Makanan Kedaluwarsa dan Berformalin, Momok bagi Konsumen yang Hadir Tiap Ramadhan

Kompas.com - 25/05/2018, 15:02 WIB
Ilustrasi uji kadar formalin KOMPAS.comIlustrasi uji kadar formalin

KULON PROGO, KOMPAS.com – Setiap menjelang Ramadhan hingga sepanjang Ramadhan, petugas dinas dari berbagai satuan kerja selalu mengadakan pengawasan pasar untuk memastikan makanan dan minuman yang dijual selama bulan puasa layak konsumsi. 

Namun, setiap tahun pula berita mengenai pedagang atau produsen nakal yang menggunakan formalin dalam produknya selalu berulang. Pun, dengan makanan dan minuman kedaluwarsa. 

Dalam hal ini, konsumen merupakan pihak yang paling dirugikan. Kesehatan konsumen bisa terganggu sebab formalin adalah zat pengawet mayat, sementara makanan-minuman kadaluwarsa dikhawatirkan beracun. 

Hal yang sama dilakukan oleh petugas gabungan dari berbagai dinas di Kulon Progo, Yogyakarta. Mereka melakukan pengawasan di salah satu pasar tradisional dan mendapati  puluhan makanan dan minuman tidak layak konsumsi.

Makanan itu di antaranya ikan yang diasinkan yang mengandung formalin hingga puluhan makanan dan minuman kadaluarsa.

Baca juga: BPOM Temukan Makanan Takjil Mengandung Formalin di Bandung.

Padahal, pengawasan menyeluruh ini selalu berlangsung setiap tahun. Tetapi masih selalu ada pedagang dan produsen nakal yang mencari celah. 

Di Pasar Jombokan di Desa tawangsari, Kecamatan Pengasih, Kulon Progo, para petugas mendatangi tiga pedagang ikan, 4 toko kelontong, 2 pedagang jamu kaki lima, 12 penjual daging ayam dan sapi, dan beberapa penjual palawija.

Dari pemeriksaan tersebut, sebanyak 61 makanan dan minuman diamankan.

“Semua makanan tidak layak konsumsi di dapat saat kami operasi sepanjang pagi di pasar Jombokan ini saja. Daging saja yang aman,” kata Debbie Hutabarat, PPNS Satuan Polisi Pamong Praja Kulon Progo, Jumat (25/5/2018).

Petugas langsung menyita barang-barang kadaluarsa dan sebagian lagi diminta untuk dikembalikan. Tidak sedikit dari minuman dalam kemasan yang telah melebihi batas kadaluarsa langsung dibuang isinya oleh petugas.

Petugas juga menemukan 200 gram ikan gabus dan 100 gram ikan asin jenis layur yang keduanya diasinkan tetapi mengandung formalin. Ikan asin berformalin itu didapat dari 1 dari 3 pedagang ikan yang didatangi petugas.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buntut Konflik Tanah di Flores Timur: Polisi dan Istri Disandera, Rumah Rohaniawan Dirusak, 7 Orang Ditangkap

Buntut Konflik Tanah di Flores Timur: Polisi dan Istri Disandera, Rumah Rohaniawan Dirusak, 7 Orang Ditangkap

Regional
Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Regional
Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Regional
Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Regional
Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Penganggurann Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Penganggurann Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Regional
Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Regional
Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

Regional
Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Regional
Waspada, 'The Silent Killer' Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Waspada, "The Silent Killer" Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Regional
Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Regional
Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Regional
Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Regional
Ini Reaksi Umar Patek Saat Istrinya Resmi Jadi WNI, Tanda Cinta 'Saranghae' hingga 2,5 Tahun Menunggu

Ini Reaksi Umar Patek Saat Istrinya Resmi Jadi WNI, Tanda Cinta "Saranghae" hingga 2,5 Tahun Menunggu

Regional
Akhir Perjalanan SN, Pelaku Pelemparan Sperma dan Begal Payudara di Tasikmalaya

Akhir Perjalanan SN, Pelaku Pelemparan Sperma dan Begal Payudara di Tasikmalaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X