Debat Pilkada Kedua, Hasanuddin Siap Beberkan Kerusakan Lingkungan di Jabar

Kompas.com - 14/05/2018, 00:12 WIB
Calon gubernur Jawa Barat nomor urut 2 Tubagus Hasanuddin ikut memetik teh bersama ratusan buruh pemetik teh di Desa Patengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (25/4/2018). Dokumentasi Tim Sukses HasanahCalon gubernur Jawa Barat nomor urut 2 Tubagus Hasanuddin ikut memetik teh bersama ratusan buruh pemetik teh di Desa Patengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (25/4/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 2 Tubagus Hasanudin atau yang akrab disapa Kang Hasan menyatakan akan membahas masalah kerusakan lingkungan dalam debat publik kedua Pilkada Jawa Barat yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat, Senin (14/5/2018).

“Saya sangat siap. Besok yang akan dibicarakan adalah masalah lingkungan, pertambangan dan potensi ESDM di wilayah,” kata Hasan di Bandung, Minggu (13/5/2018).

Lebih lanjut Hasan menambahkan, dia akan menceritakan pengalamannya berkeliling ke daerah Jawa Barat, khususnya di wilayah pantai selatan yang ternyata sudah banyak mengalami kerusakan alam dan lingkungan.

“Saya datangi masyarakat dari ujung barat hingga ujung timur di wilayah selatan. Saya berbicara dengan masyarakat tentang bagaimana hancurnya sumber daya alam di wilayah selatan,” ungkapnya.

Dalam debat tersebut, Hasan akan mengungkapkan salah satu contoh kerusakan alam yang terjadi akibat pertambangan pasir besi di Tegal Buleud, Sukabumi.

Baca juga: Kepada Hasanudin, Petani Buah Manggis Purwakarta Mengeluh soal Ekspor

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut dia, satu sekolah dasar terpaksa menjadi korban lantaran salah satu perusahaan tambang pasir besi diberi izin pertambangan oleh pemerintah daerah.

“Perusahaan ini sudah dapat izin, tapi terbengkalailah di situ satu sekolah yang masuk dalam zona penggalian. Jondisinya sekarang tidak diurus oleh pemerintah, oleh perusahaan pertambangan juga tidak. Alasannya perusahaannya belum berjalan (beroperasi),” jelasnya.

Namun ternyata, pasir besi yang rencananya diambil oleh perusahaan pertambangan yang telah diberikan izin, justru malah dijual oleh pihak lain lewat jalur laut.

“Pasir besinya dijual tidak sesuai ketentuan. Pasir besi dibawa melalui laut. Protes masyarakat ratusan kali tidak didengar. Saya hanya menegaskan, negara melalui pemerintah daerah harus hadir di sana,” tuturnya.

Baca juga: Hasanudin Terusik dengan Isu Lingkungan di Jawa Barat

Hasan menambahkan, masih banyak kasus-kasus lainnya terkait kerusakan lingkungan di Jawa Barat khususnya di wilayah selatan.

“Solusinya nanti saja saya sampaikan di debat,” pungkasnya.

Kompas TV Berikut tujuh program unggulan Hasanah.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.