Saksikan "Marching Band" Madrasah di Karnaval Budaya Paduan Suara Katolik, Gubernur NTT Menangis

Kompas.com - 24/05/2018, 22:03 WIB
Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya (dua dari kanan) menangis saat menyasikan marching band siswa Madrasah Aliyah Negeri dalam karnaval budaya paduan suara Katolik di halaman gedung kantor Gubernur NTT, Kamis (24/5/2018). KOMPAS.com/ SIGIRANUS MARUTHO BEREGubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya (dua dari kanan) menangis saat menyasikan marching band siswa Madrasah Aliyah Negeri dalam karnaval budaya paduan suara Katolik di halaman gedung kantor Gubernur NTT, Kamis (24/5/2018).

KUPANG, KOMPAS.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya menangis saat menyaksikan karnaval budaya yang diikuti oleh ribuan peserta Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik tingkat Provinsi NTT, Kamis (24/5/2018) sore.

Kegiatan karnaval yang berlangsung di Kota Kupang itu diikuti oleh ribuan umat Katolik yang berasal dari 17 kabupaten dan satu kota di NTT. Mereka mengenakan busana daerahnya masing-masing

Karnaval dimulai dari halaman Gedung Sasando, kantor Gubernur NTT.

Lebu Raya yang didampingi Dirjen Bimas Katolik Eusabius Binsasi, Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik (LP3K) Provinsi NTT Fransiskus Salem, Kepala Kanwil Kementerian Agama NTT tampak gembira saat melepas peserta

Frans Lebu Raya langsung menangis saat marching band Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kupang hendak melintas di depan tenda kehormatan.

Baca juga: Gubernur NTT Bertekad Dapat Hak Partisipasi Lima Persen Blok Marsela

Terlihat beberapa kali Frans menyeka air mata dengan sapu tangan berwarna putih. Ia juga menyeka air matanya saat melintas kontingen dari Sabu Raijua yang hanya diikuti oleh delapan peserta.

Belum diketahui alasan Lebu Raya menitikkan air mata pada kesempatan itu. Namun bukan kali ini saja Lebu Raya menitikkan air matanya saat menghadiri beberapa acara.

Untuk diketahui, karnaval budaya para peserta Pesparani itu sebagai penanda dimulainya Pesparani tahun 2018.

Rute yang dilewati peserta karnaval, yakni Jalan Raya El Tari, Jalan WJ Lalamentik dan masuk ke GOR Flobamora Oepoi.

Pesparani tingkat Provinsi NTT ini baru pertama kali digelar. Para pesertanya berasal dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Belu, Malaka, Rote Ndao, Sabu Raijua, Alor, Flores Timur, Lembata, Sikka, Ende, Ngada, Nagekeo, Manggarai, Manggarai Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah dan Sumba Barat.

Baca juga: Gubernur NTT: Kami Menerima Peti Mati Terus, Sangat Menyakitkan

Sedangkan empat kabupaten berhalangan hadir, yakni Kabupaten Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Manggarai Timur dan Sumba Timur.

Kompas TV Infrastruktur yang minim dan masalah kesehatan kerap dijumpai di sejumlah daerah tertinggal di Indonesia.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Regional
Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Regional
1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

Regional
Cegah Masuknya Virus Corona, Pemkab Tolitoli Tutup Jalur Masuk Wilayah Itu

Cegah Masuknya Virus Corona, Pemkab Tolitoli Tutup Jalur Masuk Wilayah Itu

Regional
Peta Sebaran Covid-19 di Denpasar Dibuka, 91 ODP di 33 Kelurahan, 2 Kasus Positif Corona

Peta Sebaran Covid-19 di Denpasar Dibuka, 91 ODP di 33 Kelurahan, 2 Kasus Positif Corona

Regional
Seluruh ODP Corona di Lhokseumawe Diberi Biaya Hidup Rp 200.000 Per Hari

Seluruh ODP Corona di Lhokseumawe Diberi Biaya Hidup Rp 200.000 Per Hari

Regional
'Social Distancing' Tak Efektif, Jabar Buka Opsi 'Lockdown' Zona Merah Covid-19

"Social Distancing" Tak Efektif, Jabar Buka Opsi "Lockdown" Zona Merah Covid-19

Regional
Warga Solo Ciptakan Portal Disinfektan Khusus Driver Ojek Online

Warga Solo Ciptakan Portal Disinfektan Khusus Driver Ojek Online

Regional
Juru Bicara Gugus Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri Positif Terjangkit Corona

Juru Bicara Gugus Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri Positif Terjangkit Corona

Regional
Dua Warga Magetan yang Positif Corona dan Meninggal ikut Seminar di Bogor

Dua Warga Magetan yang Positif Corona dan Meninggal ikut Seminar di Bogor

Regional
Diduga Sebarkan Hoaks tentang Corona, Oknum Polwan Polda Maluku Dilaporkan ke Polisi

Diduga Sebarkan Hoaks tentang Corona, Oknum Polwan Polda Maluku Dilaporkan ke Polisi

Regional
2 Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor Sembuh Setelah Jalani Isolasi

2 Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor Sembuh Setelah Jalani Isolasi

Regional
Terapkan Lockdown Parsial, Sebagian Ruas Jalan di Kota Bandung Bakal Ditutup

Terapkan Lockdown Parsial, Sebagian Ruas Jalan di Kota Bandung Bakal Ditutup

Regional
Antisipasi Corona, Polisi Tutup Ruas Jalan Utama di Kota Bandung

Antisipasi Corona, Polisi Tutup Ruas Jalan Utama di Kota Bandung

Regional
Rumahnya Sedang di Renovasi, Warga Tegal Ini Tewas Tertimpa Bangunan

Rumahnya Sedang di Renovasi, Warga Tegal Ini Tewas Tertimpa Bangunan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X