Jalan Layang Trans Sulawesi Selatan Bisa Digunakan Mudik

Kompas.com - 30/05/2018, 15:54 WIB
Jalan layang atau elevated road di jalur Trans Sulsel di Kabupaten Maros.Pemprov Sulsel Jalan layang atau elevated road di jalur Trans Sulsel di Kabupaten Maros.

MAKASSAR, KOMPAS.com – Proyek pembangunan jalan layang (elevated road), yang merupakan bagian dari jalan Trans Sulawesi Selatan (Sulsel), bisa digunakan mudik lebaran 2018. 

Jalan penghubung Kabupaten Baros dan Kabupaten Bone itu melintasi jurang-jurang. Rencananya, jalan layang di Camba ini dibuka H-7 Lebaran 2018. 

“Rencananya, akan dioperasikan jalan layang yang sedang dibangun di Kabupaten Maros itu," ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel, Devo Khadafi, Rabu (30/5/2018).

"Pemprov Sulsel menunggu informasi dari Balai Jalan, kapan bisa dibuka jalannya dan dioperasikan. Tapi informasinya, pada H-7 sudah bisa digunakan pemudik,” tambahnya. 


Baca juga: Ingin Ayahnya Hadir dalam Pembagian Rapor, Bocah 12 Tahun Minta Bantuan Komnas HAM

Jalan Layang Camba segmen 1 terletak di KM 48 ini hampir rampung dikerjakan.

Jalan layang ini dibangun untuk mengurangi kondisi tanjakan dan tikungan ekstrim serta kondisi jalan sempit di ruas jalan yang sudah ada. 

Jalan layang ini melintasi jurang-jurang. Pembangunannya menelan dana APBN tahun 2015-2017 sebesar Rp 167.682.102.359.

Masa pengerjaan selama 766 hari dan masa pemeliharaan 1.095 hari. Rencananya, jalan sepanjang 1,48 kilometer dan elevated road 316 meter.

Kompas TV Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan semua jalur sudah siap untuk dilewati arus mudik dan balik.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Fakta Kunjungan Jokowi ke Kupang, Disambut Pelajar hingga Berencana Kunjungi Papua

Fakta Kunjungan Jokowi ke Kupang, Disambut Pelajar hingga Berencana Kunjungi Papua

Regional
Kapolda Berharap Gubernur Papua Sampaikan Pesan yang Menyejukkan

Kapolda Berharap Gubernur Papua Sampaikan Pesan yang Menyejukkan

Regional
Bima Arya Akan Terus Munculkan Wacana Bogor Raya ke Publik

Bima Arya Akan Terus Munculkan Wacana Bogor Raya ke Publik

Regional
Mahasiswa Minta KPK Tak 'Gantung' Kasus Wali Kota Tasikmalaya

Mahasiswa Minta KPK Tak "Gantung" Kasus Wali Kota Tasikmalaya

Regional
Ketua Nasdem Tanjungpinang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pidato Rasis

Ketua Nasdem Tanjungpinang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pidato Rasis

Regional
Atasi Kekeringan Jangka Panjang, Pemkab Karawang Bangun Bendungan

Atasi Kekeringan Jangka Panjang, Pemkab Karawang Bangun Bendungan

Regional
Waspada, Ini Wilayah Bandung dan Sekitarnya yang Berpotensi Alami Kekeringan Ekstrem

Waspada, Ini Wilayah Bandung dan Sekitarnya yang Berpotensi Alami Kekeringan Ekstrem

Regional
Disangka Asap Pembakaran Sampah, Ternyata Masjid Terbakar

Disangka Asap Pembakaran Sampah, Ternyata Masjid Terbakar

Regional
Prada DP Dituntut Penjara Seumur Hidup, Ibu Fera: Kami Tidak Terima...

Prada DP Dituntut Penjara Seumur Hidup, Ibu Fera: Kami Tidak Terima...

Regional
Satu Jaksa Jadi Tersangka KPK, Kejati DIY Minta Maaf pada Sri Sultan HB X dan Masyarakat

Satu Jaksa Jadi Tersangka KPK, Kejati DIY Minta Maaf pada Sri Sultan HB X dan Masyarakat

Regional
Fakta Kakek 83 Tahun Nikahi Wanita 27 Tahun, Sempat Sarankan Cari Pria Lebih Muda

Fakta Kakek 83 Tahun Nikahi Wanita 27 Tahun, Sempat Sarankan Cari Pria Lebih Muda

Regional
Pengamat Unpar: Kecemburuan Jadi Sebab Bekasi Ingin Gabung Jakarta

Pengamat Unpar: Kecemburuan Jadi Sebab Bekasi Ingin Gabung Jakarta

Regional
Aksi Protes Rasisme Kembali Terjadi di Papua, Kali Ini di Nabire dan Yahukimo

Aksi Protes Rasisme Kembali Terjadi di Papua, Kali Ini di Nabire dan Yahukimo

Regional
Prada DP Menangis Dituntut Penjara Seumur Hidup dan Dipecat dari Satuan

Prada DP Menangis Dituntut Penjara Seumur Hidup dan Dipecat dari Satuan

Regional
'Rumah Mbah Parno Itu Dulu Kandang Kambing, Tidak Ada SPPT... '

"Rumah Mbah Parno Itu Dulu Kandang Kambing, Tidak Ada SPPT... "

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X