Reaktivasi Kereta Api Jalur Selatan Bandung Butuh Rp 3,6 Triliun

Kompas.com - 10/05/2018, 11:54 WIB
Terlihat tiga gerbong dari 10 gerbong KA Argo Parahyangan yang anjlok 30-40 meter dari peron. Sekitar 475 penumpangnya harus berjalan kaki ke peron stasiun kereta api Bandung, Rabu (24/1/2018). KOMPAS.com/AGIE PERMADITerlihat tiga gerbong dari 10 gerbong KA Argo Parahyangan yang anjlok 30-40 meter dari peron. Sekitar 475 penumpangnya harus berjalan kaki ke peron stasiun kereta api Bandung, Rabu (24/1/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus mematangkan rencana reaktivasi jalur rel kereta Bandung-Ciwidey. Kepala PT KAI Daerah Operasi (Daop) II Bandung Saridal mengatakan, proyek itu diperkirakan memakan total anggaran sekitar Rp. 3,6 triliun.

"Kalau per kilometer (estimasi) mungkin Rp 20 miliar-Rp 25 miliar kali 43 kilometer (panjang rel). Kalau sistem elektrik bisa dua kali lipat. Jadi kemarin kalau dihitung Rp. 3,6 triliun, itu hitungan tahun lalu," ungkap Saridal saat ditemui di kantornya, Rabu (9/5/2018) kemarin.

Saridal pun tak menyangkal jika rencana tersebut terganjal masalah biaya. Selain untuk konstruksi dan sarana penunjang, pihaknya juga perlu anggaran besar untuk melakukan penertiban jalur eksisting yang sudah padat oleh permukiman penduduk.

Baca juga : Jalur Kereta Api Bandung-Bandara Husein Sastranegara Segera Dibangun

"Kendalanya penertiban dan bergantung dananya. Karena pasti ada dampak sosial dan dampak hukum. Jadi harus punya dana besar. Yang jelas gak ada duit, gimana mau jalan. Perhitungannya ditertibkan, bikin konstruksi bangunan, tanah kan gak beli lagi, skenarionya gitu," ucapnya.

Namun, PT KAI tetap serius merealisasikan rencana tersebut. Beberapa waktu lalu, sambung Saridal, pihaknya sudah menyelesaikan studi kelayakan tahap I oleh perusahaan asal China.

"Sekarang sudah studi banding tahap 1. Sementra perusahaan Tiongkok yang sudah turun ke lapangan untuk studi kelayakan," tuturnya.

Saridal menambahkan, reaktivasi jalur Selatan Bandung memang sejalan dengan masterplan rel kereta zaman Belanda. Rencananya, ada sejumlah titik yang akan direaktivasi. Antara lain, Cianjur-Padalarang, Bandung-Ciwidey, Rancaekek-Tanjungsari, Garut-Cikajang, Tasik-Singaparna, dan Banjar-Cijulang.

"Itu masterplan dari zaman Belanda sampai Pamengpeuk, dari Pamengpeuk ke Ciwidey. Konek lagi Pelabuhan Ratu, sampai Sukabumi," katanya.

Tahun ini, PT KAI akan segera mengaktifkan kembali jalur rel kereta rute Cianjur-Ciranjang dengan panjang 15 kilometer.

"Jadi jalur mati yang akan direaktivasi Cianjur-Ciranjang 15 kilometer itu sudah lelang oleh Dirjen KA. Tinggal nunggu keputusan, perkiraan akhir Mei sudah kontrak. Intinya kalau saya ingin semuanya direaktivasi. Karena masyarakat Jabar ingin juga," jelasnya. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

MLTR Mendapat Sambutan Hangat Saat Konser di Semarang

MLTR Mendapat Sambutan Hangat Saat Konser di Semarang

Regional
Fakta Lengkap Banjir dan Longsor di Agam, Diduga karena Pembalakan Liar hingga Tetapkan Status Tanggap Darurat

Fakta Lengkap Banjir dan Longsor di Agam, Diduga karena Pembalakan Liar hingga Tetapkan Status Tanggap Darurat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Respon Wishnutama soal Bali Tak Layak Dikunjungi | Driver Ojek Online Minta Maaf

[POPULER NUSANTARA] Respon Wishnutama soal Bali Tak Layak Dikunjungi | Driver Ojek Online Minta Maaf

Regional
Fakta Bali Disarankan Tak Dikunjungi Pada 2020, Tanggapan Pemerintah hingga Akan Kumpulkan Pelaku Pariwisata

Fakta Bali Disarankan Tak Dikunjungi Pada 2020, Tanggapan Pemerintah hingga Akan Kumpulkan Pelaku Pariwisata

Regional
Angin Puting Beliung di Enrekang, 6 Rumah Rusak, 1 Nyaris Roboh

Angin Puting Beliung di Enrekang, 6 Rumah Rusak, 1 Nyaris Roboh

Regional
Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Regional
Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Regional
Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Regional
Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Regional
Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Regional
Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Regional
Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Regional
Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Regional
Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Regional
Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X