Antisipasi Teror, RT-RW di Palembang Diminta Data Warga Pendatang - Kompas.com

Antisipasi Teror, RT-RW di Palembang Diminta Data Warga Pendatang

Kompas.com - 17/05/2018, 16:08 WIB
Pjs Walikota Palembang Akhmad NajibKOMPAS.com/ Aji YK Putra Pjs Walikota Palembang Akhmad Najib

 

  PALEMBANG, KOMPAS.com - Pjs Wali Kota Palembang Akhmad Najib meminta seluruh ketua RT dan RW mendata warga pendatang.

Itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi dini, untuk mencegah para pelaku teror masuk ke wilayahnya. 

“Para ketua RT dan RW adalah garda terdepan. Bila ada orang yang tidak dikenal berkeliaran di lingkungan, sudah sewajarnya ditanya maksud dan tujuan mereka," ujar Najib, Kamis (17/5/2018).

"Bila perlu tanyakan identitasnya. Bila ada hal yang sekiranya mencurigakan, segera dilaporkan. Apalagi mengingat perkembangan situasi keamanan seperti sekarang ini,” tuturnya.

Baca juga: Ketika Risma Tiba-tiba Bersujud di Kaki Anggota Takmir Masjid

Dia mengatakan, modus para pelaku teroris masuk ke wilayah dengan cara tak terdata oleh perangkat RT/RW setempat.

Setelah itu, mereka mulai menyebarkan paham radikal kepada warga sekitar, sehingga dapat merekrut anggota baru.

“Saya minta RT/RW lebih berperan aktif, jaga wilayah masing-masing. Jangan sampai kecolongan jika ada warga pendatang,” ujarnya,

Densus 88 Antiteror sebelumnya menangkap dua warga Pekanbaru Riau, HH alias AR (38) dan HS alias AB (39) di kawasan Pasar Km 5 Palembang, Sumsel. Keduanya merupakan terduga teroris.

Keduanya diketahui datang ke Palembang untuk berkonsultasi dengan seorang dosen, usai gagalnya melakukan teror di Mako Brimob Kelapa Dua Depok.

Kompas TV Pemerintah kembali menagih penyelesaian serta pengesahan revisi UU Tindak Pidana Terorisme kepada DPR.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Terkini Lainnya

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Megapolitan
Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Megapolitan
Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Megapolitan
Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Nasional
Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Edukasi
Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Megapolitan
Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Internasional
Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Edukasi
Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Megapolitan
Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Nasional
Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Megapolitan
Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan 'Diadopsi' Kampus di China

Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan "Diadopsi" Kampus di China

Internasional
Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas  Bekasi

Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas Bekasi

Megapolitan
Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Nasional
Close Ads X