Balai Taman Nasional Merapi Imbau Warga Lapor jika Ada Satwa Keluar Kawasan

Kompas.com - 23/05/2018, 10:14 WIB
Pendaki berjalan menuju area pasar bubrah di bawah puncak Taman Nasional Gunung Merapi, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (21/9). Libur tahun baru Islam satu Muharram dimanfaatkan sejumlah wisatawan untuk mendaki menikmati panorama alam dari ketinggian 2.968 meter di atas permukaan air laut (mdpl). ANTARA FOTO/Hendra NurdiyansyahPendaki berjalan menuju area pasar bubrah di bawah puncak Taman Nasional Gunung Merapi, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (21/9). Libur tahun baru Islam satu Muharram dimanfaatkan sejumlah wisatawan untuk mendaki menikmati panorama alam dari ketinggian 2.968 meter di atas permukaan air laut (mdpl).

JAKARTA, KOMPAS.com - Balai Taman Nasional (BTN) Gunung Merapi mengeluarkan surat edaran, Selasa (22/5/2018), terkait pergerakan satwa dari Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi.

Warga diminta melaporkan jika melihat atau menemukan adanya pergerakan satwa dari kawasan taman nasional.

Imbauan ini dikeluarkan menyusul peningkatan status Gunung Merapi dari normal menjadi waspada pada Senin (21/5/2018) malam.

Baca juga: Nostalgia: Kisah Saechani, Penjaga Merapi yang Pernah Disangka Sudah Mati

Melalui akun Twitter-nya, @btngunungmerapi, BTN Gunung Merapi meminta peran aktif masyarakat untuk melaporkan ke nomor call center 081327691368. 

"Surat Edaran dari Taman Nasional Gunung Merapi terkait dengan pergerakan satwa dari kawasan Taman Nasional Gunung Merapi. Jika ada info tentang pergerakan satwa keluar dari kawasan Taman Nasional Gunung Merapi, mohon hubungi call center Taman Nasional Gunung Merapi 081327691368. Terima kasih," demikian bunyi keterangan yang disertai foto surat edaran tersebut.

Saat dikonfirmasi, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TN Gunung Merapi, Akhmadi, membenarkan edaran tersebut.

"Edaran ini menyikapi status Merapi dari BPPTKG yang sekarang waspada. Dari pengalaman sebelumnya, kemungkinan ada reaksi dari Satwa jika ada perubahan Merapi seperti itu. Satwa di Taman Nasional itu kan yang mengelola kami. Jadi, ini bagian dari pemantauan," kata Akhmadi, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (23/5/2018) pagi.

Dengan adanya imbauan dan peran aktif masyarakat, pihak Balai Taman Nasional Gunung Merapi berharap, tak ada tindakan sepihak yang dilakukan warga jika mendapati adanya satwa yang keluar kawasan taman nasional.

"Agar tidak melakukan tindakan yang mengakibatkan satwa cidera," ujar Akhmadi.

Baca juga: Gara-gara Kabar Hoaks, Warga Serbu Pos Pemantauan Gunung Merapi

Jika ada laporan terkait satwa yang keluar kawasan taman nasional, Akhmadi mengatakan, pihak taman nasional akan melakukan tindakan bersama jajaran terkait.

Pelaporan soal aktivitas satwa ini dianggap penting sebagai bagian dari pantauan aktivitas dan status Merapi.

"Seperti saat Merapi meletus tahun 2010. Beberapa hari sebelumnya, burung-burung beterbangan ke arah selatan," kata Akhmadi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diumumkan, Jadwal dan Lokasi Tes SKD CPNS Pemkot Surabaya hingga Aturan yang Tak Boleh Dilanggar

Diumumkan, Jadwal dan Lokasi Tes SKD CPNS Pemkot Surabaya hingga Aturan yang Tak Boleh Dilanggar

Regional
Mengaku Kehabisan Uang Saat Liburan, 4 Wanita Telibat Bisnis Prostitusi Online

Mengaku Kehabisan Uang Saat Liburan, 4 Wanita Telibat Bisnis Prostitusi Online

Regional
Potret Toleransi di Jember, 8 Agama Ikut Hadir dalam Perayaan Imlek

Potret Toleransi di Jember, 8 Agama Ikut Hadir dalam Perayaan Imlek

Regional
Iming-iming Uang, Bocah SD 3 Kali Dicabuli Seorang Pemuda di Pasaman Barat

Iming-iming Uang, Bocah SD 3 Kali Dicabuli Seorang Pemuda di Pasaman Barat

Regional
Kelaparan Selama Bersembunyi di Hutan, Buronan Pemerkosa Anak Kandung Akhirnya Serahkan Diri

Kelaparan Selama Bersembunyi di Hutan, Buronan Pemerkosa Anak Kandung Akhirnya Serahkan Diri

Regional
Kronologi Kepala Bocah 6 Tahun Tertancap Tang yang Dijatuhkan Pekerja Reklame

Kronologi Kepala Bocah 6 Tahun Tertancap Tang yang Dijatuhkan Pekerja Reklame

Regional
2 Santri Korban Pencabulan di Aceh Kembali Lanjutkan Pendidikan di Pesantren

2 Santri Korban Pencabulan di Aceh Kembali Lanjutkan Pendidikan di Pesantren

Regional
Cita Rasa Kue Keranjang Ong Eng Hwat, Dikemas Daun Pisang dan Dimasak Pakai Tungku Tua

Cita Rasa Kue Keranjang Ong Eng Hwat, Dikemas Daun Pisang dan Dimasak Pakai Tungku Tua

Regional
Kronologi Kapal Pompong Angkut 18 TKI Ilegal Tujuan Malaysia Tenggelam di Selat Malaka

Kronologi Kapal Pompong Angkut 18 TKI Ilegal Tujuan Malaysia Tenggelam di Selat Malaka

Regional
7 Peristiwa Paus Terdampar , Dikuburkan dengan Upacara Adat hingga Terjebak di PLTU

7 Peristiwa Paus Terdampar , Dikuburkan dengan Upacara Adat hingga Terjebak di PLTU

Regional
Cegah Banjir Surabaya Berulang, Pemkot Bangun Waduk Mini

Cegah Banjir Surabaya Berulang, Pemkot Bangun Waduk Mini

Regional
Sunda Empire Eksis di Aceh Utara, Bupati Minta Masyarakat Jangan Terkecoh

Sunda Empire Eksis di Aceh Utara, Bupati Minta Masyarakat Jangan Terkecoh

Regional
Ini Bahaya Ular Weling yang Tewaskan Anak 11 Tahun di Bandung

Ini Bahaya Ular Weling yang Tewaskan Anak 11 Tahun di Bandung

Regional
Kepada Polisi, Sunda Empire Aceh Klaim Miliki Ratusan Anggota

Kepada Polisi, Sunda Empire Aceh Klaim Miliki Ratusan Anggota

Regional
Fakta Pelajar SMA Hilang dan Ditemukan Tengkoraknya: Perilaku Seks Menyimpang Pelaku hingga Keluarga Tak Yakin

Fakta Pelajar SMA Hilang dan Ditemukan Tengkoraknya: Perilaku Seks Menyimpang Pelaku hingga Keluarga Tak Yakin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X