Xenia Tabrak Kereta Api Gajayana, Perlintasan Tak Berpalang Pintu, Sirene Mati

Kompas.com - 09/05/2018, 14:15 WIB
Kondisi sirine di perlintasan kereta api Kelurahan Gedog, Kota Blitar, mati. Hanya lampu peringatannya yang menyala. Sebelumnya, di kawasan itu, sebuah mobil Daihatsu Xenia menabrak kereta api Gajayana yang sedang melintas. Pengemudi sedang belajar menyetir. Surya/Samsul HadiKondisi sirine di perlintasan kereta api Kelurahan Gedog, Kota Blitar, mati. Hanya lampu peringatannya yang menyala. Sebelumnya, di kawasan itu, sebuah mobil Daihatsu Xenia menabrak kereta api Gajayana yang sedang melintas. Pengemudi sedang belajar menyetir.

BLITAR, KOMPAS.com - Polisi menemukan bahwa perlintasan kereta api yang menjadi tempat terjadinya tabrakan Daihatsu Xenia dan kereta api Gajayana di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, Rabu (9/5/2018), tidak berpalang pintu.

Perlintasan kereta api dilengkapi lampu peringatan dan sirene, tetapi saat kecelakaan terjadi, sirine di perlintasan kereta api itu mati.

"Sirenenya mati, hanya lampu peringatannya yang menyala," kata Heri Sujito, warga yang tinggal di dekat perlintasan kereta api, Rabu.

Baca juga : Xenia Tabrak Kereta Api Gajayana, Pengemudi Sedang Belajar Nyetir

Menurut Heri, sirene di lokasi itu sudah mati sejak lama. Sampai sekarang, belum ada upaya perbaikan. Padahal, bunyi sirene itu penting untuk memberi peringatan kepada pengendara saat hendak melintas.

"Lokasi sini jalur padat kendaraan yang hendak ke arah kota," ujarnya.

Wakil Kepala Stasiun Kota Blitar M Nur Ghozuli mengakui bahwa sirene di perlintasan kereta api memang mati.

Petugas sudah mengecek saat ada kereta api lewat dan sirene di lokasi memang tidak berbunyi. Namun, menurut Ghozuli, rambu-rambu yang ada di perlintasan kereta api bukan wewenang PT KAI.

"Rambu-rambu di perlintasan kereta api wewenangnya Dinas Perhubungan (Dishub). Tadi sudah kami cek saat kereta api lewat sirenenya memang tidak berbunyi," katanya.

Baca juga : Ditolak KUA, Bocah 12 Tahun Batal Nikah, Sang Ibu Pingsan

Ghozuli juga menyayangkan sikap warga setempat yang kurang peduli dengan kondisi rambu-rambu di perlintasan kereta api.

Seharusnya, warga segera melaporkan kondisi rambu-rambu di perlintasan kereta api itu kepada Dishub.

"Di rambu-rambu itu ada nomor teleponnya, kalau ada kerusakan warga bisa menghubungi nomor telepon itu agar segera diperbaiki," ujarnya.

Ada sekitar 58 perlintasan kereta api khusus di Kota/Kabupaten Blitar. Baru 18 perlintasan yang sudah berpalang pintu dan berpenjaga.

Baca juga : Salah Cetak Kemenangan Jadi Kenangan di Spanduk untuk Prabowo

Dishub Kota Blitar mencatat jumlah perlintasan sebidang di Kota Blitar ada 18 perlintasan. Hanya 8 perlintasan sebidang yang sudah berpalang pintu dan hanya 3 di antaranya yang sudah dipasang early warning system (EWS).


Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Daihatsu Xenia Tabrak KA Gajayana di Blitar, Sirine di Perlintasan Tak Berpalang Pintu Itu Mati

 

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Regional
Kasus Pembunuhan 'Debt Collector': Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Kasus Pembunuhan "Debt Collector": Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Regional
4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

Regional
Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Regional
Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Regional
Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Regional
Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Regional
Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Regional
Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Regional
Cuaca Buruk, 'Water Bombing' Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Cuaca Buruk, "Water Bombing" Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Regional
Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita Nasir Bongkar Makam Ibunya | Gibran Dikabarkan Siap Maju Pilkada Solo

[POPULER NUSANTARA] Cerita Nasir Bongkar Makam Ibunya | Gibran Dikabarkan Siap Maju Pilkada Solo

Regional
Duduk Perkara Balita 3 Tahun Tewas Ditangan Pacar Ibunya, Disebut Jatuh di Kamar Mandi

Duduk Perkara Balita 3 Tahun Tewas Ditangan Pacar Ibunya, Disebut Jatuh di Kamar Mandi

Regional
Tipu Calon Polisi hingga Ratusan Juta Rupiah, Pria Ini Ditangkap Polisi

Tipu Calon Polisi hingga Ratusan Juta Rupiah, Pria Ini Ditangkap Polisi

Regional
Pengungsi Korban Gempa: Anggota DPRD Hanya Datang Saat Pileg, Waktu Kami Susah Mereka Hilang

Pengungsi Korban Gempa: Anggota DPRD Hanya Datang Saat Pileg, Waktu Kami Susah Mereka Hilang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X