Kronologi Penghadangan Pelari Maraton di Yogyakarta Versi Masyarakat

Kompas.com - 07/05/2018, 07:58 WIB
Muhammad Mustafid (40), pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Aswaja Nusantara di Kampung Mlangi, Desa Nogotirto, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Rabu (14/6/2017). KOMPAS.com/Teuku Muh Guci SMuhammad Mustafid (40), pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Aswaja Nusantara di Kampung Mlangi, Desa Nogotirto, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Rabu (14/6/2017).
Penulis Farid Assifa
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu tokoh masyarakat yang juga pengajar pesantren di Mlangi, Yogyakarta, Muhammad Mustafid, menjelaskan, kasus pengadangan perempuan pelari maraton di daerahnya disebabkan tidak adanya koordinasi dari panitia.

Ia juga menyebutkan bahwa peristiwa itu bukan persekusi. Masyarakat hanya mengingatkan tentang norma di daerah itu bahwa perempuan tidak boleh mengenakan celana pendek dan ketat.

Sebelumnya, rekaman video tentang rombongan pelari perempuan dihadang sejumlah orang viral di media sosial. Video berdurasi 49 detik tersebut viral antara lain di Facebook dan Instagram.

Dari penelusuran Kompas.com, para pelari tersebut ternyata sedang mengikuti kegiatan "Running UNISA 2018" yang digelar Selasa (1/5/2018) lalu. Kegiatan itu merupakan rangkaian Milad Ke-27 Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta. Jumlah peserta "Running UNISA 2018" sekitar 1.000 orang. Bahkan peserta lari ada dari luar negeri.

Baca juga: Viral Insiden Pelari Dihadang Warga, Camat Bilang Hanya Soal Busana

Mustafid mengakui, pihaknya memang tidak berada di lokasi kejadian waktu itu. Namun, berdasarkan hasil pencarian informasi terhadap saksi mata, dia mengklarifikasi isu yang beredar di media sosial.

Dia menyebutkan, peristiwa itu sebenarnya bukan di Mlangi sebagaimana yang beredar di media sosial, melainkan di Dusun Sawahan. Namun, memang secara geografis, Dusun Sawahan berdampingan dengan Dusun Mlangi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Disebut juga pesantren Nur Iman, padahal tidak ada pesantren dengan nama itu. Itu membawa nama leluhur masyarakat Mlangi," kata Mustafid kepada Kompas.com melalui keterangan tertulis via WhatsApp, Senin (7/5/2018).

Ia menilai, baik pelari maupun pemuda yang menghadang sebenarnya bisa dikatakan sama-sama kurang peka.

"Namun yang paling salah, menurut saya, pihak panitia dan universitas. Peserta lari tidak tahu apa-apa, rute yang membuat panitia," ujarnya.

Kronologi kejadian

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.