Putra Marianus Sae Sampaikan Pesan Ayahnya dalam Rapat Konsolidasi Pilgub NTT

Kompas.com - 31/05/2018, 17:21 WIB
Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto dan putra sulung calon Gubernur NTT Marianus Sae, bersama sejumlah pengurus PDIP, saat kampanye di Bajawa, Kabupaten Ngada, Kamis (31/5/2018).Dokumen MS-Emi Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto dan putra sulung calon Gubernur NTT Marianus Sae, bersama sejumlah pengurus PDIP, saat kampanye di Bajawa, Kabupaten Ngada, Kamis (31/5/2018).

BAJAWA, KOMPAS.com - Walau berada di dalam tahanan, Calon Gubernur NTT Marianus Sae, menginginkan para pendukungnya bekerja keras memenangkan paket Marhaen (Marianus Sae-Emelia Nomleni).

Paket Marianus Sae-Emi Nomleni (MS-Emi), diusung PDI-P dan PKB.

Melalui putra sulungnya, Rinto Sae, Marianus selalu menyampaikan pesan yang sama dalam empat kali pertemuan.

"Pesannya cuma satu, bertarung sampai finish. Apapun yang terjadi, kita harus menang," kata Rinto di sela-sela penyambutan kedatangan Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, di Bajawa, Kabupaten Ngada,Kamis (31/5/2018).

Baca juga: Politisi PDI-P: Penahanan Marianus Sae Ganggu Proses Kampanye di Pilgub NTT

Suasana haru terasa ketika Hasto bersalaman dan memeluk Rinto. Kepada Hasto dan ribuan pendukung yang hadir, Rinto bercerita sang ayah tidak gentar untuk menghadapi proses hukum.

"Beliau bilang soal hukum akan dihadapi karena kita memang negara hukum. Yang beliau minta bantuan adalah secara politik, kepada simpatisan dan relawan MS-Emi, terus berjuang," kata Rinto menirukan pesan ayahnya.

"Bertarung sampai akhir untuk memenangkan pasangan MS-Emi. Pesan inilah yang saya sampaikan juga kepada relawan," imbuhnya lagi.

Anak Bupati Ngada itu mengatakan, ayahnya tidak cerita banyak soal detil masalah hukum yang dihadapinya.

Namun, Marianus meyakinkan kepada keluarganya, yang dia alami sekarang benar-benar soal politik.

"Dan memang kami yakin sampai saat ini, kami punya bapa tidak bersalah," kata Rinto.

Hasto Disambut Hangat

Tiba di Bandara Soa, Bajawa, Kamis pagi, Hasto disambut hangat ribuan warga Ngada yang sudah menunggu di luar.

Setelah sehelai kain tenun lokal disematkan di leher Hasto, tarian adat pun ditampilkan sebagai penyambutan.

Massa tak hanya menyemut di bandara. Begitu Hasto dan rombongan meninggalkan bandara, masyarakat mulai dari anak-anak sekolah sampai orangtua berhamburan ke jalan.

Mereka melambaikan dua jari dan meneriakkan 'dua’, nomor urut paket Marhaen yang diusung PDI Perjuangan dan PKB.

Baca juga: Dua Kali Debat Pilkada NTT Tanpa Dihadiri Marianus Sae

Setidaknya, tiga kali Hasto turun dari kendaraan yang membawanya untuk menyalami warga dan anak-anak sekolah di sepanjang jalan.

Warga terus berteriak 'dua' ketika menyalami Hasto atau sekedar melambaikan tangan kepadanya.

"Saya berterima kasih atas sambutannya," kata Hasto yang datang dalam rangka konsolidasi internal pemenangan pilkada serentak 2018.

Soal sambutan hangat warga Ngada, Hasto yang berpakaian adat Ngada, mengatakan hal ini adalah bukti betapa besar dan beragamnya Indonesia.

Karena itulah, sambung Hasto, PDI Perjuangan terus menekankan agar Pancasila selalu dipegang teguh. 

"Kebetulan besok itu Hari Lahir Pancasila 1 Juni. Maka semangat keragaman ini kita tekankan terus, khususnya dalam menghadapi ancaman radikalisme dan terorisme yang sekarang kian menguat," pungkasnya. 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X