Dialek Bahasa Jadi Alasan Keluarga Frantinus Bawa Pengacara dari Papua

Kompas.com - 02/06/2018, 18:20 WIB
Frantinus Nirigi saat ditemui diruang Korwas PPNS Polda Kalbar (31/5/2018) KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWANFrantinus Nirigi saat ditemui diruang Korwas PPNS Polda Kalbar (31/5/2018)

PONTIANAK, KOMPAS.com - Diaz Gwijangge, abang ipar Frantinus Narigi mengungkapkan alasan pihak keluarga membawa tim kuasa hukum dari Papua untuk menangani proses hukum yang menjerat Frantinus saat ini.

Dialek bahasa serta kedekatan emosional, sebut Diaz, merupakan salah satu alasan pihak keluarga membawa langsung pengacara dari Papua.

“Lebih dekat dengan hubungan emosional dan bahasa, sehingga memudahkan untuk berkomunikasi dengan adik kami (Frantinus) ini dalam bahasa daerah dan bisa dipahami,” ujar Diaz, Sabtu (2/6/2018) sore.

Diaz menambahkan, hal tersebut juga diharapkan untuk lebih memudahkan dalam proses penyidikan maupun pendampingan hukum. Karena menurutnya, pengacara dari Papua tersebut lebih bisa mengerti baik itu secara kultur maupun dialek bahasa.

Baca: Bawa Pengacara dari Papua, Keluarga Frantinus Kawal Kelanjutan Proses Hukum

“Karena kadang-kadang kami di Papua bilang B, orang di wilayah barat atau dialek daerah lainnya dengar Bu atau Bom dan lain sebagainya, seperti yang kemarin terjadi,” ungkapnya.

Selain itu, menurut Diaz, Frantinus merupakan sosok yang tidak banyak bicara dan dikenal pendiam.

“Dan ini saya kira musibah. Pihak keluarga di Papua maupun kami yang datang ke sini, sebenarnya menginginkan masalah ini bisa diselesaikan tidak di ranah hukum” pungkasnya.

"Tapi karena prosesnya sudah jalan dan sudah ditetapkan sebagai tersangka, ya kami ikuti prosesnya sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” tambahnya.

Terkait dengan penangguhan penahanan yang rencananya akan dilakukan kuasa hukum sebelumnya sembari menanti kedatangan pihak keluarga, Diaz menyebutkan hal tersebut menjadi dilematis bagi pihaknya. Lantaran, menurutnya, pihak keluarga sudah jelas tidak menginginkan Frantinus menjadi seorang tersangka.

“Apalagi penetapan tersangka Frantinus dilakukan secara sepihak sebagai tersangka tunggal, itu aneh,” katanya.

Karena, sambung Diaz, Frantinus diamankan ditengah keramaian atau tempat publik, bukan seperti seorang pencuri yang ditangkap dijalanan.

“Jadi saya kira ada orang lain, entah itu statusnya sebagai saksi atau pelaku, kita tidak tau. Tapi yang jelas dia tidak sendirian saat berada disitu,” tegasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Regional
Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan 'Sentra Padi Subang'

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan "Sentra Padi Subang"

Regional
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.