Sopir Angkutan Umum Mulai Berkumpul di Gedung Sate Bandung

Kompas.com - 08/05/2018, 12:05 WIB
Sejumlah sopir angkutan umum tengah melakukan aksi unjuk rasa di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung. KOMPAS.com/AGIE PERMADISejumlah sopir angkutan umum tengah melakukan aksi unjuk rasa di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung.

BANDUNG, KOMPAS.com - Sejumlah sopir angkutan umum sudah berkumpul di depan Gedung Sate atau di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (8/5/2018).

Berdasarkan pantauan, para sopir angkutan kota ini berkumpul dan memarkirkan kendaraannya di pinggir Jalan Diponegoro yang sudah ditutup kepolisian.

Asep Solihin, bendahara II Wadah Aliansi Aspirasi Transportasi (WAAT) mengatakan, saat ini para sopir angkutan umum dan taksi yang datang ke lokasi hanya perwakilan dari semua jalur angkutan umum dari berbagai daerah.

"Ini yang datang perwakilan se-Bandung raya, umumnya se-Jabar, cuman melihat situasi kondisi Bandung harus dalam keadaan tertib, makanya yang dihadirkan perwakilan," kata Asep ditemui di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (8/5/2018).

Aksi ini dilakukan untuk menindaklanjuti Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

"Untuk menindaklanjuti Permenhub Nomor 108 tentang aturan konvesional berbasis online, kami tindaklanjuti dengan peraturan Pergub tentang kuota kendaraan konvensional berbasis online, di mana kuota online itu ada 7.000 sekian," jelasnya.

Baca juga : Hari Ini, 1.500 Sopir Angkot Demo di Kantor Gubernur Jawa Barat

Menurutnya, saat ini aturan tersebut belum direalisasikan dan diterapkan serta diikuti oleh angkutan umum berbasis online.

"Adapun buktinya seperti belum ada stiker (tanda khusus kendaraan umum berbasis online)," jelasnya.

Sementara itu, lanjutnya, kuota kendaraan umum berbasis online saat ini sudah melebihi batas yang telah ditentukan Pergub Jabar.

"Kuota online overload melebihi pergub Jabar. Yang beroperasi di Bandung Raya, banyak dari luar daerah dan lainnya, padahal aturannya itu per wilayah harusnya. Kami angkutan kota dan taksi dirugikan, kami di sini minta keadilan," katanya.

"Pemangku kebijakan harus merealisasikan Peraturan Menteri Nomor 108, karena itu sudah tertunda hampir 8 bulan, dari Oktober. Sampat saat ini tidak direalisasikan," imbuhnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, para sopir angkutan umum yang melakukan unjuk rasa ini tidak sampai ribuan orang. Menurut Asep, para sopir ini hanya ratusan orang lantaran perwakilan dari semua jalur.

Baca juga : Antisipasi Mogok Angkot, Pemkot Bandung Kerahkan Puluhan Bus Bantuan

Ia pun tak menampik bahwa tidak semua sopir angkutan umum melakukan unjuk rasa, karena sebagian dari mereka masih ada yang beroperasi. Meski begitu, Asep mengaku ada beberapa jalur yang lumpuh, seperti halnya di wilayah Soreang.

"Bandung selatan mati, Soreang mati," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buntut Konser Dangdut, Pemkot Tegal Larang Hiburan dan Batasi Tamu Hajatan

Buntut Konser Dangdut, Pemkot Tegal Larang Hiburan dan Batasi Tamu Hajatan

Regional
Kepala SD di Tegal Meninggal karena Covid-19, Seorang Guru Ikut Terpapar

Kepala SD di Tegal Meninggal karena Covid-19, Seorang Guru Ikut Terpapar

Regional
Dokter Senior dan Mantan Ketua PSMS Medan Meninggal akibat Covid-19

Dokter Senior dan Mantan Ketua PSMS Medan Meninggal akibat Covid-19

Regional
Video Viral Buaya Putih di Sungai Brantas, Tim Diturunkan Lakukan Pencarian

Video Viral Buaya Putih di Sungai Brantas, Tim Diturunkan Lakukan Pencarian

Regional
Kasus Corona Melonjak, Pemkot Serang Siapkan 5 RS untuk Menampung

Kasus Corona Melonjak, Pemkot Serang Siapkan 5 RS untuk Menampung

Regional
Diduga Culik dan Bawa Siswi SD ke Malaysia, Pemuda 19 Tahun Ditangkap

Diduga Culik dan Bawa Siswi SD ke Malaysia, Pemuda 19 Tahun Ditangkap

Regional
Keluarga Minta Jenazah WNI Sandera Abu Sayyaf Segera Dipulangkan ke Buton

Keluarga Minta Jenazah WNI Sandera Abu Sayyaf Segera Dipulangkan ke Buton

Regional
Ayah yang Siksa dan Buang Anaknya di Riau Jadi Tersangka dan Ditahan

Ayah yang Siksa dan Buang Anaknya di Riau Jadi Tersangka dan Ditahan

Regional
Gunung Kembali Semeru Dibuka, Pengelola TNBTS: Pendakian di Akhir Pekan Penuh

Gunung Kembali Semeru Dibuka, Pengelola TNBTS: Pendakian di Akhir Pekan Penuh

Regional
25 Tahun Tepu Terbaring Kaku Seperti Kayu, Ini Penjelasan Dokter Saraf Soal Penyakitnya

25 Tahun Tepu Terbaring Kaku Seperti Kayu, Ini Penjelasan Dokter Saraf Soal Penyakitnya

Regional
Wajah Nenek 75 Tahun Semringah Saat Gubuk Reyot Miliknya Didatangi TNI

Wajah Nenek 75 Tahun Semringah Saat Gubuk Reyot Miliknya Didatangi TNI

Regional
Pasien dari Klaster Pesantren Kota Tasikmalaya Bertambah 40 Orang

Pasien dari Klaster Pesantren Kota Tasikmalaya Bertambah 40 Orang

Regional
Ekspresi Ayah yang Menganiaya Anak Saat Diminta Hak Asuh oleh Polisi

Ekspresi Ayah yang Menganiaya Anak Saat Diminta Hak Asuh oleh Polisi

Regional
Polisi Kembali Tangkap 2 Orang Terkait Penyerangan Acara Midodareni di Solo

Polisi Kembali Tangkap 2 Orang Terkait Penyerangan Acara Midodareni di Solo

Regional
Jadi Tukang Sapu Tempat Judi dan Tabungan Tertinggal di Malaysia, Ini Kisah Udin yang Dipulangkan ke Indonesia

Jadi Tukang Sapu Tempat Judi dan Tabungan Tertinggal di Malaysia, Ini Kisah Udin yang Dipulangkan ke Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X