Makan Telur Ikan Mimi, Tradisi Warga Kendal Sambut Ramadhan

Kompas.com - 16/05/2018, 21:20 WIB
Penjual telur mimi di halaman masjid Agung Kaliwungu menjelang bulan puasa. KOMPAS.com/ SLAMET PRIYATINPenjual telur mimi di halaman masjid Agung Kaliwungu menjelang bulan puasa.

KENDAL, KOMPAS.com - Ada tradisi memakan telur mimi di Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah, setiap menjelang Ramadhan.

Banyak warga yang berebut membeli telur dari ikan mimi itu (sejenis ikan pare) pada H-1 puasa.

Salah satu warga Kaliwungu, Rondiyah (35), menjelaskan, budaya makan telur mimi sehari sebelum puasa adalah tradisi yang sudah lama ada. Namun ia mengaku tidak alasan warga harus makan telur mimi menjelang puasa.

Rondiyah mengatakan, telur mimi itu bisa dibeli di halaman masjid besar Kaliwungu. Sebab di tempat itu, selalu ada pasar tiban setiap menjelang puasa. Biasanya, telur mimi itu diolah menjadi botok atau pepes.

“Sehari sebelum puasa, ada tradisi tukuder. Artinya membeli makanan, di antaranya telur mimi setiap menjelang luasa,” ujarnya.

Sama dengan Rondiyah, warga Kaliwungu lainnya, Rokhanah (40), juga mengaku bahwa tradisi makan telur mimi menjelang Ramadhan sudah ada sejak ia masih kecil. Telur mimi biasanya dibuat botok.

“Ada juga yang dipepes. Rasanya gurih,” katanya.

Baca juga: Puluhan Tempat Karaoke di Bandungan Sukarela Tutup Selama Ramadhan

Penjual telur mimi, Meli Saadah mengaku sudah bertahun-tahun berjualan telur mimi. Ia menjualnya setiap menjelang bulan puasa.

“Saya berjualan usai duhur. Pembeli langsung berdatangan. Saya selalu kerepotan melayani pembeli itu,” tambahnya.

Hanya Ada saat Ramadhan

Meli menjelaskan, telur mimi yang ia jual didapat dari nelayan. Namun ia tidak tahu kenapa ikan mimi itu adanya setiap menjelang bulan puasa.


“Kalau menurut nelayan, dirinya pernah menangkap ikan mimi jauh hari memasuki bulan puasa. Tapi belum bertelur. Tapi ikan Mimi yang ditangkap menjelang bulan puasa, kebanyakan bertelur,” ujarnya.

Meli menjual telur mimi seharga Rp 5.000 untuk satu plastik. Sedangkan untuk satu pasang ikan mimi dijual seharga Rp 50.000.

Terkait dengan hal itu, salah satu ulama Kaliwungu Kendal, Alamudin Dimyati Rois mengatakan, masyarakat Kaliwungu merasa kurang afdhal kalau belum makan telur mimi menjelang dan saat bulan puasa. Ini tradisi sejak zaman nenek moyang, dan sampai kini masih ada.

“Tradisi makan telur mimi adanya di Kaliwungu. Di lain daerah sepengetahuan saya tidak ada,” kata Alamudin.

Baca juga: Jelang Ramadhan, Polisi Lhokseumawe Razia Tempat Hiburan dan Petasan

Anggota DPR RI yang biasa disapa Gus Alam tersebut menambahkan, secara pasti dirinya tidak tahu sejarah warga makan telur mimi menjelang Ramadhan. Namun menurut cerita dari mulut ke mulut, tradisi makan telur mimi pada bulan Ramadhan ini sudah ada sejak zaman wali yang menyebarkan agama Islam di Kendal.

“Kebenarannya hanya Allah yang tahu. Saya sudah menjumpai tradisi ini sejak saya masih kecil,” jelasnya.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hasil Investigasi soal Kebocoran 125.000 Data Mahasiswa Undip

Hasil Investigasi soal Kebocoran 125.000 Data Mahasiswa Undip

Regional
Jadi Kuasa Hukum dan Gugat Ayahnya Rp 3 Miliar, Masitoh Meninggal Serangan Jantung Sehari Sebelum Sidang

Jadi Kuasa Hukum dan Gugat Ayahnya Rp 3 Miliar, Masitoh Meninggal Serangan Jantung Sehari Sebelum Sidang

Regional
Reka Ulang Pembunuhan Mahasiswa Telkom, Pelaku Isap Rokok usai Bunuh Korban

Reka Ulang Pembunuhan Mahasiswa Telkom, Pelaku Isap Rokok usai Bunuh Korban

Regional
145 Warga Terdampak Langsung Banjir Bandang di Puncak Bogor

145 Warga Terdampak Langsung Banjir Bandang di Puncak Bogor

Regional
Selama di Bali, Kristen Gray Jual E-Book dan Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi

Selama di Bali, Kristen Gray Jual E-Book dan Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi

Regional
Gara-gara Tanah Warisan, Kakek Koswara Digugat Rp 3 Miliar oleh Anaknya: Saya Takut...

Gara-gara Tanah Warisan, Kakek Koswara Digugat Rp 3 Miliar oleh Anaknya: Saya Takut...

Regional
179 Anak di Kulon Progo Positif Covid-19, di Antaranya 50 Balita

179 Anak di Kulon Progo Positif Covid-19, di Antaranya 50 Balita

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kristen Gray dan Pasangan Wanitanya Diusir dari Indonesia | Mayor Sugeng Lapor Polisi

[POPULER NUSANTARA] Kristen Gray dan Pasangan Wanitanya Diusir dari Indonesia | Mayor Sugeng Lapor Polisi

Regional
7 Fakta Kasus Kristen Gray dan Cuitan Soal Bali, Diperiksa 8 Jam, Dideportasi Bersama Pasangan Wanitanya

7 Fakta Kasus Kristen Gray dan Cuitan Soal Bali, Diperiksa 8 Jam, Dideportasi Bersama Pasangan Wanitanya

Regional
Dideportasi dari Indonesia, Kristen Gray: Saya Tidak Bersalah...

Dideportasi dari Indonesia, Kristen Gray: Saya Tidak Bersalah...

Regional
Sembuh dari Corona, Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tanah Rp 3 Triliun di Labuan Bajo Ditahan Jaksa

Sembuh dari Corona, Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tanah Rp 3 Triliun di Labuan Bajo Ditahan Jaksa

Regional
Duduk Perkara Kasus Kristen Gray hingga Akhirnya Dideportasi bersama Pasangan Wanitanya

Duduk Perkara Kasus Kristen Gray hingga Akhirnya Dideportasi bersama Pasangan Wanitanya

Regional
Heboh Kasus Kristen Gray, Warga AS di Bali yang Dideportasi karena Cuitan di Twitter

Heboh Kasus Kristen Gray, Warga AS di Bali yang Dideportasi karena Cuitan di Twitter

Regional
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Gunungkidul, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Gunungkidul, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Beredar Surat Pencopotan Jabatannya di Keraton, GBPH Prabukusumo Merespons

Beredar Surat Pencopotan Jabatannya di Keraton, GBPH Prabukusumo Merespons

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X