Kelebihan Beban Truk 18 Ton Diduga Jadi Penyebab Kecelakaan Maut di Bumiayu Brebes

Kompas.com - 21/05/2018, 17:14 WIB
Sejumlah warga memperhatikan lokasi tempat terjadinya kecelakaan truk di jalur tengah Tegal-Purwokerto, Desa Jatisawit, Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, Minggu (20/5/2018). Truk pengangkut gula yang diduga mengalami rem blong tersebut menabrak enam rumah, satu kios buah, 19 sepeda motor, dua mobil sehingga mengakibatkan 11 orang meninggal dan sejumlah warga luka-luka. ANTARA FOTO/ZAENALSejumlah warga memperhatikan lokasi tempat terjadinya kecelakaan truk di jalur tengah Tegal-Purwokerto, Desa Jatisawit, Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, Minggu (20/5/2018). Truk pengangkut gula yang diduga mengalami rem blong tersebut menabrak enam rumah, satu kios buah, 19 sepeda motor, dua mobil sehingga mengakibatkan 11 orang meninggal dan sejumlah warga luka-luka.

BREBES, KOMPAS.com - Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Bakharuddin menduga, penyebab utama truk hilang kendali yang menyebabkan kecelakaan maut, yakni kelebihan beban.

Hal tersebut terungkap saat Tim Traffic Accident Analysis (TAA) melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP) kasus kecelakaan maut truk di Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, Senin (21/5/2018).

Bakharuddin menjelaskan, truk membawa muatan 600 karung gula pasir dari Cilacap ke Semarang dengan beban total 38,8 ton. Padahal beban yang diizinkan untuk truk tersebut tidak lebih dari 20,75 ton. Dengan kata lain, muatan truk berlebihan hingga 18,8 ton atau 87 persen.

“Hasil identifikasi tim ahli, rem berfungsi baik. Yang menyebabkan kendaraan tidak bisa dikendalikan yakni karena kelebihan beban. Di sisi lain jalan menurun, pengemudi sudah berusaha menggunakan rem tangan, tapi tetap tidak bisa mengurangi kecepatan,” katanya.

Baca juga: Kecelakaan di Bumiayu Brebes, Rem Diduga Blong, Sopir Truk Terluka Parah

Lebih lanjut, Bakharuddin menuturkan, titik mula tragedi kecelakaan beruntun itu yakni saat truk turun dari flyover Kretek, sekitar 300 meter dari persimpangan menuju jalan lingkar. Dari 12 titik itu, kata dia, pengemudi sudah tidak bisa mengendalikan truk. Bahkan upaya sopir untuk menggunakan rem tangan dan menurunkan gear truk juga tidak berpengaruh banyak.

“Truk tetap melaju tak terkendali dengan kecepatan 60-70 kilometer per jam, hingga sampai terguling di TKP, posisi gear kendaraan dalam keadaan netral,” ujarnya.

Faktor lain yang menurut Bakharuddin membuat kecelakaan tersebut memakan begitu banyak korban jiwa adalah karena pengemudi membawa truk menuju perkotaan, tidak mengambil rute jalan lingkar.

“Sopir ini harusnya tahu kalau kendaraan berat wajib melewati jalan lingkar, karena tidak bisa mengendalikan maka diambil lurus ke kota, dan sopir kurang memahami bahwa jalur kota yang ramai, banyak orang jualan dan ngabuburit,” katanya.

Akibatnya, begitu melintas 300 meter dari simpang jalan lingkar, truk langsung menghantam kendaraan di depannya. Sebuah mobil terdorong dan menyasak para pengendara sepeda motor yang memarkir kendaraan di tepi jalan.

Baca juga: Penyebab Truk Tabrak Rumah hingga Menewaskan 11 Orang di Bumiayu Brebes

Hingga di titik akhir, truk terguling dan menyapu kerumunan orang yang tengah berbelanja takjil untuk berbuka puasa di sekitar lokasi kejadian.

Bakharuddin merinci, data korban yang meninggal seketika di TKP mencapai 11 orang dan di rumah sakit 1 orang, sehingga totalnya 12 korban tewas. Sementara korban yang mengalami luka berat 2 orang, dan korban luka ringan 7 orang.

“Kami belum dapat menyimpulkan, karena belum memeriksa pengemudi yang masih mendapat perawatan medis. Sementara masih mengumpulkan keterakan saksi dan ahli seperti dari kementerian PUPR sampai asosiasi pengusaha truk,” pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Paket Diduga Sabu Ditemukan di Lapas Kelas II A Ambon

Dua Paket Diduga Sabu Ditemukan di Lapas Kelas II A Ambon

Regional
Laju Pertumbuhan Kubah Lava Gunung Merapi 8.500 Meter Kubik Per Hari

Laju Pertumbuhan Kubah Lava Gunung Merapi 8.500 Meter Kubik Per Hari

Regional
Sepekan Terakhir, Gunung Merapi Keluarkan 128 Kali Guguran Lava Pijar

Sepekan Terakhir, Gunung Merapi Keluarkan 128 Kali Guguran Lava Pijar

Regional
Diperkosa Kenalan Facebook, Seorang Siswi SMP Ditinggalkan Dalam Kebun

Diperkosa Kenalan Facebook, Seorang Siswi SMP Ditinggalkan Dalam Kebun

Regional
Melanggar Jam Malam, Kafe dan Rumah Makan di Kota Malang Dikenai Sanksi

Melanggar Jam Malam, Kafe dan Rumah Makan di Kota Malang Dikenai Sanksi

Regional
Viral di Medsos, Fenomena Awan Arcus Terlihat di Langit Bandara YIA Kulon Progo

Viral di Medsos, Fenomena Awan Arcus Terlihat di Langit Bandara YIA Kulon Progo

Regional
Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Pilot Afwan: Kami Ikhlas

Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Pilot Afwan: Kami Ikhlas

Regional
Gubernur Sulsel Siapkan Rumah Sakit untuk Rawat Korban Gempa Sulbar

Gubernur Sulsel Siapkan Rumah Sakit untuk Rawat Korban Gempa Sulbar

Regional
Tenaga Kesehatan di Daerah 3T di Maluku Dibolehkan Gunakan Dana Kesehatan untuk Urusan Vaksinasi

Tenaga Kesehatan di Daerah 3T di Maluku Dibolehkan Gunakan Dana Kesehatan untuk Urusan Vaksinasi

Regional
Seorang Mahasiswi Diperkosa lalu Ditinggal di Arena MTQ Tengah Malam

Seorang Mahasiswi Diperkosa lalu Ditinggal di Arena MTQ Tengah Malam

Regional
Gerebek 2 Pabrik Miras di Banyumas, Polisi Amankan 365 Liter Tuak

Gerebek 2 Pabrik Miras di Banyumas, Polisi Amankan 365 Liter Tuak

Regional
Wali Kota Palembang usai Disuntik Vaksin Covid-19: Saya Jadi Lebih Sehat

Wali Kota Palembang usai Disuntik Vaksin Covid-19: Saya Jadi Lebih Sehat

Regional
Terlibat Penipuan Rp 100 Juta dan Jadi Buronan, Wanita Ini Ditangkap

Terlibat Penipuan Rp 100 Juta dan Jadi Buronan, Wanita Ini Ditangkap

Regional
Mengenang Masa Kecil Bagian I: Nangis Pingin Dibeliin Sepeda dan Domba

Mengenang Masa Kecil Bagian I: Nangis Pingin Dibeliin Sepeda dan Domba

Regional
60.000 Warga Terima BST Rp 300.000 Selama PPKM di Badung

60.000 Warga Terima BST Rp 300.000 Selama PPKM di Badung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X