Keyko Si Ratu Mucikari Pemilik Ribuan PSK, Kembali Ditangkap Polisi

Kompas.com - 10/05/2018, 14:33 WIB
Keyko diamankan di Mapolda Jatim, Kamis (10/5/2018). KOMPAS.com/Achmad FaizalKeyko diamankan di Mapolda Jatim, Kamis (10/5/2018).

SURABAYA, KOMPAS.com - Masih ingat nama Yunita alias Keyko? Perempuan yang dijuluki Ratu Mucikari pemilik ribuan jaringan PSK kelas atas yang tersebar di seluruh penjuru tanah air.

Ternyata dia belum kapok setelah sempat dipenjara karena profesi yang dia lakukan 6 tahun lalu. Subdit 5 Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil melacak aktifitasnya, Senin (7/5/2018) lalu.

Jejak Keyko di dunia prostitusi online kembali terdeteksi setelah polisi membongkar praktik prostitusi online di sebuah hotel di kawasan Jalan Ngagel Surabaya.

"Setelah kami telusuri siapa operatornya, ternyata Yunita atau Keyko, dia residivis kasus yang sama," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, Kamis (10/5/2018).

Baca juga : Jual Gadis Belia, Mucikari di Nunukan Dijerat UU Perlindungan Anak

Sama seperti sebelumnya, wanita asal Denpasar, Bali itu juga mengoperatori penjualan PSK via media sosial. "Setidaknya jaringannya kami ketahui di 7 provinsi," terang Barung.

Di kasus yang sama, Keyko divonis 1 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Surabaya. Vonis itu lebih ringan 4 bulan dari tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntut Keyko dihukum 16 bulan penjara.

Dalam kasus ini, Keyko juga dijerat pasal 27 ayat 1 juncto pasal 45 ayat 1 UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, dan pasal 12 UU nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang. 

Baca juga : Prostitusi Online di Sentul Terbongkar, 6 Mucikari Ditangkap



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Terlibat Pengeroyokan dan Perusakan Acara Midodareni di Solo, 2 Orang Diamankan

Diduga Terlibat Pengeroyokan dan Perusakan Acara Midodareni di Solo, 2 Orang Diamankan

Regional
Pengendara Motor Berusia 65 Tahun Tersesat di Jalan Tol, Begini Kronologinya

Pengendara Motor Berusia 65 Tahun Tersesat di Jalan Tol, Begini Kronologinya

Regional
Ridwan Kamil Resmi Mendaftar Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Ridwan Kamil Resmi Mendaftar Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Regional
Wakil Bupati Way Kanan dan 2 Pejabat Pemkab Positif Covid-19, Kantor Ditutup 4 Hari

Wakil Bupati Way Kanan dan 2 Pejabat Pemkab Positif Covid-19, Kantor Ditutup 4 Hari

Regional
Ayah Tega Cabuli Anak Tiri Saat Rumah Sepi, Korban Kini Hamil 8 Bulan

Ayah Tega Cabuli Anak Tiri Saat Rumah Sepi, Korban Kini Hamil 8 Bulan

Regional
Sekolah Tatap Muka di Salatiga Dimulai September

Sekolah Tatap Muka di Salatiga Dimulai September

Regional
'Saya Sangat Mengenal Beliau karena Kami Kawan sejak SMA'

"Saya Sangat Mengenal Beliau karena Kami Kawan sejak SMA"

Regional
Napi Kasus Narkoba Bakal Menghuni Lapas Nusakambangan Seorang Diri

Napi Kasus Narkoba Bakal Menghuni Lapas Nusakambangan Seorang Diri

Regional
18 Orang Karyawan PT Bukit Asam dan Keluarganya Positif Covid-19

18 Orang Karyawan PT Bukit Asam dan Keluarganya Positif Covid-19

Regional
Resmi Dibuka, Lapas Narkotika Purwokerto Siap Tampung 270 Napi

Resmi Dibuka, Lapas Narkotika Purwokerto Siap Tampung 270 Napi

Regional
Heboh, Lahir Seekor Sapi Berkepala Dua dan Bermata Empat

Heboh, Lahir Seekor Sapi Berkepala Dua dan Bermata Empat

Regional
PSI Bakal Sumbangkan 15.000 Suara untuk Paslon Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

PSI Bakal Sumbangkan 15.000 Suara untuk Paslon Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

Regional
Fakta Pembunuhan di Puskesmas Bangkalan, Pembesuk Tewas Ditusuk Pisau, Motif Cemburu

Fakta Pembunuhan di Puskesmas Bangkalan, Pembesuk Tewas Ditusuk Pisau, Motif Cemburu

Regional
Tegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras Lepas Headset, 3 Polisi di Papua Dikeroyok

Tegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras Lepas Headset, 3 Polisi di Papua Dikeroyok

Regional
3 Polisi di Papua Dikeroyok Gara-gara Menegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras

3 Polisi di Papua Dikeroyok Gara-gara Menegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X