Polda Jatim: Jumlah Korban Bom di Surabaya dan Sidoarjo 17 Orang

Kompas.com - 14/05/2018, 09:18 WIB
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera KOMPAS.com/Achmad FaizalKabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera

SURABAYA, KOMPAS.com - Polda Jatim menerangkan bahwa sementara total jumlah korban bom di tiga gereja di Surabaya serta di rusunawa Wonocolo Sidoarjo mencapai 17 orang.

Dua peristiwa meledaknya bom tersebut terjadi pada Minggu (13/5/2018). Bom di Surabaya berlangsung pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB sementara bom di rusunawa Wonocolo sekitar pukul 21.00 WIB malam.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mengera mengatakan RS Bhayangkara Polda Jatim menjadi tempat rujukan identifikasi para korban ledakan. Saat ini belasan jenazah diidentifikasi di RS tersebut.

Menurut Kombes Pol Frans, dari 17 orang yang meninggal itu, 14 orang meninggal atas peristiwa bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya.

Baca juga: Bocah Nathanael Meninggal, Jumlah Korban Jiwa Bom Surabaya Jadi 14

"Ada korban terakhir, Nathanael yang Surabaya," sebut Kombes Pol Frans kepada SURYA.co.id, Senin (13/5/2018) pagi.

Sedangkan yang Sidoarjo, ada tiga orang yang meninggal. Itu satu keluarga. "Satu pria dan dua perempuan. Jenazah sudah di RS Bhayangkara," terang Barung.

Terkait ISIS

Sebelumnya, sesuai dengan klarifikasi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, terduga pelaku peledakan bom di tiga gereja di Surabaya adalah satu keluarga. Selain Dita, juga istrinya Puji Kuswati, serta keempat anaknya.

Menurut Tito dalam konferensi persnya di Surabaya, Minggu (13/5/2018), untuk beberapa kasus termasuk aksi bom Thamrin para dalangnya telah diproses namun di lapangan para pemimpinnya digantikan sosok lain di antaranya ditunjuk Ketua Jemaah Anshor Daulah (JAD) Jatim Zainal Ansyori yang diketahui membiayai penyelundupan senjata ke Filipina.

Baca juga: Kapolri: Satu Keluarga Pelaku Bom Gereja Surabaya Terkait Kelompok ISIS

Tito bilang, penangkapan para pemimpin kelompok ini membuat mereka bereaksi keras melakukan pembalasan salah satunya membuat kerusuhan di Mako Brimob.

"Setelah ada kerusuhan, membuat sel-sel lain yang membuat maunya panas karena ada ISIS di Suriah maupun pemimpin tertangkap mengambil momentum untuk pembalasan itu di beberapa tempat," katanya.

Di Jatim sendiri kata Tito, kelompok yang bergerak adalah JAD Surabaya termasuk satu keluarga yang diduga sebagai pelaku pengeboman di tiga gereja di Surabaya.

"Kami sudah lapor ke Presiden bahwa Polri, TNI, BIN selain yang ditangkap 2 hari yang lalu saya lapor ke TNI kita akan operasi bersama, penangkapan-penangkapan ke sel-sel JAD-JAT maupun mereka yang akan melakukan aksi," katanya.

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Jumlah Korban Tewas Ledakan Tiga Gereja Surabaya dan Rusunawa Sidoarjo 17 Orang, Penulis: Fatkhul Alami

Kompas TV Polisi melumpuhkan terduga pelaku bom yang merupakan satu anggota keluarga.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pandemi Corona, Terminal Tirtonadi Solo Data Pemudik dari Jabotabek

Pandemi Corona, Terminal Tirtonadi Solo Data Pemudik dari Jabotabek

Regional
Tiga Bocah SD di Makassar Sumbang Uang Celengan untuk Beli APD Tenaga Medis

Tiga Bocah SD di Makassar Sumbang Uang Celengan untuk Beli APD Tenaga Medis

Regional
Bayi 4 Bulan yang Positif Covid-19 di Kulonprogo Dinyatakan Sembuh

Bayi 4 Bulan yang Positif Covid-19 di Kulonprogo Dinyatakan Sembuh

Regional
Kronologi Sopir Ambulans Curi Masker Stok Puskesmas dan Dijual Rp 5 Juta Per Dus

Kronologi Sopir Ambulans Curi Masker Stok Puskesmas dan Dijual Rp 5 Juta Per Dus

Regional
Driver Ojol 59 Tahun Tertipu Antarkan Purwokerto-Solo, Penumpang Hanya Tinggalkan Sandal

Driver Ojol 59 Tahun Tertipu Antarkan Purwokerto-Solo, Penumpang Hanya Tinggalkan Sandal

Regional
Hasil Rapid Test, Seorang Dokter di Batang Terindikasi Positif Corona

Hasil Rapid Test, Seorang Dokter di Batang Terindikasi Positif Corona

Regional
Sinkhole Muncul di Gunungkidul, Seorang Petani Terperosok dalam Lubang

Sinkhole Muncul di Gunungkidul, Seorang Petani Terperosok dalam Lubang

Regional
Satu PDP Corona dari Magetan Meninggal di RSUD Soedono Madiun

Satu PDP Corona dari Magetan Meninggal di RSUD Soedono Madiun

Regional
Pulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

Pulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

Regional
Ditipu Bayaran Rp 700 Ribu, Driver Ojol Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km

Ditipu Bayaran Rp 700 Ribu, Driver Ojol Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km

Regional
Hendak Tolong Ayah yang Jatuh ke Septic Tank, Ibu dan Anak Ikut Terperosok, Sekeluarga Tewas

Hendak Tolong Ayah yang Jatuh ke Septic Tank, Ibu dan Anak Ikut Terperosok, Sekeluarga Tewas

Regional
Puluhan Rumah di Agam Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter, 163 Warga Dievakuasi

Puluhan Rumah di Agam Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter, 163 Warga Dievakuasi

Regional
Macan Tutul yang Terjebak di Peternakan Ayam Sukabumi Mati di Taman Safari Indonesia

Macan Tutul yang Terjebak di Peternakan Ayam Sukabumi Mati di Taman Safari Indonesia

Regional
Dokter THT Berstatus PDP Corona di Makassar Meninggal, Diduga Terinfeksi dari Pasien

Dokter THT Berstatus PDP Corona di Makassar Meninggal, Diduga Terinfeksi dari Pasien

Regional
Imbas Corona, Ratusan Pekerja di Tegal Dirumahkan Tanpa Diberi Kompensasi

Imbas Corona, Ratusan Pekerja di Tegal Dirumahkan Tanpa Diberi Kompensasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X