Naik Kereta Garuda Kencana, Raja Keraton Surakarta Sebar Koin ke Warga

Kompas.com - 05/05/2018, 17:47 WIB
Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, SISKS Paku Buwono XIII, Hangabehi dan permaisurinya, KRAy Pradapaningsih mengikuti Kirab Agung di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (5/5/2018). KOMPAS.com/Labib ZamaniRaja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, SISKS Paku Buwono XIII, Hangabehi dan permaisurinya, KRAy Pradapaningsih mengikuti Kirab Agung di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (5/5/2018).

SOLO, KOMPAS.com - Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, SISKS Paku Buwono XIII, Hangabehi dan permaisurinya, KRAy Pradapaningsih mengikuti Kirab Agung di Solo, Sabtu (5/5/2018). Kirab itu dimulai pukul 15.30 WIB.

Kirab dibuka dengan aksi drum band Yonif 408/ Suhbrastha, drum band paskibraka Solo, drum band prajurit keraton dan iring-iringan kereta kuda.

PB XIII dan permaisuri berada diurutan tengah. Dua pucuk pimpinan Keraton Kasunanan Surakarta itu menaiki kereta Kiai Garuda Kencana yang merupakan peninggalan PB VII.

Kereta Kiai Garuda Kencana yang dinaiki PB XIII dan permaisuri dihiasi rangkaian bunga melati. Di sepanjang rute jalan, KRAy Pradapaningsih menyebar uang koin ke arah warga yang menyaksikan kirab.

Ada ribuan peserta yang mengikuti kirab itu.

Baca juga : Lestarikan Adat, Keraton Surakarta Gelar Wilujengan Nagari Mahesa Lawung

Putra dari mantan Presiden RI ke 2 Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto juga terlihat dalam iring-iringan kirab tersebut.

Kirab agung mengambil rute Keraton Surakarta - Jalan Paku Buwono - Gapuro Gladak - Jalan Jenderal Sudirman - Jalan Mayor Kusmanto - Jalan Kapten Mulyadi - Jalan Veteran - Jalan Yos Sudarso - Jalan Slamet Riyadi - Keraton Surakata.

Selama berlangsungnya kirab agung kendaraan yang melintas dialihkan. Pengalihan arus lalu lintas (lalin) untuk memperlancar jalannya kirab.

Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta, KGPH Dipokusumo mengatakan, kirab agung merupakan rangkaian Tingalan Dalem Jumenengan ke 14 SISKS Paku Buwono XIII. Kirab diikuti sekitar 4.000 peserta terdiri dari sentana dalem, abdi dalem, dan tamu undangan.

"Kereta Kiai Garuda Kencana yang dinaiki Sinuhun PB XIII dan Kanjeng Ratu dibuat tahun 1836. Kereta itu merupakan peninggalan PB VII," kata Gusti Dipo di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (5/5/2018).

Kirab agung merupakan permintaan raja. Tidak setiap tahun kirab tersebut digelar oleh Keraton Surakarta.

Ada 14 kereta kencana yang dilibatkan dalam kirab agung.

Kasatlantas Polresta Surakarta, Kompol Imam Syafii mengatakan, ada 664 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan pelaksanaan kirab agung Keraton Kasusnan Surakarta. Mereka tersebar di beberapa titik sepanjang rute yang dilalui kirab.

"Kita bagi di titik-titik yang dilalui kirab. Selain itu ada yang bertugas mengatur lalin supaya tidak terjadi penumpukan dan kemacetan kendaraan," kata Imam.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Lecehkan Ibu Mertua, Oknum Polisi di Gresik Dilaporkan ke Polisi

Diduga Lecehkan Ibu Mertua, Oknum Polisi di Gresik Dilaporkan ke Polisi

Regional
Hasil Tracing Pelatihan Petugas Haji 9 Hari di Surabaya: 4 Peserta Positif Covid-19, 14 PDP

Hasil Tracing Pelatihan Petugas Haji 9 Hari di Surabaya: 4 Peserta Positif Covid-19, 14 PDP

Regional
Aniaya Warga yang Mabuk Saat Pesta Pernikahan, Empat ASN dan 1 Satpam Diamankan

Aniaya Warga yang Mabuk Saat Pesta Pernikahan, Empat ASN dan 1 Satpam Diamankan

Regional
Hadapi Covid-19, Pemkab Aceh Tengah Pangkas 30 Persen Biaya SPPD

Hadapi Covid-19, Pemkab Aceh Tengah Pangkas 30 Persen Biaya SPPD

Regional
Palangka Raya Kekurangan APD, 2.000 Unit Bantuan Kemenkes hanya Untuk 20 Hari

Palangka Raya Kekurangan APD, 2.000 Unit Bantuan Kemenkes hanya Untuk 20 Hari

Regional
UPDATE Corona di Jatim 28 Maret: 77 Positif, PDP 309, ODP 4.568 Orang

UPDATE Corona di Jatim 28 Maret: 77 Positif, PDP 309, ODP 4.568 Orang

Regional
Mudik Gratis dihapuskan, 1.068 Bus Batal Angkut Pemudik dari Jakarta ke Jateng

Mudik Gratis dihapuskan, 1.068 Bus Batal Angkut Pemudik dari Jakarta ke Jateng

Regional
Wali Kota Kediri Umumkan 1 Kasus Positif Covid-19 Pertama

Wali Kota Kediri Umumkan 1 Kasus Positif Covid-19 Pertama

Regional
Tabrakan Maut Truk Kayu Vs Motor di Timika, Pengendara Motor dan 2 Penumpangnya Tewas

Tabrakan Maut Truk Kayu Vs Motor di Timika, Pengendara Motor dan 2 Penumpangnya Tewas

Regional
Jabar Perpanjang Sekolah di Rumah bagi Pelajar hingga 13 April

Jabar Perpanjang Sekolah di Rumah bagi Pelajar hingga 13 April

Regional
Dalam Sehari Dua Minibus Tertabrak KA di Kecamatan Toroh Grobogan, Dua Tewas

Dalam Sehari Dua Minibus Tertabrak KA di Kecamatan Toroh Grobogan, Dua Tewas

Regional
UPDATE Corona di Sulsel 28 Maret: 33 Positif Covid-19, Terbanyak di Makassar

UPDATE Corona di Sulsel 28 Maret: 33 Positif Covid-19, Terbanyak di Makassar

Regional
Pemudik Tetap Nekat Pulang Kampung, Jumlah ODP di Sukabumi Tiba-tiba Melonjak

Pemudik Tetap Nekat Pulang Kampung, Jumlah ODP di Sukabumi Tiba-tiba Melonjak

Regional
Cegah Penyebaran Covid-19, Hendrar Prihadi Pantau Kondisi Masyarakat Semarang

Cegah Penyebaran Covid-19, Hendrar Prihadi Pantau Kondisi Masyarakat Semarang

Regional
Gunung Merapi Kembali Erupsi Sabtu Malam, Ketinggian Kolom 3.000 Meter

Gunung Merapi Kembali Erupsi Sabtu Malam, Ketinggian Kolom 3.000 Meter

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X