Warga Kudus Sambut Ramadhan dengan Tradisi Dandangan - Kompas.com

Warga Kudus Sambut Ramadhan dengan Tradisi Dandangan

Kompas.com - 17/05/2018, 12:39 WIB
Kompas TV Umat Muslim Mesir Sambut Ramadhan dengan Pasang Lampu Fanoos

KUDUS, KOMPAS.com - Visualiasasi tradisi dandangan digelar di Alun-alun Kudus, Jawa Tengah, Rabu (16/5/2018) sore. Ribuan warga berkerumun di Alun-alun Kudus sejak sore untuk menyaksikan kegiatan tersebut. 

Kegiatan yang berlangsung hingga malam hari tersebut diramaikan dengan persembahan tarian kolosal dan beberapa hiburan lain.

Penampilan tarian kolosal oleh puluhan penari itu menggambarkan sejarah industri pengolahan tembakau di Kudus. Sampai pada sejarah Sunan Kudus.

Sebelum resmi dibuka dengan ditandai pemukulan beduk, masyarakat yang hadir diminta sejenak untuk mengheningkan cipta mendoakan Indonesia. Berharap semua dalam lindungan Sang Khalik dari segala macam insiden buruk.

Aksi teror yang melanda wilayah Jawa Timur dan juga wilayah lain di belahan Nusantara menjadi keprihatinan semua pihak. Mereka mengutuk keras aksi bom bunuh diri yang menewaskan dan melukai para korban tak bersalah itu.

Baca juga: Mabbaca-baca, Tradisi Unik Sambut Ramadhan Masyarakat Polewali Mandar

Sekilas Tradisi Dandangan

Dandangan adalah tradisi peninggalan Sunan Kudus sejak 450 tahun lalu, yang dilakukan untuk menyambut datangnya awal Ramadhan

Dandangan bermula dari masyarakat yang menanti pengumuman awal dimulainya waktu puasa. Masyarakat pun berkumpul menunggu datangnya bulan suci Ramadhan.

Adalah Jakfar Shodiq selaku pemimpin Kudus sekaligus ulama di waktu itu. Konon beliaulah yang mengumumkan datangnya awal Ramadhan di Masjid dan Menara Kudus yang ditandai dengan suara tabuhan beduk.

Nah, bunyi beduk yang menggema"dang dang dang" itulah yang kemudian akrab disebut dandangan.

Baca juga: Makan Telur Ikan Mimi, Tradisi Warga Kendal Sambut Ramadhan

Seiring berjalannya waktu, keramaian ini menjadi momentum yang dimanfaatkan oleh para pedagang untuk menggelar lapaknya.

Hingga saat ini menjelang Ramadhan, Jalan Sunan Kudus selalu saja dipenuhi oleh pedagang kaki lima (PKL) dengan kemeriahan pasar malam.

Beraneka ragam dagangan dijajakan di kawasan perkotaan itu. Mulai dari pernah-pernak aksesoris, hiasan miniatur, perabot dapur hingga ?oleh-oleh khas Kudus.

Pemukulan Beduk

Bupati Kudus Musthofa memberi penghormatan khusus kepada PT Djarum untuk memukul beduk, dengan diwakili oleh Direktur Produksi PT Djarum Thomas Budi Santoso.

Pemukulan beduk oleh Budi Santoso didampingi oleh Forkopimda Kudus. Selanjutnya diikuti oleh tokoh agama dan Forkoimda yang juga memukul beduk sebagai pertanda masuknya bulan Ramadhan.

Baca juga: Karena 3 Faktor, Hilal Gagal Terpantau di Kudus

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kudus Yuli Kasiyanto menyampaikan, tradisi dandangan adalah rutinitas di Kabupaten Kudus yang berlangsung sejak lama. Langkah ini merupakan bentuk Nguri-Nguri budaya.

"Dandangan adalah tradisi Kudus. Kami akan selalu menjaga sebagai pengingat datangnya bulan suci Ramadhan," kata Yuli.

Bupati Kudus Musthofa mengatakan, sambutan ini adalah yang terakhir selama dia menjabat sebagai orang nomor satu di Kudus.

Di penghujung sambutannya, Musthofa berharap, Kudus yang nantinya tak lagi dia pimpin tetap menjaga keramahan bagi investor. Dan memberi kenyamanan bagi para pemilik modal.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Komentar

Terkini Lainnya

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Megapolitan
Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Megapolitan
Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Megapolitan
Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Nasional
Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Edukasi
Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Megapolitan
Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Internasional
Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Edukasi
Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Megapolitan
Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Nasional
Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Megapolitan
Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan 'Diadopsi' Kampus di China

Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan "Diadopsi" Kampus di China

Internasional
Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas  Bekasi

Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas Bekasi

Megapolitan
Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Nasional
Close Ads X