Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Diduga Frustasi Punya Sakit Asma, Pria Ini Bunuh Diri dengan Mercon

Kompas.com - 26/05/2018, 18:23 WIB
Kontributor Banyuwangi, Ira Rachmawati,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Suud (79), warga Desa Bangorejo, Kecamatan Bangorejo, nekat menyalakan mercon yang menempel di tubuhnya. Peristiwa tragis tersebut terjadi Sabtu dini hari (26/5/2018) sekitar pukul 03.00 WIB saat masyarakat sedang menikmati makan sahur.

"Saat makan sahur, masyarakat mendengar suara letusan mercon dan saat dicari sumber suara, masyarakat menemukan korban sudah tergeletak di pinggir jalan. Saat itu korban masih hidup," jelas AKP Watiyo, Kapolsek Bangorejo, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (26/5/2018). 

Sebelumnya, tetangga korban mengaku sempat melihat Suud mondar mandir di depan Masjid Nurul Islam Desa Bangorejo pada Sabtu dini hari.

Korban kemudian dibawa ke RSUD Genteng dan setelah dirawat kurang lebih 3 jam, korban dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga: Cekcok, Pacar Banting Sekarung Bahan Mercon hingga Meledak

AKP Watiyo menjelaskan dari olah tempat kejadian perkara, ditemukan sisa mercon yang belum terbakar di lokasi. Kuat dugaan, korban sengaja bunuh diri dengan menyalakan mercon di tubuhnya karena luka ditemukan di leher dan mulut korban.

"Kemungkinan mercon di jepit diantara dagu dan leher karena ada luka terbuka di bagian itu," jelasnya.

Menurut keterangan keluarga korban, kuat dugaan korban nekat bunuh diri karena frustasi penyakit asmanya yang tidak kunjung sembuh.

"Keluarga menolak otopsi dan jenasah korban sudah dimakamkan hari ini. Tapi saat ini kami sedang kembangkan penyelidikan," pungkasnya. 

Baca juga: 13 Warga Cililin Jadi Korban Kebakaran Pabrik Mercon, 6 di Antaranya Meninggal

Kompas TV Akibat kejadian tersebut, 39 orang dikabarkan tewas. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com