Hujan Abu Vulkanik Merapi Sampai ke Kebumen dan Purworejo - Kompas.com

Hujan Abu Vulkanik Merapi Sampai ke Kebumen dan Purworejo

Kompas.com - 24/05/2018, 08:59 WIB
Petugas BPBD Kabupaten Magelang membagikan masker di sekolah-sekolah yang terdampak abu vulkanik Gunung Merapi, Kamis (24/5/2018) pagi.Dok BPBD Kabupaten Magelang Petugas BPBD Kabupaten Magelang membagikan masker di sekolah-sekolah yang terdampak abu vulkanik Gunung Merapi, Kamis (24/5/2018) pagi.

MAGELANG, KOMPAS.com - Kamis (24/5/2018), pukul 03.00 WIB, Gunung Merapi mengalami letusan freatik berdurasi 4 menit dengan ketinggian kolom 6.000 meter.

Akibat letusan ini sejumlah wilayah terdampak sebaran abu disertai pasir vulkanik Merapi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang mencatat, ada puluhan titik di Kabupaten Magelang yang terdampak sebaran abu dan pasir Merapi.

Antara lain Tegalrandu, Sumber, Dukun, Ngadipiro, Banyubiru, Muntilan, Kota Mungkid, Menayu, Kalibening, Salaman, Tempuran, Sedayu, Sawangan, Mungkid, dan Borobudur.

Baca juga: Merapi Kembali Meletus, Terdengar Suara Gemuruh dan Hujan Pasir

"Ada laporan juga di Ngargosoko (Kecamatan Srumbung), Wates, Gadingan, Sukorame, Banyubiru Kalibening (Kecamatan Dukun), hujan abu dan pasir," kata Edi Susanto Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Kamis pagi.

Bahkan, laporan masyarakat melalui akun resmi media sosial BPBD Kabupaten Magelang, hujan abu sampai ke Kabupaten Kebumen dan sebagian Purworejo yang jaraknya mencapai sekitar 40 kilometer dari Gunung Merapi.

Meskipun relatif tipis, pihaknya tetap mengimbau masyarakat di wilayah tersebut untuk tetap mengenakan pelindung (masker), helm, pakaian lengan panjang, jika hendak beraktivitas di luar ruangan.

Edi berujar, Petugas BPBD sudah disebar di titik-titik tersebut untuk membagikan masker, antara lain di sekolah, pasar, dan pusat keramaian lainnya.

"Hari ini kami bagikan masker sebanyak 1.000 lembar. Total masker yang sudah dibagikan sekitar 44.000 lembar," sebut Edi.

Kompas TV Di Kabupaten Sleman, para relawan di posko induk pakem tampak normal dan tidak menunjukkan reaksi berlebihan.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya


Close Ads X