Keluhan THR Cukup Disampaikan via Telepon Selular, Disnaker Akan Bantu

Kompas.com - 24/05/2018, 19:02 WIB
Papan informasi kesempatan kerja di salah satu sudut kantor Disnaker Kulon Progo.  Warga sering datang untuk sekadar melihat kesempatan bekerja di Kulon Progo dan sekitarnya. KOMPAS.com/Dani JPapan informasi kesempatan kerja di salah satu sudut kantor Disnaker Kulon Progo. Warga sering datang untuk sekadar melihat kesempatan bekerja di Kulon Progo dan sekitarnya.

KULON PROGO, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo di Yogyakarta permudah penyelesaian persoalan perburuhan yang terkait Tunjangan Hari Raya ( THR).

Buruh cukup menelepon atau melayangkan pesan singkat pada mediator di bidang Hubungan Industrial Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, maka mereka akan membantu memfasilitasi penyelesaian soal THR.

"Cukup telepon saja, nanti kami akan memastikannya ke perusahan," kata Hadrianus Widiharyoko, Kepala Bidang Mediator di Disnaker, Kamis (24/5/2018).

Pusat penerima keluhan itu mereka namai sebagai Posko THR yang dibuka di kantor Disnakertrans di Kota Wates, ibukota Kulon Progo, sejak Senin (21/5/2018). Disnaker mengumumkan pada publik nomor 2 mediator. Pada banner tertera, 'Hubungi Nama dan Telepon'.

Baca juga: Tahun Ini, Pensiunan Juga Dapat THR Lebaran dari Pemerintah

Buruh cukup menyampaikan keluhan atas proses pemberian THR. Mediator akan langsung konfirmasi pada pihak perusahan yang diadukan. Tidak hanya itu, mediator akan memonitor upaya perusahaan dalam menyelesaikan persoalan THR pada karyawannya.

Hadrianus mengatakan, kebanyakan persoalan THR berupa nilai yang tidak sesuai atau kurang dari ketentuan maupun karyawan yang memang tidak menerima THR. Persoalan lain biasanya adalah pemberian THR yang tidak tepat waktu.

Sebagaimana peraturan ketenagakerjaan, karyawan yang bekerja lebih dari 12 bulan secara terus menerus akan menerima THR secara penuh. Sedangkan mereka yang bekerja antara 1 hingga 12 bulan akan menerima THR dengan hitungan proposional. Selain itu, THR diberikan 7 hari atau H-7 sebelum hari raya keagamaan.

Baca juga: Bupati Gunungkidul Mengaku Terima THR Hanya Rp 2,1 Juta

"Bila ada persoalan akan diselesaikan lewat perundingan bipartit antara perusahaan dengan karyawan," kata Hadrianus.

Bercermin dari pelaksanaan pemberian THR di tahun-tahun sebelumnya, persoalan tunjangan di Kulon Progo terbilang adem ayem. Kabupaten ini dihuni sekitar 8000 buruh, yang lebih dari separuh bekerja di pabrik skala besar.

Dari tahun ke tahun, rata-rata hanya 1-3 perusahaan dilaporkan ke Posko THR. Perusahaan terlapor kebanyakan bisnis skala kecil dengan jumlah karyawan di bawah 10 orang. Jumlah laporan itu menunjukkan kalau keluhan terkait THR sangat minim di kabupaten ini.

Baca juga: Penetapan Cuti Bersama Tak Berubah, Lalu Kapan THR Cair?

Kendati adem ayem, Disnaker tetap terus menyosilisasi pentingnya pemberian THR tepat waktu dan sesuai ketentuan peraturan ketenagakerjaan. Akhir Mei 2018, Disnaker berencana akan menyosialisasi THR pada 120 perusahaan se-Kulon Progo yang diperkirakan menaungi sekitar 6000 buruh.

Pascasosialisasi, Disnaker memastikan akan memonitor pelaksanaan pemberian THR di perusahaan-perusahaan itu.

"Kami akan monitor lapangan sekitar tanggal 4 atau 5," kata Kepala Seksi Kesejahteraan dan Perlindungan Tenaga Kerja Disnaker, Ritus Widyamurti di kantornya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

Regional
Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Regional
Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Regional
Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Regional
Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Regional
Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Regional
2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

Regional
Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Regional
Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Regional
Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Regional
Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Regional
Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Regional
Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Regional
Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X