Polisi Masih Kembangkan Penggeledahan Rumah Terduga Teroris Penjual Tanaman Hias di Palembang

Kompas.com - 16/05/2018, 07:29 WIB
Suasana ruang dalam rumah penjual tanaman hias yang digeledah oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (DItreskrimum) Polda Sumsel KOMPAS.com/ Aji YK PutraSuasana ruang dalam rumah penjual tanaman hias yang digeledah oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (DItreskrimum) Polda Sumsel

 

PALEMBANG, KOMPAS.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Selatan telah melakukan penggeledahan satu unit rumah milik terduga teroris berinisial RS (41) di Jalan Residen Abdul Rozak RT 02 RW 01 Kelurahan Kalidoni Kecamatan Kalidoni, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (15/5/2018).

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan pengembangan terkait penggeledahan tesebut.

“Kaitannya (dengan dua terduga teroris lain) belum ditemukan. Masalah ini masih dikembangkan,” kata Zulkarnain.


Sendirian, Tak Ada Keluarga yang Dampingi Putri Keluarga Pelaku Bom yang Selamat di RS

Hasil pengeledahan, nantinya akan dikonfirmasi dengan HH alias Abu Rahman (38) dan HS alias Abu Ansor (39) dua terduga teroris yang lebih dulu ditangkap oleh Densus 88 Antiteror di kawasan pasar KM 5 Palembang, Senin (14/5/2018).

“Dua yang diamankan belum ditemukan bukti untuk amaliah (bom bunuh diri)  di Sumsel. Tapi kita antisipasi terkait kejadian tersebut. Termasuk sel-sel (teroris) yang masih ada disini,” ujarnya.

RS dikenal oleh kalangan tetangga sebagai sosok pribadi yang suka membaur dan mengisi ceramah di masjid terdekat. Selama 10 tahun lebih berdagang tanaman hias, RS tak pernah menunjukkan gelagat mencurigakan.

Polisi Geledah Rumah Penjual Tanaman Hias di Palembang

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Trenggalek Berharap Santri Menjadi Pelopor Toleransi dan Perdamaian

Bupati Trenggalek Berharap Santri Menjadi Pelopor Toleransi dan Perdamaian

Regional
Fakta Lengkap Kasus 4 Kucing Disiksa di Pontianak, Pelaku Jalani Tes Kejiwaan hingga Satu Ekor Mati

Fakta Lengkap Kasus 4 Kucing Disiksa di Pontianak, Pelaku Jalani Tes Kejiwaan hingga Satu Ekor Mati

Regional
Pemdaprov Jabar Dukung Pemberdayaan Ekonomi Melalui UP2K

Pemdaprov Jabar Dukung Pemberdayaan Ekonomi Melalui UP2K

Regional
Ganjar: Ramalan Santri Tentang Prabowo Jadi Kenyataan

Ganjar: Ramalan Santri Tentang Prabowo Jadi Kenyataan

Regional
Mampu Selesaikan Tantangan Gubernur Banten, 2 Santri Diberangkatkan Umroh

Mampu Selesaikan Tantangan Gubernur Banten, 2 Santri Diberangkatkan Umroh

Regional
Cerita di Balik Densus 88 Diminta Lepas Sepatu Saat Geledah Kos Terduga Teroris

Cerita di Balik Densus 88 Diminta Lepas Sepatu Saat Geledah Kos Terduga Teroris

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Tusuk Mata 4 Kucing dengan Kayu di Pontianak

Polisi Tangkap Pria yang Tusuk Mata 4 Kucing dengan Kayu di Pontianak

Regional
Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Regional
Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Regional
Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Regional
Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Regional
Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Regional
Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Regional
Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Regional
Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X