Bom Surabaya, Polres Banyuwangi Perketat Pelabuhan Ketapang Menuju Bali - Kompas.com

Bom Surabaya, Polres Banyuwangi Perketat Pelabuhan Ketapang Menuju Bali

Kompas.com - 14/05/2018, 10:12 WIB
Anggota Polres Banyuwangi sedang memerika kendaraan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Senin (15/5/2018) dini hari.Humas Polres Banyuwangi Anggota Polres Banyuwangi sedang memerika kendaraan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Senin (15/5/2018) dini hari.

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Pasca meledaknya bom di Surabaya, polisi dan TNI memperketat pengamanan di Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi

Pelabuhan tersebut menjadi pintu masuk ke Pulau Bali via darat.

Setiap kendaraan bermotor yang akan menyebrang ke Pulau Bali diperiksa. Mulai dari kartu identitas hingga barang bawaan yang dibawa penumpang.

Pemeriksaan melibatkan puluhan polisi dari Polres Banyuwangi dibantu dua anjing pelacak. 

Baca juga: Kronologi Ledakan Bom Motor di Mapolrestabes Surabaya

Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman mengatakan, pemeriksaan di Pelabuhan Ketapang dilakukan sejak Minggu (13/5/2018), pasca-ledakan bom di Surabaya.

"Pemeriksaan kepada kendaraan bermotor dan penumpang juga kita lakukan pada malam hari. Jangan sampai ada celah barang berbahaya seperti bom dan bahan peledak lainnya melintas ke Bali," ujar Donny kepada Kompas.com, Senin (14/5/2018).

"Beberapa objek vital di Banyuwangi juga akan kita perketat pengamanan mulai dari pelabuhan, bandara, gereja, dan tempat ibadah lainnya. Ini sudah komitmen kita semua," tambahnya.

Pengaman objek vital akan dilakukan hingga kondisi sudah benar-benar aman sehingga masyarakat bisa tenang saat bepergian. 

Kompas TV Kabid humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera mengonfirmasi adanya aksi teror bom di Polrestabes Surabaya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Terkini Lainnya

Kebakaran di Taman Hiburan Terluas Jerman, 25.000 Orang Dievakuasi

Kebakaran di Taman Hiburan Terluas Jerman, 25.000 Orang Dievakuasi

Internasional
Setelah 4 Tahun, Pemprov DKI Akhirnya Dapat Opini WTP dari BPK

Setelah 4 Tahun, Pemprov DKI Akhirnya Dapat Opini WTP dari BPK

Megapolitan
Hasil Audit BPK Diumumkan Hari Ini, Anies Berharap DKI Dapat WTP

Hasil Audit BPK Diumumkan Hari Ini, Anies Berharap DKI Dapat WTP

Megapolitan
FITRA Minta Pemerintah Transparan soal Anggaran Pemberantasan Terorisme

FITRA Minta Pemerintah Transparan soal Anggaran Pemberantasan Terorisme

Nasional
Sudiman Said: Lebih dari 60 Persen Warga Jateng Ingin Pemimpin Baru

Sudiman Said: Lebih dari 60 Persen Warga Jateng Ingin Pemimpin Baru

Regional
Punya Kendala Daftar Sekolah, Warga Bisa Datang ke Posko di SMKN 1 Jakarta

Punya Kendala Daftar Sekolah, Warga Bisa Datang ke Posko di SMKN 1 Jakarta

Megapolitan
Pimpinan Komisi II Minta E-KTP yang Tercecer Tak Disalahgunakan

Pimpinan Komisi II Minta E-KTP yang Tercecer Tak Disalahgunakan

Nasional
Mantan Presiden AS George HW Bush Kembali Dirawat di Rumah Sakit

Mantan Presiden AS George HW Bush Kembali Dirawat di Rumah Sakit

Internasional
Tahun Depan, Mendikbud Ingin Pelaksanaan UNBK di SMP Capai 90 Persen

Tahun Depan, Mendikbud Ingin Pelaksanaan UNBK di SMP Capai 90 Persen

Nasional
Dedi Mulyadi Ajak Warga Hindari Politik 'Prostitutif' di Bulan Ramadhan

Dedi Mulyadi Ajak Warga Hindari Politik "Prostitutif" di Bulan Ramadhan

Regional
Mengetahui Tugas Asisten Masinis yang Juga Penting dalam Menjalankan Kereta...

Mengetahui Tugas Asisten Masinis yang Juga Penting dalam Menjalankan Kereta...

Megapolitan
THR Pegawai Honorer DKI Jadi Wewenang Masing-masing SKPD

THR Pegawai Honorer DKI Jadi Wewenang Masing-masing SKPD

Megapolitan
Kisah Abah Rasyid Mendirikan Sekolah hingga Mewujudkan Kapal Kemanusiaan

Kisah Abah Rasyid Mendirikan Sekolah hingga Mewujudkan Kapal Kemanusiaan

Nasional
Ikuti Pemerintah Pusat, Pemprov DKI Berikan THR untuk Pensiunan PNS

Ikuti Pemerintah Pusat, Pemprov DKI Berikan THR untuk Pensiunan PNS

Megapolitan
10 Siswa DKI Jakarta dengan Nilai UN SMP IPA Tertinggi

10 Siswa DKI Jakarta dengan Nilai UN SMP IPA Tertinggi

Edukasi

Close Ads X