Buruh Pabrik di Sukabumi Bentrok dengan Polisi, 11 Orang Terluka

Kompas.com - 29/05/2018, 03:05 WIB
Suasana buruh pascabentrok di CV Bumi Alam Saribumi (BAS) yang berlokasi di Kampung Bungurpandak,  Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (28/5/2018). KOMPAS.com/BUDIYANTOSuasana buruh pascabentrok di CV Bumi Alam Saribumi (BAS) yang berlokasi di Kampung Bungurpandak, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (28/5/2018).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Demonstrasi buruh dengan polisi ricuh di CV Bumi Alam Saribumi (BAS) yang berlokasi di Kampung Bungurpandak, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Senin (28/5/2018) sekitar pukul 15:00 WIB.

Akibatnya, 11 orang dilaporkan cedera, di antaranya tujuh orang dari buruh perusahaan bidang garmen dan warga. Empat lainnya, anggota Kepolisian Resort (Polres) Sukabumi.

Unjuk rasa ratusan buruh itu dipicu tidak dibayarnya gaji April oleh manajemen perusahaan.

Pihak perusahaan menjanjikan gaji akan dibayarkan Senin (28/5/2018). Namun hingga pukul 15:00 WIB tidak terealisasi.

Baca juga: Panik Isu Bom, 7 Penumpang Lion Air Terluka karena Nekat Melompat dari Pintu Darurat

"Saat terjadi bentrokan saya lagi di depan. Saat saya mau lari ke belakang mendengar ledakan, tiba-tiba ada yang kena pinggang saya," ujar seorang buruh Rian Hidayatullah (27) kepada Kompas.com di lokasi kejadian, Senin.

Selain Rian, masih ada beberapa buruh lainnya yang terluka. Beberapa orang di antaranya ada yang dievakuasi ke klinik di desa setempat oleh polisi.

"Saya terkena luka pada bagian punggung. Selain saya masih ada beberapa teman saya yang cedera parah," ucap Toni Alamsyah (24).

Kepala Polres Sukabumi, AKBP Nasriadi mengaku mengamankan unjuk rasa buruh CV BAS yang menuntut pembayaran gaji.

Namun hingga saat ini, setelah 10 hari negosiasi, perusahaan belum bisa membayarkan gaji karyawannya dengan berbagai alasan.

Baca juga: Begini Ketentuan Perhitungan Besaran THR untuk Pekerja

"Kami mengamankan karyawan sampai 600 orang agar tidak melakukan tindakan anarkis. Mereka berusaha masuk ke dalam, dan sempat ada yang mau merobohkan tembok," jelas Nasriadi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X