Satpam Gereja Pantekosta Surabaya Meninggal Dunia Setelah Sepekan Kritis - Kompas.com

Satpam Gereja Pantekosta Surabaya Meninggal Dunia Setelah Sepekan Kritis

Kompas.com - 19/05/2018, 16:59 WIB
Petugas kepolisian saat olah TKP di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuna, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). Hingga pukul 12.30 WIB, jumlah korban ledakan di 3 gereja mencapai 10 korban meninggal dan 41 luka-luka.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Petugas kepolisian saat olah TKP di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuna, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). Hingga pukul 12.30 WIB, jumlah korban ledakan di 3 gereja mencapai 10 korban meninggal dan 41 luka-luka.

SURABAYA, KOMPAS.com - Korban meninggal akibat bom bunuh diri di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, Jawa Timur, bertambah.

Catur Giri Sungkowo, menghembuskan nafas terakhir, Jumat (18/5/2018) tengah malam, setelah hampir sepekan kondisinya kritis di ICU RSU dr Soetomo Surabaya.

Jenazah petugas keamanan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya itu dimakamkan di TPU Jalan Gunungsari Surabaya.

Jenazah dibawa ke rumah duka Jalan Pulosari, Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Dukuh Pakis, Surabaya, Sabtu (19/5/2018) dini hari.

Kepala Humas RSU dr Soetomo Surabaya, dr Pesta Parulian mengatakan, korban adalah pasien yang dirujuk dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim.

"Pasien masuk pada Minggu saat bom meledak di gereja," katanya dikonfirimasi.

Korban, kata dia, mengalami luka bakar lebih dari 70 persen dan tubuhnya mengalami trauma ledakan.

"Sejak masuk ke ICU IRD dr Soetomo, kondisinya sudah kritis sampai meninggal dunia," ucapnya.

Meninggalnya Catur Giri Sungkowo menambah daftar korban meninggal akibat bom bunuh diri di Surabaya menjadi 14 orang.

Serangan teroris juga terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya dan di gerbang Markas Polrestabes Surabaya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Penembakan di Bank Florida, Pelaku Telepon Polisi Usai Tewaskan 5 Orang

Penembakan di Bank Florida, Pelaku Telepon Polisi Usai Tewaskan 5 Orang

Internasional
WFP: Terorisme Subur Tanpa Ketahanan Pangan dan Pendidikan yang Baik

WFP: Terorisme Subur Tanpa Ketahanan Pangan dan Pendidikan yang Baik

Internasional
TKN Jokowi-Ma'ruf Persilakan Bawaslu Usut Pembelian Sabun Rp 2 Miliar

TKN Jokowi-Ma'ruf Persilakan Bawaslu Usut Pembelian Sabun Rp 2 Miliar

Nasional
Angkasa Pura II Sediakan 'Vending Machine' bagi Pengguna Bus Bandara Soekarno-Hatta

Angkasa Pura II Sediakan "Vending Machine" bagi Pengguna Bus Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Arab Saudi Akan Gelar Festival Lari Dikejar Banteng Ala Spanyol

Arab Saudi Akan Gelar Festival Lari Dikejar Banteng Ala Spanyol

Internasional
Polisi Inggris Gelar Operasi untuk Selamatkan Seekor 'Gerbil Lapar'

Polisi Inggris Gelar Operasi untuk Selamatkan Seekor "Gerbil Lapar"

Internasional
Jaksa Bantah Eksepsi Hakim Merry Purba soal Tak Punya Bukti Permulaan

Jaksa Bantah Eksepsi Hakim Merry Purba soal Tak Punya Bukti Permulaan

Nasional
Polisi Sebut 6 Tersangka Kasus Amblesnya Jalan Gubeng Surabaya

Polisi Sebut 6 Tersangka Kasus Amblesnya Jalan Gubeng Surabaya

Regional
[HOAKS] Surat Optimalisasi Pemenuhan Kebutuhan PNS oleh BKN

[HOAKS] Surat Optimalisasi Pemenuhan Kebutuhan PNS oleh BKN

Nasional
Moderator Debat Kedua Pilpres Ditentukan Jumat Besok

Moderator Debat Kedua Pilpres Ditentukan Jumat Besok

Nasional
Penyetaraan Gaji Perangkat Desa Diterapkan Paling Lambat Maret 2019

Penyetaraan Gaji Perangkat Desa Diterapkan Paling Lambat Maret 2019

Nasional
Pengendara Motor Tewas Terlindas Mobil Boks di Jalan Daan Mogot

Pengendara Motor Tewas Terlindas Mobil Boks di Jalan Daan Mogot

Megapolitan
Dijemput di Lapas Porong, Tersangka Mafia Bola Diperiksa di Mapolda Jatim

Dijemput di Lapas Porong, Tersangka Mafia Bola Diperiksa di Mapolda Jatim

Regional
Arsul Sani: Kita Sama-sama Tahu, Tahun 2014 PPP Usung Prabowo-Hatta

Arsul Sani: Kita Sama-sama Tahu, Tahun 2014 PPP Usung Prabowo-Hatta

Nasional
Kalapas Cipinang Terkesan dengan Sikap Ahok Selama Jadi Narapidana

Kalapas Cipinang Terkesan dengan Sikap Ahok Selama Jadi Narapidana

Megapolitan

Close Ads X