KPK Periksa 200 Saksi untuk Kasus Uang "Tutup Mulut" DPRD Sumut

Kompas.com - 24/05/2018, 20:10 WIB
KPK periksa 200-an saksi kasus dugaan suap untuk tutup mulut dan menyetujui Laporan Pertanggungjawaban APBD 2012, Pengesahan Perubahan APBD 2013, 2014 dan 2015 mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, Kamis (24/5/2018). Kompas.com/Mei LeandhaKPK periksa 200-an saksi kasus dugaan suap untuk tutup mulut dan menyetujui Laporan Pertanggungjawaban APBD 2012, Pengesahan Perubahan APBD 2013, 2014 dan 2015 mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, Kamis (24/5/2018).

MEDAN, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa sekitar 200 saksi kasus uang tutup mulut dan persetujuan Laporan Pertanggungjawaban APBD 2012, Pengesahan Perubahan APBD Sumatera Utara 2013, 2014 dan 2015 yang melibatkan mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho. Kasus tersebut juga menyeret 38 anggota DPRD Sumatera Utara menjadi tersangka.

Pemeriksaan dilakukan di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) sejak Selasa (22/5/2018) sampai hari ini, Kamis (24/5/2018).

Para terperiksa kebanyakan adalah mantan dan anggota dewan aktif dan beberapa aparatur sipil negara (ASN).

Terlihat hadir anggota DPRD dari PKPI, Juliski Simorangkir; dari PPP, Yulizar Pulungan dan; dari Partai Golkar, Muchrid. Ada juga Darwin Lubis dari Hanura dan Baskami Ginting dari PDI Perjuangan.

Namun mereka memilih kabur menuju mobilnya dan bungkam saat ditanya wartawan.

"Terima kasih, terima kasih ya," kata Darwin sambil masuk ke mobilnya.

Baca juga: KPK Periksa 46 Anggota DPRD Sumut terkait Uang Tutup Mulut

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Sumut, Syamsul Qodri dan Ikrimah Hamidy, keduanya dari PKS mengaku, pertanyaan penyidik seputar APBD, LKPD, LPJP dan interpelasi.

"Periode kami paling banyak ditanya soal interpelasi. Tidak ada ditanyai soal pemulangan uang atau ditawarkan untuk memulangkan uang," kata Syamsul yang diamini Ikrimah.

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sumut, Sumanggar Siagian mengatakan, para saksi yang hadir hari ini kebanyakan untuk memberikan keterangan tambahan karena sudah menjalani pemeriksaan hari sebelumnya.

"Kemarin diperiksa sampai sore. Jadi hari ini memberikan keterangan tambahan," kata Sumanggar, Kamis petang.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Usulkan Penderita Diabetes dan Hipertensi Pakai Gelang Khusus

Ganjar Usulkan Penderita Diabetes dan Hipertensi Pakai Gelang Khusus

Regional
Hujan Deras di Kawasan Puncak Bogor, Depan Mapolsek Megamendung Sempat Terendam

Hujan Deras di Kawasan Puncak Bogor, Depan Mapolsek Megamendung Sempat Terendam

Regional
15 Tenaga Medis RSUD Madiun Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Rekan Kerja

15 Tenaga Medis RSUD Madiun Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Rekan Kerja

Regional
Gubernur Sulsel soal Pilkada di Tengah Pandemi: Kita Harap Tak Ada Klaster Baru

Gubernur Sulsel soal Pilkada di Tengah Pandemi: Kita Harap Tak Ada Klaster Baru

Regional
Buat Obat Kumur dari Daun Kelor, 3 Siswi Raih Medali di Kompetisi Internasional

Buat Obat Kumur dari Daun Kelor, 3 Siswi Raih Medali di Kompetisi Internasional

Regional
Kembali Berulah, 2 Napi Asimilasi Lapas Pati Terancam Dijebloskan ke Nusakambangan

Kembali Berulah, 2 Napi Asimilasi Lapas Pati Terancam Dijebloskan ke Nusakambangan

Regional
Banjir Bandang Landa Cicurug Sukabumi, 12 Rumah Hanyut, 85 Terendam

Banjir Bandang Landa Cicurug Sukabumi, 12 Rumah Hanyut, 85 Terendam

Regional
Peserta Balap Lari Liar di Solo Diancam Hukuman Membersihkan Sungai

Peserta Balap Lari Liar di Solo Diancam Hukuman Membersihkan Sungai

Regional
Cianjur Punya Tim Khusus Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan, Ini Tugasnya

Cianjur Punya Tim Khusus Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan, Ini Tugasnya

Regional
Guru Positif Corona di Jepara Meninggal, Sekolah ditutup dan Digelar Swab Massal

Guru Positif Corona di Jepara Meninggal, Sekolah ditutup dan Digelar Swab Massal

Regional
25 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Solo

25 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Solo

Regional
Permohonan Jerinx untuk Ganti Majelis Hakim Ditolak

Permohonan Jerinx untuk Ganti Majelis Hakim Ditolak

Regional
Respons Gibran dan Calon Lawannya soal Desakan Penundaan Pilkada

Respons Gibran dan Calon Lawannya soal Desakan Penundaan Pilkada

Regional
Wabah Belum Berakhir, Tempat Hiburan Malam di Makassar Sudah Kembali Buka

Wabah Belum Berakhir, Tempat Hiburan Malam di Makassar Sudah Kembali Buka

Regional
Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi, 2 Warga Dilaporkan Hanyut

Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi, 2 Warga Dilaporkan Hanyut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X