Dipaksa Ceraikan Istri, Menantu Bunuh Mertua - Kompas.com

Dipaksa Ceraikan Istri, Menantu Bunuh Mertua

Kompas.com - 16/05/2018, 21:54 WIB
Tersangka AA saat diamankan di Polres Banyuasin, Sumatera SelatanKOMPAS.com/ Aji YK Putra Tersangka AA saat diamankan di Polres Banyuasin, Sumatera Selatan

 PALEMBANG, KOMPAS.com - Penemuan mayat di belakang Sekolah Dasar Negeri Desa Rimba Terab, Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, akhirnya terungkap.

Mayat tersebut diketahui bernama Wat Satik (50), yang tewas dibunuh oleh menantunya sendiri berinisia AA (18). Kejadian itu diketahui setelah Satuan Reskrim Polres Banyuasin menangkap pelaku usai penemuan jenazah Wat Satik.

AA sempat berkilah dirinya menjadi dalang atas pembunuhan mertuanya itu. Namun, dari barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian, dia tak bisa lagi menyangkal telah menghabisi nyawa Wat Satik secara sadis.

Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP Dwisatya mengatakan, pembunuhan itu dilakukan tersangka AA dikarenakan tak terima desakan dari korban yang meminta istrinya untuk bercerai.

Tersangka yang tak mengetahui alasan Wat Satik meminta anaknya cerai mencoba menemui korban di rumah mereka di Kelurahan Satrio, Kecamatan Banyuasin III, Banyuasin, Sumsel.

“Pelaku sempat menanyakan kepada korban alasan kenapa mereka harus cerai. Tapi korban tak menjawab, sehingga membuat pelaku marah,” kata Dwisatya saat dikonfirmasi, Rabu (16/5/2018).

Baca juga: Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Calon Pengantin

Sebilah golok yang telah disiapkan langsung dilayangkan ke arah korban. AA semakin membababi buta menganiaya korban hingga tewas di tempat.

“Setelah itu mayatnya dibuang tersangka di belakang sekolah hingga akhirnya kita temukan. Tersangka sempat mengaburkan alat bukti dengan membuang golok yang dia bawa. Tapi berhasil kita temukan,” jelas Kasat Reskrim.

Baca juga: Kronologi Penyerangan Rumah Tersangka Pembunuhan di OKI

Atas perbuatannya, AA akan dikenakan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman semur hidup.

Kompas TV Tersangka pernah melakukan penyerangan dan pembunuhan terhadap 6 anggota brimob dan TNI di daerah Puncak Jaya.



Close Ads X