Kompas.com - 12/05/2018, 21:50 WIB
Ilustrasi thawornnurakIlustrasi

JAYAPURA, KOMPAS.com - Direktorat Reskrim Polda Papua menangkap seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang buron sejak Januari 2016 setelah kabur dari Lapas Abepura, Kota Jayapura.

Anggota KKB bernama Yogor Talenggen alias Kartu Kuning Talenggen Yoman itu ditangkap di rumahnya yang berletak di Kampung Usir, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Sabtu (12/5/2018).

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengungkapkan, Yogor Talenggen adalah terpidana kasus rangkaian penembakan terhadap polisi dan masyarakat sipil dengan hukuman seumur hidup.

"YT sebelumnya sudah diadili dengam hukuman seumur hidup. Namun pada Januari 2016 lalu dia menjadi DPO setelah berhasil kabur dari Lapas," ungkapnya.

Baca juga: Sosok Benny Syamsu Tresno, Napi Terorisme yang Tewas dalam Kerusuhan Mako Brimob

Penangkapan, lanjut dia, bermula dari adanya informasi yang didapat anggota bahwa yang bersangkutan berada di Distrik Mulia dan berencana pergi ke Ilaga, Kabupaten Puncak.

"Berdasarkan informasi itu, pimpinan langsung memerintahkan untuk dilakukan penangkapan dengan cara persuasif," katanya.

Akan tetapi, lanjut Kamal, yang bersangkutan terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas setelah mencoba melakukan perlawanan saat ditangkap.

"Kini yang bersangkutan sudah diterbangkan ke RS Bhayangkara untuk menjalani perawatan. Dari tangannya, anggota berhasil menyita satu senjata laras pendek merk G2 Combat beserta lima amunisinya," ujarnya.

Baca juga: Guru SD Diperkosa Anggota KKB di Tembagapura Papua

Berdasarkan data yang diperoleh dari Humas Polda Papua, Yogor Talenggen yang bergelar Rambo Papua itu melakukan penembakan terhadap 3 anggota Brimob pada tahun 2011, yaitu Bripda Eko, Riyanto dan Syukur. Pada tahun yang sama, ada pula anggota Brimob yang gugur ditembak olehnya.

Pada tahun 2012 dia melakukan penembakan di bandara, lalu melakukan perampasan 3 senjata api milik Polsek Pirime.

Pada tahun 2013, dia menembak anggota TNI Bripka Hassan dan menembak polisi. Terakhir, pada Februari 2018, dia menembak anggota TNI bernama Sandi.

"Diduga satu pucuk senjata yang berhasil disita milik anggota TNI yakni Sandi, namun kami masih menelusurinya," ujarnya.

 

Kompas TV Praka Anumerta Vicky Rumpaisum jadi korban kontak senjata. Almarhum dimakamkan secara militer.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.