Polisi, TNI dan Tokoh Lintas Agama NTB Deklarasi Lawan Terorisme - Kompas.com

Polisi, TNI dan Tokoh Lintas Agama NTB Deklarasi Lawan Terorisme

Kompas.com - 16/05/2018, 17:14 WIB
Deklarasi polisi, TNI dan tokoh lintas agama melawan dan mengantisipasi terorisme di NTB, di Mapolda NTB, Rabu (16/5/2018).KOMPAS.com/ FITRI RACHMAWATI Deklarasi polisi, TNI dan tokoh lintas agama melawan dan mengantisipasi terorisme di NTB, di Mapolda NTB, Rabu (16/5/2018).

MATARAM, KOMPAS.com - Aparat kepolisian dan TNI serta tokoh lintas agama di Nusa Tengara Barat, Rabu (16/5/2018) menyerukan deklarasi bersama melawan terorisme di NTB.

Acara deklarasi digelar di Mapolda NTB dipimpin Kapolda NTB Brigjen Pol Achmad Juri. Kapolda sendiri membacakan deklarasi tersebut.

Tiga poin penting yang disampaikan dalam deklarasi bersama itu adalah, pertama menyatakan prihatin dan bela sungkawa yang mendalam kepada keluarga korban terorisme. Kedua, warga NTB siap bersatu mengantisipasi segala bentuk aksi terorisme dan radikalisme.

"Ketiga beratus mengusahakan NTB yang aman, tertib, damai, rukun, harmonis, bahagia dan sejahtera tanpa terorisme, tanpa radikalisme dan tanpa intoleransi," tegas Kapolda NTB diikuti seluruh peserta deklarasi, tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) NTB, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Forum Pemuda, ormas Nahdlatul Wathan, Nahdlatul Ulama, dan Pemuda Muhammadiyah.

Deklarasi itu juga dihadiri Pimpunan Pondok Pesantren Bagu Lombok Tengah Tuan Guru Turmudzi Badaruddin. Akademisi dan tokoh majelis adat Sasak Mudjitahid, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Syaiful Muslim dan sejumlah tokoh lain, serta petinggi TNI Angkatan Darat, Angkatan Udara dan Angkatan Laut.

Baca juga: Gabungan Ormas dan Pemuka Agama di Pangkal Pinang Turun ke Jalan Tolak Terorisme

Kapolda NTB Brigjen Pol Achmad Juri berharap, NTB tetap aman dan tidak terjadi teror seperti yang terjadi di Depok, Surabaya dan Riau. Meski demikian, penjagaan tetap diperketat.

Kapolda sendiri menyebutkan, NTB terutama Kota Mataram, kondusif dan status pengamanan tidak lagi siaga 1 seperti sebelumnya.

"Sudah tidak siaga satu, aman di NTB," katanya.

Meski demikian, pengamanan di Mapolda NTB, Polres, Pokresta dan Polsek se-NTB tetap diperketat. Setiap pengunjung diperiksa aparat kepolisian bersenjata lengkap.

Ketua MUI NTB, Syaiful Muslim, yang hadir dalam deklarasi itu, menyayangkan apa yang telah terjadi dalam tiga hari terakhir ini, apalagi jelang bulan Ramadhan.

"Meskipun kita tergolong aman dan status NTB telah turun dari zona merah menjadi zona hijau sebelun terakhir ini, tetap harus tinggi kewaspadaan kita, terutama aparat keamanan. Kita semua harus bersama-sama menjaga lingkungan kita masing-masing, siskamling mestinya kita galakkan kembali," kata Syaiful.

Baca juga: Jika Aksi Teror Terus Meningkat, Pemerintah Akan Libatkan TNI Tangani Persoalan Terorisme

Tuan Guru Turmudzi Badaruddin, pimpinan Pondok Pesantren Bagu NU NTB, berdoa agar NTB aman.

"Kita doakan mudah-mudahan aman di NTB, biar yang salah dihukum, aman Insya Allah di NTB," kata TGH Turmudzi.


Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X