Tangis Kapolda Kepri untuk Korban Kerusuhan di Mako Brimob

Kompas.com - 11/05/2018, 22:52 WIB
Sejumlah karangan bunga terpajang di depan Mako Brimob pasca insiden kerusuhan antara petugas kepolisian dan narapidana teroris di Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5). Karangan bunga duka cita itu dikirim sebagai bentuk belasungkawa atas gugurnya lima anggota Densus 88 pada insiden tersebut. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc/18. Indrianto Eko SuwarsoSejumlah karangan bunga terpajang di depan Mako Brimob pasca insiden kerusuhan antara petugas kepolisian dan narapidana teroris di Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5). Karangan bunga duka cita itu dikirim sebagai bentuk belasungkawa atas gugurnya lima anggota Densus 88 pada insiden tersebut. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc/18.

BATAM, KOMPAS.com - Ratusan anggota Polda Kepri menggelar shalat gaib dan doa bersama, untuk lima anggota polisi yang menjadi korban kerusuhan di Rutan cabang Salemba Mako Brimob, Depok, Jawa Barat.

Shalat gaib dilakukan seusai para jamaah menunaikan shalat Jumat di Masjid Al Hamid, Komplek Polda Kepri, Jumat (11/5/2018).

Dalam shalat tersebut, sejumlah polisi terlihat berlinang air mata, tak terkecuali Kapolda Kepri Brigjen Pol Didid Widjanardi. 

"Shalat gaib ini sebagai ungkapan duka cita kami bagi rekan seprofesi, sekaligus dukungan moril bagi keluarga yang ditinggalkan serta doa agar almarhum diterima seluruh amal ibadahnya," kata Didid.

Baca juga: Moeldoko Beberkan Detik-detik Penyerbuan Napi yang Kuasai Rutan di Mako Brimob

Meski kejadian itu tidak berdampak langsung pada personelnya di Polda Kepri, namun derita yang dialami keluarga kelima polisi yang menjadi korban, dirasakan polisi se-Tanah Air. 

"Apapun derita yang dirasakan kelima pihak keluarga korban, kami juga turut merasakannya. Kami keluarga besar Polda Kepri turut berbela sungkawa atas kejadian ini," ungkap Didid.

Kejadian ini menjadi pelajaran bagi jajaran Polda Kepri untuk meningkatkan kewaspadaan dalam bertugas dan tidak boleh memandang remeh setiap kasus yang ditangani.

"Saat ini kami tidak ada tahanan teroris, namun kewaspadaan akan terus ditingkatkan untuk menimalisir terjadinya sesuatu hal yang tidak diinginkan," jelas Didid.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X