riau, Sabtu (2/6/2018).

Baca juga: Sabtu Mengejutkan di Universitas Riau, 3 Terduga Teroris dan Bom yang Dirakit di Kampus

Oleh karena itulah, lanjut dia, senjata dan pengaman lengkap dibutuhkan tim Densus 88 dari Mabes Polri dan Polda Riau.

Ketiga terduga teroris yang ditangkap Densus 88 dan Polda Riau adalah BI, ED, dan ZA. Mereka merupakan alumni  Universitas Riau.

"Mereka merakit bom di gelanggang mahasiswa. Jadi pas penangkapan dan penggeledahan kita harus bersiaga," tutur Nandang.

Bersama ketiganya, tim polisi menyita empat unit bom rakitan aktif yang rencananya akan diledakkan di kantor DPRD Riau dan DPR RI.

"Ini sama dengan bom (bunuh diri) di Polresta Surabaya. Sangat sensitif," kata Nandang.

Baca juga: 3 Terduga Teroris di Universitas Riau Berencana Ledakkan Bom di Kantor DPRD dan DPR RI

Oleh karena itu, pihaknya harus berhati-hati saat melakukan penangkapan terhadap pelaku dan menjinakkan bom tersebut.

" Bom rakitan sudah kami jinakkan. Sudah dipisahkan bahan-bahannya," kata Nandang.

Pihak kepolisian memastikan bahwa hingga saat ini hanya tiga terduga teroris yang ada di kawasan kampus Universitas Riau.

Ketiga pelaku kini diperiksa tim Satgas yang sudah dibentuk Polda Riau untuk menangani kasus khusus teroris.

"Kami bersama-sama dengan Densus melakukan penyidikan para pelaku. Mereka kami amankan di tempat khusus di sini (Riau)," ungkap Nandang.

Baca juga: Rencana Teror Bom untuk DPR dan DPRD Riau dari Gelanggang Mahasiswa

Pihak kepolisian saat ini masih mendalami motif terkait rencana pengeboman kantor DPRD Riau dan DPR RI.

"Terduga pelaku juga berencana melakukan amaliyah. Ini yang sedang kami dalami," tambah Nandang.

Sebelumnya, tiga terduga teroris ditangkap Densus 88 Anti-Teror Mabes Polri dan Polda Riau di kawasan kampus Universitas Riau, Sabtu (2/6/2018).

Kemudian petugas menggeledah gelanggang mahasiswa hingga menemukan bom rakitan aktif, busur panah beserta anaknya, senapan angin, dan bermacam jenis serbuk mesiu atau bahan peledak.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X