Kak Seto: Anak dalam Aksi Teror Bom Bukan Pelaku, melainkan Korban - Kompas.com

Kak Seto: Anak dalam Aksi Teror Bom Bukan Pelaku, melainkan Korban

Kompas.com - 16/05/2018, 17:43 WIB
Kak Seto (tengah)KOMPAS.com/Achmad Faizal Kak Seto (tengah)

SURABAYA, KOMPAS.com - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Seto Mulyadi ( Kak Seto) menyebut anak yang terlibat dalam aksi bom bunuh diri bukanlah pelaku, melainkan korban yang harus dilindungi hak-haknya.

"Mereka sebenarnya korban, bukan pelaku, tolong diubah cara pandangnya," kata Kak Seto seusai menjenguk anak korban aksi peledakan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, di Surabaya, Rabu (16/5/2018).

Anak-anak pelaku bom, kata dia, adalah korban doktrinasi yang salah oleh orangtuanya.

"Jika anak-anak disebut pelaku, maka oleh kelompok tertentu akan dianggap sebagai pahlawan, dan akan menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya untuk menjadi pahlawan-pahlawan berikutnya," jelas Kak Seto.

Sebelumnya, aksi teror bom di Surabaya melibatkan sejumlah anak dalam keluarga bom bunuh diri. Bom bunuh diri di Gereja Kristen Indonesia Jalan Diponegoro Surabaya, dilakukan oleh seorang ibu dan 2 anak perempuannya. Ketiganya tewas di lokasi.

Baca juga: Kak Seto: Jangan Sebut Anak yang Dilibatkan Aksi Teroris sebagai Pelaku

Sementara bom bunuh diri keluarga di Mapolrestabes Surabaya juga membawa seorang anak, namun selamat setelah terlempar 3 meter dari titik peledakan.

Meledaknya bom di Rusun Wonocolo, Sidoarjo, juga menewaskan seorang anak, sementara 3 lainnya selamat, dan mengalami luka serius sehingga harus dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim.

Baca juga: Pemerintah Jamin Pendidikan Anak Terduga Teroris Polrestabes Surabaya

Polisi juga mengamankan 3 anak lagi dari penangkapan terduga teroris di Jalan Sikatan, Kelurahan Manukan Kulon, Kecamatan Tandes, Surabaya, Selasa Kemarin.

Kompas TV Publik prihatin terhadap kejadian teror bom yang melibatkan anak - anak.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Terkini Lainnya

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Megapolitan
Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Megapolitan
Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Megapolitan
Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Nasional
Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Edukasi
Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Megapolitan
Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Internasional
Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Edukasi
Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Megapolitan
Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Nasional
Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Megapolitan
Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan 'Diadopsi' Kampus di China

Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan "Diadopsi" Kampus di China

Internasional
Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas  Bekasi

Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas Bekasi

Megapolitan
Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Nasional
Close Ads X