Mabbaca-baca, Tradisi Unik Sambut Ramadhan Masyarakat Polewali Mandar

Kompas.com - 17/05/2018, 12:29 WIB
Tradisi masyarakat Polewali Mandar menyambut Ramadhan, yakni ritual Mabbacabaca dan bakar pallang dari empat penjuru mata angin, Rabu (16/5/2018) KOMPAS.com/JUNAEDITradisi masyarakat Polewali Mandar menyambut Ramadhan, yakni ritual Mabbacabaca dan bakar pallang dari empat penjuru mata angin, Rabu (16/5/2018)

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com – Masyarakat Polewali Mandar di Sulawesi Barat memiliki tradisi unik mengawali puasa, yakni ritual mabbacabaca. 

Ritual tradisi ini yakni menghadirkan sajian nasi ketan, kari ayam, telur dan dan aneka buah segar, dan membakar pallang atau lilin tradisonal yang terbuat dari kapas dan biji kemiri.

Pallang dinyalakan dari empat penjuru mata angin dan dipasang di halaman rumah hingga dipasang bersusun di atas tangga.

Tradisi ini sebagai ungkapan doa agar pemilik rumah diberi petunjuk dan kekuatan dalam menjalankan ibadah puasa yang penuh dengan ujian kesabaran dan kejujuran. Tradisi ini sudah turun temurun dilakukan warga menjelang malam pertama Ramadhan.

Baca juga: Demi Rayakan Hari Meugang Sambut Ramadhan, Daging Mahal Tetap Dibeli

Warga dusun Macera, Desa Mammi, Kecamatan Binuang masih menjalankan tradisi ini. Sejak Rabu sore (16/5/201) menjelang malam warga mulai sibuk di dapur untuk mempersiapkan berbagai makanan untuk disajikan seperti opor ayam, pisang, nasi beras ketan, telur.

Sebelum makanan dan buah manis disantap bersama keluarga, sajian ini terlebih dahulu didoakan oleh khatib atau imam masjid setempat.

“Mabbaca-baca ini merupakan ungkapan doa agar seisi rumah bisa sehat, kuat dan mendapat berkah selama menjalankan ibadah puasa,” jelas Wiwi, ibu rumah tangga dusun Macera kepada Kompas.com

Wiwi mengaku sejak siang sudah sibuk mempersiapkan berbagai keperluan ritual menyambut Ramadhan.

Bakar Pallang

Selain menggelar ritual mabbaca-baca, Wiwi dan warga lain juga menyalakan pallang. Selain halaman rumah dan tangga, lilin ini juga dinyalakan di tempat penyimpanan beras atau pusat kegiatan keluarga dalam satu rumah.

Baca juga: Makan Telur Ikan Mimi, Tradisi Warga Kendal Sambut Ramadhan

Lilin yang dibakar angkanya wajib berjumlah ganjil, misalnya 7, 9, 11, dan seterusnya. Selama dibakar, lilin tidak boleh padam. Warga harus tetap menjaganya hingga betul-betul padam.

Anto, salah satu warga desa Mambuliling di Polewali Mandar menyebutkan, makna dari tradisi bakar pallang ini adalah agar pemilik rumah diberi petunjuk dan terhindar dari segala gangguan atau godaan setan selama melaksanakan ibadah puasa hingga Idul Fitri.

"Tradisi ini dilakukan sebelum melaksanakan ibadah shalat Tarawih," kata dia.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

Regional
Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Regional
Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Regional
Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Regional
Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Regional
Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Regional
Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Regional
Gubernur Gorontalo Jelaskan Penyebab Pulau Dudepo Belum Teraliri Listrik

Gubernur Gorontalo Jelaskan Penyebab Pulau Dudepo Belum Teraliri Listrik

Regional
Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang, Satgas: Sebenarnya Bisa Dibubarkan, Cuma...

Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang, Satgas: Sebenarnya Bisa Dibubarkan, Cuma...

Regional
Ratusan TPS di NTT Tak Miliki Listrik dan Jaringan Internet yang Memadai

Ratusan TPS di NTT Tak Miliki Listrik dan Jaringan Internet yang Memadai

Regional
Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang Saat PSBB, Kapolres Serang Bilang Tak Tahu

Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang Saat PSBB, Kapolres Serang Bilang Tak Tahu

Regional
Gegara Unggahan Bernada Sumbang soal Covid-19, Pria Ini Disidang Bupati Banyumas

Gegara Unggahan Bernada Sumbang soal Covid-19, Pria Ini Disidang Bupati Banyumas

Regional
Pohon Tumbang Timpa Mobil Berpenumpang Lima Orang di Madiun

Pohon Tumbang Timpa Mobil Berpenumpang Lima Orang di Madiun

Regional
Prajurit TNI di Perbatasan Amankan Kantong Plastik Isi 4 Bundel Amplop, Diduga untuk Serangan Fajar

Prajurit TNI di Perbatasan Amankan Kantong Plastik Isi 4 Bundel Amplop, Diduga untuk Serangan Fajar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X