Polres Majene Musnahkan Miras, Obat Terlarang dan Makanan Kadaluarsa - Kompas.com

Polres Majene Musnahkan Miras, Obat Terlarang dan Makanan Kadaluarsa

Kompas.com - 17/05/2018, 11:26 WIB
Polres Majene memusnahkan miras, obat terlarang dan makanan kadaluarsa untuk menjaga ketertiban saat bulan Ramadhan, Rabu (16/5/2018) sore. KOMPAS.com/JUNAEDI Polres Majene memusnahkan miras, obat terlarang dan makanan kadaluarsa untuk menjaga ketertiban saat bulan Ramadhan, Rabu (16/5/2018) sore.


MAJENE, KOMPAS.com – Kepolisian Resort (Polres) Majene di Sulawesi Barat memusnahkan ratusan botol miras ilegal berbagai merek dan miras oplosan yang disita dari hasil operasi penyakit masyarakat (pekat) dari sejumlah toko dan warung selama 2018.

Selain memusnahkan miras, Polres Majene juga musnahkan obat-obatan terlarang dan bahan makanan kadaluarsa yang disita dari sejumlah pasar, warung dan swalayan.

Ratusan botol miras berbagai merek dimusnahkan petugas Polres Majene menggunakan alat berat di Pantai Labuang, Kelurahan Labuang, Kecamatan Banggae Timur, Majene, Sulawesi Barat, Rabu Sore (16/5/2018) kemarin.

Pemusnahan ratusan botol miras dan minuman keras oplosan ini dilakukan Polres Majene untuk mencegah peredaran minuman keras dan obat-obatan terlarang selama Ramadhan.

Baca juga: Sambut Ramadhan 2018, Polda NTB Musnahkan Ribuan Miras

Kapolres Majene AKBP Asri Effendi mengatakan, pemusnahan miras dan obat-obatan terlarang serta bahan makanan kadaluarsa ini merupakan hasil razia bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Majene dan dinas terkait lainnya.

“Kami berharap pemusnahan miras, obat-oabt terlarang dan barang kadalursa yang disita dari berbagai warung dan swalayan ini tidak lagi digunakan atau dikonsumsi karena membahayakan kesehatan,” jelas Kapolres Majene AKBP Asri Effendi.

Dia menegaskan, polisi akan terus melakukan razia dan memantau warung-warung yang diduga tempat penjualan miras untuk mencegah peredaran miras, serta obat-obatan terlarang yang bisa memicu gangguan kantibmas terutama selama Ramadhan.


Terkini Lainnya

Ketua KPU Persilakan Para Calon Kunjungi Lembaga Pendidikan asal...

Ketua KPU Persilakan Para Calon Kunjungi Lembaga Pendidikan asal...

Regional
Ada Pekerjaan 'Skybridge', Jalan Jatibaru Raya Dibuka Terbatas

Ada Pekerjaan "Skybridge", Jalan Jatibaru Raya Dibuka Terbatas

Megapolitan
Pengamat: Kampanye Negatif Boleh, tetapi Kampanye Positif Harus Diutamakan

Pengamat: Kampanye Negatif Boleh, tetapi Kampanye Positif Harus Diutamakan

Nasional
PPSU Temukan Botol Miras dalam Pembongkaran Rumah di Pekojan Jakbar

PPSU Temukan Botol Miras dalam Pembongkaran Rumah di Pekojan Jakbar

Megapolitan
ITB Harap Penelitiannya Berguna untuk Rekonstruksi Palu Pasca-Bencana

ITB Harap Penelitiannya Berguna untuk Rekonstruksi Palu Pasca-Bencana

Edukasi
Gelapkan 51 Sepeda Motor, Dua Ibu Rumah Tangga Ditangkap

Gelapkan 51 Sepeda Motor, Dua Ibu Rumah Tangga Ditangkap

Regional
3 Lokasi Ini Dipertimbangkan Jadi Area Hunian Tetap Bagi Korban Gempa Sulteng

3 Lokasi Ini Dipertimbangkan Jadi Area Hunian Tetap Bagi Korban Gempa Sulteng

Nasional
Kekeringan, 1.000 ASN Kota Bandung Gelar Shalat Minta Hujan di Balai Kota

Kekeringan, 1.000 ASN Kota Bandung Gelar Shalat Minta Hujan di Balai Kota

Regional
Polri: Banyak yang Catut Nama Kapolri Tito Karnavian

Polri: Banyak yang Catut Nama Kapolri Tito Karnavian

Nasional
Sambangi Syafi'i Maarif, Ma'ruf Amin Minta Saran Terkait Pilpres

Sambangi Syafi'i Maarif, Ma'ruf Amin Minta Saran Terkait Pilpres

Nasional
Perpanjangan Ganjil-Genap demi Penuhi Target Kecepatan 21 Km Per Jam

Perpanjangan Ganjil-Genap demi Penuhi Target Kecepatan 21 Km Per Jam

Megapolitan
Tak Ada di RKPD, Taufik Paksa Anggaran Rehab Kantor Lurah dan Camat Masuk APBD

Tak Ada di RKPD, Taufik Paksa Anggaran Rehab Kantor Lurah dan Camat Masuk APBD

Megapolitan
Selasa, Polisi Periksa Sohibul Iman Terkait Laporan Fahri Hamzah

Selasa, Polisi Periksa Sohibul Iman Terkait Laporan Fahri Hamzah

Megapolitan
Surabaya Dilewati Dua Sesar Aktif Berpotensi Gempa, Apa yang Dilakukan Pemkot?

Surabaya Dilewati Dua Sesar Aktif Berpotensi Gempa, Apa yang Dilakukan Pemkot?

Regional
PKS Perbolehkan Kampanye Negatif, Ini Tanggapan Ketua Bawaslu

PKS Perbolehkan Kampanye Negatif, Ini Tanggapan Ketua Bawaslu

Nasional
Close Ads X