Sambut Waisak 2018, Walubi Gelar Pengobatan Gratis Untuk Masyarakat Sekitar Candi Borobudur

Kompas.com - 25/05/2018, 16:12 WIB
Walubi menggeral Baksos Pengobatan gratis dalam rangka Hari Raya Waisak 2559 BE/2015 di Taman Lumbini Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Senin (1/6/2015). KOMPAS.com/Ika FitrianaWalubi menggeral Baksos Pengobatan gratis dalam rangka Hari Raya Waisak 2559 BE/2015 di Taman Lumbini Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Senin (1/6/2015).

MAGELANG, KOMPAS.com – Rangkaian perayaan Tri Suci Waisak 2562 BE/2018 diawali dengan bakti sosial (bakso) berupa pengobatan gratis untuk masyarakat di sekitar candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) itu dibuka langsung oleh Ketua Umum Walubi, S Hartati Murdaya, di pelataran candi Borobudur, Jumat (25/5/2018).

Ribuan warga dari Kabupaten Magelang, Temanggung, Purworejo hingga Yogyakarta berdatangan untuk memeriksakan diri dengan berbagai macam keluhan kesehatan.

Hartati Murdaya menuturkan bahwa pengobatan gratis ini sebagai bentuk kepedulian umat Buddha dan gerakan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Baksos ini sudah diadakan sejak 15 tahun silam di candi Borobudur.

Baca juga: Merapi Meletus, Candi Borobudur Tetap Ramai Wisatawan

“Baksos ini ditujukan semua masyarakat, tidak pandang agama dan golongan tertentu,” jelas Hartati, disela-sela kegiatan.

Ia menyebut baksos ini didukung oleh setidaknya 180 dokter berbagai spesialis, apoteker, laborat, penata anastesi, mahasiswa fakultas kedokteran dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan tim paramedis lainnya.

Baksos ini juga didukung oleh Dinas Kesehatan TNU AU, Puskes AU, Dinkes Kabupaten Magelang, RST dr Soedjono Magelang, RSUP dr Sardjito Yogyakarta dan RS Suci Paramita Tangerang.

“Ditambah ratusan relawan ummat Buddha, Islam, Kristen dan Katholik. Dengan adanya gerakan kemanusiaan dari semua agaman di tanah air diharapkan kesejukan bagi kedamaian berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” tutur Hartati.

Pihaknya mengajak semua warga negara Indonesia untuk melawan keserakahan, kebencian, dan kegelapan batin. Lalu memperkuat kerukunan, saling membantu, saling mengisi, dan menggalakkan amal kebajikan.

Setiap tahun, katanya, rangkaian Tri Suci Waisak diisi dengan pembersihan Taman Makam Pahlawan di seluruh Indonesia dimana umat Buddha Walubi berada, Upacara pengambilan air berkah dari Umbul Jumprit di Temanggung, upacara pengambilan api alam di Grobogan, penyemayaman air dan api di candi Mendut Magelang.

Baca juga: Petugas Mulai Bersihkan Abu Merapi yang Selimuti Candi Borobudur

Kemudian, pelaksanaan puja bhakti menyambut detik-detik Waisak dan diakhiri dengan pelepasan ribuan lampion di pelataran candi Agung Borobudur, Sabtu (29/5/2019).

Direktur Jenderal Bimas Buddha Kementerian Agama RI, Caliadi, mengungkapkan pengobatan gratis ini sebagai wujud kepedulian ummat Buddha terhadap sesama. Walubi berupaya terus menjaga kerukunan antara umat beragama.

“Hal itu diwujudkan dengan baksos ini untuk seluruh lapisan masyarakat, tidak memandang agama, suku, ras dan golongan apapun. Ini patut dilakukan terus menerus,” ujarnya.

Pihakya berharap baksos ini memberi dampak positif bagi masyarakat dan kerukunan bangsa Indonesia. 

Kompas TV Di bawah langit yang gelap dan berpetir, warga Thailand tetap khusyuk memeringati Waisak.




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X