Sebut Bom Surabaya Rekayasa, PNS Kayong Utara Ditahan

Kompas.com - 17/05/2018, 14:07 WIB
FSA, oknum PNS Kabupaten Kayong Utara saat diperiksa petugas be Kontributor Pontianak, Yohanes Kurnia IrawanFSA, oknum PNS Kabupaten Kayong Utara saat diperiksa petugas be

PONTIANAK, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menetapkan FSA sebagai tersangka karena membuat status di Facebook terkait peristiwa teror bom yang terjadi di Surabaya pada Minggu (13/5/2018) yang lalu.

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Nanang Purnomo mengatakan, saat ini status FSA yang merupakan PNS di Kabupaten Kayong Utara ini sudah resmi sebagai tersangka.

"Kemarin sudah dilakukan pemeriksaan dan langsung kita naikkan statusnya sebagai tersangka," ujar Nanang saat dihubungi, Kamis (17/5/2018).

Usai ditetapkan sebagai tersangka, sambung Nanang, FSA juga langsung ditahan di Mapolda Kalbar.

Nanang menegaskan, FSA dijerat Pasal 45A Ayat 2 junto Pasal 28 ayat 2 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tenyang Peraturan Hukum Pidana.

Sebagaimana diketahui, FSA merupakan seorang PNS yang juga kepala sekolah di salah satu SMP negeri di Kabupaten Kayong Utara.

Baca juga: Satu Terduga Teroris Probolinggo Bekerja Sebagai PNS

Dalam akun Facebook miliknya, FSA menyebutkan bahwa peristiwa teror bom yang terjadi di tiga gereja di Surabaya itu sebagai rekayasa. Status Facebook tersebut kemudian viral di media sosial.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Santri di Sukabumi Tewas di Areal Persawahan, 1 Orang Keracunan Obat

Santri di Sukabumi Tewas di Areal Persawahan, 1 Orang Keracunan Obat

Regional
Kronologi Kepala Dusun di Bulukumba Rusak Mata dan Potong Kemaluan Warganya hingga Tewas

Kronologi Kepala Dusun di Bulukumba Rusak Mata dan Potong Kemaluan Warganya hingga Tewas

Regional
Gara-gara Suara Knalpot, Dua Pria Dikeroyok di Denpasar

Gara-gara Suara Knalpot, Dua Pria Dikeroyok di Denpasar

Regional
Korban Tabrak Lari Pengendara Rush yang Diduga Stress Bertambah, di Antaranya Anak-anak

Korban Tabrak Lari Pengendara Rush yang Diduga Stress Bertambah, di Antaranya Anak-anak

Regional
22 Hari Penemuan Mayat di Senggigi, Jenazah Belum Dikubur

22 Hari Penemuan Mayat di Senggigi, Jenazah Belum Dikubur

Regional
Kepala Dusun di Bulukumba Potong Kemaluan dan Rusak Mata Warganya karena Masalah Penyemprot Padi

Kepala Dusun di Bulukumba Potong Kemaluan dan Rusak Mata Warganya karena Masalah Penyemprot Padi

Regional
Tanah Gambut di Rupat Bengkalis Kembali Terbakar, Petugas Berjibaku Padamkan Api

Tanah Gambut di Rupat Bengkalis Kembali Terbakar, Petugas Berjibaku Padamkan Api

Regional
Main Tik Tok Bersama Cinta Laura saat Jabar Banjir, Ridwan Kamil Disentil Netizen

Main Tik Tok Bersama Cinta Laura saat Jabar Banjir, Ridwan Kamil Disentil Netizen

Regional
Melerai Perkelahian, Anggota Polisi Malah Dihajar hingga Terluka

Melerai Perkelahian, Anggota Polisi Malah Dihajar hingga Terluka

Regional
Kecelakaan di Tol Bawen, Gran Max Tabrak Truk, Satu Tewas

Kecelakaan di Tol Bawen, Gran Max Tabrak Truk, Satu Tewas

Regional
Sadis, Kepala Dusun di Bulukumba Bunuh Warganya, Kemaluan Dipotong, Mata Dirusak

Sadis, Kepala Dusun di Bulukumba Bunuh Warganya, Kemaluan Dipotong, Mata Dirusak

Regional
Dibuang, Bayi Baru Lahir Ditemukan di Selokan

Dibuang, Bayi Baru Lahir Ditemukan di Selokan

Regional
Jenazah Pasien Suspect Virus Corona di Semarang Dibungkus Plastik Sebelum Dimakamkan

Jenazah Pasien Suspect Virus Corona di Semarang Dibungkus Plastik Sebelum Dimakamkan

Regional
Kronologi Para Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas di NTT

Kronologi Para Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas di NTT

Regional
Usia 39 Tahun, Esti Jadi Profesor Termuda di Unmul,Ciptakan 4 Produk Obat Ikan dari Tanaman Lokal Kaltim

Usia 39 Tahun, Esti Jadi Profesor Termuda di Unmul,Ciptakan 4 Produk Obat Ikan dari Tanaman Lokal Kaltim

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X