Sempat Terjebak di Rumah Warga, Anak Macan Tutul Dilepasliarkan

Kompas.com - 18/05/2018, 11:24 WIB
Para petugas menggotong kandang yang di dalamnya terdapat seekor anak macan tutul saat proses pelepasliaran di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (17/5/2018). KOMPAS.com/BUDIYANTOPara petugas menggotong kandang yang di dalamnya terdapat seekor anak macan tutul saat proses pelepasliaran di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (17/5/2018).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Anak macan tutul (Panthera pardus melas) berjenis kelamin jantan akhirnya dilepasliarkan di kawasan rimba belantara Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Resor Selabintana, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (17/5/2018) sekitar pukul 23:00 wib.

Sebelumnya satwa dilindungi itu sempat terjebak selama 14 jam di bawah rumah panggung milik Hendi alias Goci (53) di permukiman pegawai PTPN VIII Kampung Perbawati, Desa Perbawati, Kecamatan Sukabumi, Rabu (16/5/2018) sekitar pukul 23:30 Wib.

"Hasil observasi sekitar enam sampai tujuh jam, kami pastikan kondisi individu macan tutul ini sudah memungkinkan untuk dilepasliarkan,'' ucap drh. Wahyu Hananto dari Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC) kepada wartawan selesai pelepasliaran, Kamis malam.

Baca juga: 14 Jam Terjebak di Bawah Rumah Panggung, Seekor Macan Tutul Akhirnya Dievakuasi

Dia menuturkan dalam evakuasi macan tutul berjenis kelamin jantan ini pun tim medis sudah melakukan pengambilan darah dan diperiksa di laboratorium. Hasilnya lanjut dia tidak ditemukan adanya tanda-tanda penyakit membahayakan.

''Enggak ada indikasi enggak wajar. Macan tutul ini enggak ada yang perlu ditreatment, oleh karenanya kami mendukung untuk dilepasliarkan segera," ujar dia.

Kepala Seksi Perlindungan Perencanaan dan Pengawetan Balai Besar TNGGP, Aden Mahyar mengatakan anak macan tutul yang sempat terjebak di permukiman ini sudah berhasil dilepasliarkan di habitat aslinya dengan lancar.

''Alhamdulillah, pelepasliaran berjalan lancar. Pelepasliaran dilaksanakan malam hari ini karena satwanya sendiri sudah menunjukkan siap dilepasliarkan,'' kata Aden.

Baca juga: Seekor Macan Tutul Terjebak di Bawah Rumah Panggung di Sukabumi

''Pelepasliaran dalam waktu secepatnya dapat meminimalisir risiko stress pada individu satwa sendiri,'' sambungnya.

Aden menambahkan setelah pelepasliaran ini pihaknya akan terus secara rutin melaksanakan berbagai upaya, di antaranya memantau lokasi pelepasliaran dan mengamati individu anak macan tutul tersebut.

''Akan diamati apakah anak macan tutul ini masih berada di sekitar lokasi pelepasliaran atau sudah beradaptasi dengan habitat sebelumnya,'' pungkas dia.

Penananganan macan tutul yang terjebak di permukiman hingga pelepasliaran di antaranya melibatkan BBTNGGP, BBKSDA Jawa Barat, Taman Safari Indonesia (TSI), Pusat Penyelamatan Satwa (PPSC), Polsek Sukabumi-Polres Sukabumi Kota, Koramil Sukabumi, Himpunan Sukarelawan ''Volunteer Panthera'', dan masyarakat Kampung Perbawati.

Baca juga: Seekor Macan Tutul Terjebak di Kandang Ayam

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Regional
Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Regional
Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Regional
Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Regional
Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Regional
Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Regional
Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Regional
60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

Regional
Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Regional
Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Regional
Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Regional
Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Regional
174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

Regional
Diduga Suspect Corona, Seorang Pasien di Malang Ternyata Batuk Biasa

Diduga Suspect Corona, Seorang Pasien di Malang Ternyata Batuk Biasa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X